Selasa, 08 April 2014

Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia


Berikut Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia Hari Sabtu dan Ahad Tanggal 05-06 Jumadal Akhirah 1435H/05-06 April 2014H, Makassar, Semarang, Yogyakarta Magelang dan Cileungsi
makassar71. Makassar
Sabtu 05 Jumadal Akhirah 1435H/05 April 2014 Bersama Al Ustadz Azhari Asri Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Abu Dihya Kamal Al Atsary Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
————————————————————————————————————————————————————-
semarang ust rifai2. Semarang
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama al Ustadz Rifai (Ngawi) Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
—————————————————————————————————————————————————————-
veteran3. Yogyakarta
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download
Sesi 3 Download
4. Magelang
Ahad Malam Senin 07 Jumadal Akhirah 1435h/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Usamah Mahri Hafizhahullah
Kajian Kitab Riyadhus Shaalihin Hadits ke 1 Download
————————————————————————————————————————————————————
ust ayip-Recovered35. Cileungsi Bogor
Ahad 06 Jumadal Akhirah 1435H/06 April 2014M Bersama Al Ustadz Ayip Syafrudin Hafizhahullah
Sesi 1 Download
Sesi 2 Download

SUMBER “PANITIA KAJIAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH INDONESIA DI BERBAGAI TEMPAT” JAZAAHUMULLAHU KHAIRAA

Kisah pemuda yang meninggalkan sihir dengan seorang raja yang zhalim


Dari Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu 'anhu,  bahwasanya Rasulullah sallahu alaihi wasallam bersabda:

"Ada seorang raja pada zaman sebelum kalian. Ia memiliki seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir itu telah tua, berkatalah ia kepada sang raja, 'Sesungguhnya usiaku telah tua dan ajalku telah dekat. Karena itu, utuslah kepadaku seorang anak muda agar aku ajari sihir.'  Maka diutuslah seorang pemuda yang kemudian ia ajari sihir. Dan jalan antara raja dan tukang sihir itu ada seorang rahib. Pemuda itu mendatangi rahib dan mendengarkan pembicaraannya. Sang pemuda begitu kagum kepada rahib dan pembicaraannya. Begitu ia sampai kepada tukang sihir -karena terlambat- serta merta ia dipukulnya seraya ditanya, 'Apa yang menghalangimu?' Dan bila sampai di rumah, keluarganya memukulnya seraya bertanya, 'Apa yang menghalangimu (sehingga terlambat pulang) ?' Lalu iapun mengadukan halnya kepada sang rahib. Rahib berkata, 'Jika tukang sihir ingin memukulmu, katakanlah, aku terlambat karena keluargaku. Dan jika keluargamu hendak memukulmu, maka katakanlah, aku terlambat karena (belajar dengan) tukang sihir'.

Suatu kali ia menyaksikan binatang besar dan menakutkan yang menghalangi jalan manusia sehingga mereka tidak bisa menyeberang. Maka sang pemuda berkata, 'Saat ini aku akan mengetahui, apakah perintah ahli sihir lebih dicintai Allah taala ataukah perintah rahib.' Setelah itu ia mengambil batu seraya berkata, 'Ya Allah, jika perintah rahib lebih Engkau cintai dan ridhoi daripada perintah tukang sihir maka bunuhlah binatang ini sehingga manusia bisa menyeberang.'  Lalu ia melemparnya, dan binatang itupun terbunuhkemudian ia pergi. Maka ia beritahu halnya kepada rahib, lalu sang rahib berkata, 'Anakku, sekarang engkau telah menjadi lebih mulia daripada diriku. Kelak engkau akan diuji. Jika engkau diuji maka jangan engkau tunjukkan diriku.'
Selanjutnya pemuda itu bisa bisa menyembuhkan orang buta, sopak dan segala jenis penyakit. Allah taala menyembuhkan mereka melalui kedua tangannya.

Alkisah ada pejabat raja yang tiba-tiba buta. Ia mendengar tentang pemuda itu. Maka ia membawa hadiah yang banyak untuk pemuda itu seraya berkata, 'Sembuhkanlah aku dan engkau boleh memiliki semua ini.'  Pemuda itu menjawab, 'Aku tidak bisa menyembuhkan seseorang. Yang bisa menyembuhkan adalah Allah Azza wa Jalla.   Jika anda beriman kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, niscaya ia akan menyembuhkanmu.' Ia lalu beriman dan berdoa kepada Allah dan sembuh. Kemudian ia datang kepada raja dan duduk di sisinya seperti sedia kala. Sang raja bertanya, 'Wahai fulan, siapakah yang menyembuhkan penglihatanmu?' Ia menjawab, 'Tuhanku'. Raja bertanya, 'Saya?'  'Tidak, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah,' tegasnya. Raja bertanya, 'Apakah kamu memiliki tuhan selain diriku?'   Ia menjawab, 'Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.'
Demikianlah, ia terus-menerus disiksa sampai ia menunjukkan kepada si pemuda. Pemuda itupun didatangkan. Sang raja berkata, 'Anakku, sihirmu telah menapai tingkatan kamu bisa menyembuhkan orang buta, sopak, dan berbagai jenis penyakit lainnya.'   Sang pemuda menangkis, 'Aku tidak mampu menyembuhkan seorang pun, Yang Menyembuhkan hanyalah Allah Azza wa Jalla.  Raja bertanya, 'Aku?'  'Tidak', ia menjawab.'Apakah kamu mempunyai tuhan selain diriku?' tanya sang raja. Ia menjawab, 'Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah'.  Lalu iapun terus disiksa sampai ia menunjukkan kepada rahib.
Maka didatangkanlah sang rahib. Sang raja berkata,'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu ditengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada pejabat raja yang dulunya buta juga dikatakan, 'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu ditengah-tengah kepalanya diletakkan gergaji dan ia dibelah menjadi dua. Kepada sang pemuda juga dikatakan, 'Kembalilah kepada agamamu semula!' Ia menolak. Lalu dengan beberapa orang ia dikirim ke gunung ini dan itu. (Sebelumnya) raja berpetuah, 'Ketika kalian telah sampai ke puncak gunung maka bila ia kembali kepada agamanya (maka biarkanlah ia). Jika tidak maka lemparkanlah dia!' Merekapun berangkat. Ketika sampai di ketinggian gunung, sang pemuda berdoa, 'Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu.' Tiba-tiba gunung itu mengguncang mereka, sehingga semuanya tergelincir.  Lalu sang pemuda datang mencari sampai bisa bertemu raja kembali. Raja bertanya, 'Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?' Ia menjawab, 'Allah menjagaku dari mereka.'
Kembali ia dikirim bersama beberapa orang dalam perahu kecil. Raja berkata, 'Jika kalian telah sampai  di tengah lautan (maka biarkanlah ia) jika ia kembali kepada agamanya semula. Jika tidak, lemparkanlah ia ke tengah laut yang luas dan dalam!'  Sang pemuda berdoa, 'Ya Allah, jagalah diriku dari mereka, sesuai dengan kehendak-Mu.'  Akhirnya mereka semua tenggelam dan sang pemuda datang lagi kepada raja. Raja bertanya, 'Apa yang terjadi dengan kawan-kawanmu?' Ia menjawab, 'Allah menjagaku dari mereka.'
Lalu sang pemuda berkata, 'Wahai raja,  kamu tidak akan bisa membunuhku sehingga engkau melakukan apa yang aku perintahkan, Jika engkau melakukan apa yang kuperintahkan, engkau akan bisa membunuhku.'  Raja penasaran 'Perintah apa?' Sang pemuda menjawab, 'Kumpulkan orang-orang di suatu padang yang luas, lalu saliblah aku di batang pohon. Setelah itu ambillah anak panah dari wadah anak panahku, lalu ucapkan Bismillahi rabbil ghulam  (Dengan Nama Allah, Tuhan sang pemuda). Maka (raja memanahnya) dan anak panah itu tepat mengenai pelipisnya.  Pemuda itu meletakkan tangannya di bagian yang kena panah lalu meninggal.
Maka orang-orang (yang melihat) berkata, 'Kami beriman kepada Tuhan sang pemuda.'  Lalu dikatakan kepada raja, 'Tahukah anda, sesuatu yang selama ini anda takutkan? Kini sesuatu itu telah tiba, semua orang telah beriman'. Lalu raja memerintahkan menggali parit-parit di beberapa persimpangan jalan, kemudian dinyalakan api di dalamnya. Dan sang rajapun bertitah, 'Siapa yang kembali ke agamanya semula, maka biarkanlah ia.   Jika tidak maka lemparkanlah dia ke dalamnya.' Maka orang-orang pun menolaknya sehingga mereka bergantian dilemparkan ke dalamnya.
Sehingga tibalah giliran seorang wanita, bersama bayi yang sedang disusuinya. Sepertinya ibu itu enggan untuk terjun ke dalam api. Tiba-tiba sang bayi berkata, 'Bersabarlah wahai ibuku, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.' " 

(HR. Ahmad dalam Al-Musnad 6/16-18, Muslim dan an-Nasa'i dari hadits Hammad bin Salamah. Dan An-Nasa'i serta Hammad bin Zaid menambahkan, yang keduanya dari Tsabit. Dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari jalan Abdurrazaq dari Ma'mar dari Tsabit dengan sanad darinya.
Ibnu Ishaq memasukkannya dalam Sirah dan disebutkan bahwa nama pemuda itu adalah Abdullah bin At-Tamir).
"lihat juga kitab: <>.

Dikirim oleh Al-Akh Abu Hatim Al-Jagiry (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)

BERIKUT (SEBAGIAN)PROFIL SINGKAT SYI'AH



1. pendirinya adalah abdullah bin saba,  seorang yahudi yg pura2 masuk islam pada zamannya ali radhiallahu 'anhu.

2. keyakinan2nya yg sangat menyesatkan:
A. ali adalah Allah.
Mereka juga mengatakan :
"bahkan ketika imam syafi'i meninggal,dia dalam keadaan bingung apakah Allah sebagai Rabb (Tuhan) kita ataukah ali? ".
Dan padahal Ali radhiallahu 'anhu saat itu membunuh dan memerangi orang2 yg mengatakan beliau adalah Allah.
B. ali adalah nabi setelah rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. padahal tidak ada nabi setelahnya, sebagaimana sabdanya:
((لا نبي بعدي)) رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة مرفوعا.
C. menyatakan bhw jibril 'alaihis salam telah berkhianat terhadap risalah Allah, karena seharusnya wahyu disampaikan kepada ali,  akan tetapi disampaikan kpd nabi muhammad shalallahu alaihi wasallam. dan yg seperti ini mirip keyakinan yahudi yg menjadikan jibril sbg musuh mereka.
D. islam adalah syi'ah sehingga selain syi'ah adalah kafir dan wajib diperangi.
dari keyakinan yg poin D ini melazimkan:
     #. selain syi'ah najis. sehingga semua orang yg shalat di masjid mereka haruslah disiram air dan di pel untuk menghilangkan najisnya.
     #. halal darahnya ahlus sunnah, hartanya, dan kehormatannya. bahkan ahlus sunnah dianggap sebagai teroris karena membenci ahlul bait. padahal sebaliknya ahlus sunnah loyal dan cinta ahlul bait dengan cinta yang syar'i.
     #. mereka berkeyakinan bahwa barang siapa bisa membunuh ahlus sunnah mk bagi mereka surga firdaus / surga yg paling tinggi, dibawah 'arsy Nya.
E. bolehnya kawin kontrak(mut'ah). bahkan sbg ibadah dan jihad bagi mereka. Dengan keyakinan mereka ini menimbulkan anggapan bahwa nikah kontrak bukanlah zina.
Dan sebenarnya nikah mut'ah sudah mansukh (terhapus), dan setelah terhapusnya nikah mut'ah setelah yaumul fath tidak ada satu sahabat pun yang membanggakan dan berkata : "alhamdulillah ana dah pernah mut'ah sebelum hukum dihapus".
kawin kontrak adalah kawin dg mahar tertentu untuk masa tertentu, misalkan: aku nikahi kamu untuk satu minggu dgn mahar 100ribu.
akibat kawin kontrak timbullah:
      #. hobi zina dan akhlak pezina, tamak dg syahwat. Dan rata2 kaum laki2 mereka membidik kampus sbg ladang dakwah shg mendapatkan mahasiswi untuk bermut'ah.
      #. HIV tersebar walaupun wanita itu memakai cadar.
      #. anak hasil zina sangat banyak dan terlantar. di iran didapati panti penampungan anak hasil kawin kontrak yg tidak mengenal bapak dan ibuknya.
lebih dari 2000 anak didapati terlantar.
      #. Dst.
F. tolong menolong dgn kafir yahudi dan loyal dgn mereka. terlebih ketika memerangi ahlus sunnah.
G. dalam shalat:
      #. shalat tidak bersedekap (=istirsal).
      #. memukul paha tiga kali sebelum salam sbg penghinaan terhadap abu bakr, umar, ustman.
      #. sujud di atas batu karbala.
      #. sujud tidak dgn dahi di tanah tapi dgn salah satu pipinya.
      #. boleh sujud ke segala arah (bingung menentukan kiblat).
      #. tidak disyari'atkan shalat jum'at.
      #. shalat tarawih adalah bid'ah, karena umar yg membikin-bikin. Bahkan org syi'ah pernah menyerang salah satu masjid di yaman utara yg sedang shalat tarawih.
H. mengkafirkan sebagian besar shahabat yang bukan ahlul bait dan bahkan mengkafirkan istri nabi kita sekaligus sbg ummul mukminin 'aisyah radhiallahu 'anha.
mengkafirkan ayahanda 'aisyah abu bakr yang beliau adalah sebaik-baik makhluk setelah rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
ketika mereka berziarah ke kuburan baqi' di dekat masjid an-nabawi mereka menginjak2, meludahi, dan melempari batu pada kuburan para shahabat dan shahabiyah.
I. syari'at haji mereka adalah di iraq.
J. ghuluw (berlebihan) terhadap habib dan syeikh mereka, yang masih hidup atau yang sudah di kuburan. Bahkan sebagian mereka menyimpan dan memakan atau mengoles badannya dengan kotoran tinja habib/syeikhnya dg harapan mendapat barakahnya.
K. ketika sakaratul maut tidak mengucapkan syahadat tetapi "yaa husain yaa zaenab...." atau "yaa ali..."
L. tidak bersyahadat dengan syahadat kita semestinya. bahkan syahadat kita dianggap belum sah oleh mereka.
M. menganggap Al-Qur'an yg sekarang adalah palsu dan kurang. dan yg asli dan lengkap akan dibawa imam mahdi yg mereka tunggu-tunggu. keyakinan ini mengakibatkan:
           #. mereka tidak mau membaca dan menghafal al-qur'an.
           #. hati mereka sakit dan bahkan hati mereka mati.
           #. sulit mendapat hidayah, kecuali yg masih Allah Ta'ala kehendaki untuk mendapat hidayah.
           #. bodoh karena tidak tahu dalil tetapi berfatwa tanpa dalil (mereka termasuk ruwaibidhoh).
          #. Dst.
N. ulama-ulama mereka suka berkumpul untuk memalsukan hadits. mereka tidak mengambil shahih bukhari muslim yg merupakan kitab terbaik setelah al-qur'an.
O. Madzhab mereka yg paling terkenal dengannya syi'ah yaitu at-tuqyah (bolehnya berbohong).
P. Dst.


Bahkan ulama sepakat bahwa syi'ah (rafidhoh) bukan termasuk firqoh islam.
Ahlussunnah di iraq, Syria, yaman, sudah diserang dan dibantai oleh syi'ah.......
Semoga Allah Ta'ala menjaga negeri kita dari rongrongan syi'ah...Aamiin.
Semoga Allah Ta'ala membantu pemerintah kita untuk membasmi mereka dan aqidahnya dan segala penjuru dunia juga bisa membasmi mereka.

Ditulis oleh:
Abu ahmad abdurrahman
al-wuluhany

Kisah antara seorang laki-laki dengan sepupunya

   Terdapat sosok seorang laki-laki, yang mana dia termasuk bagian dari tentara kaum muslimin pada perang Yarmuk (Yarmuk adalah sebuah lembah di daerah Syam yang mana terjadi di situ peperangan antara kaum muslimin dengan orang-orang musyrikin Roma pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-shiddiq — radhiyallahu 'anhu —.pent).

Pergi dalam rangka mencari anak pamannya (sepupunya.pent) di antara bergelimpangnya orang-orang yang terbunuh dan terluka, dan dia membawa bejana yang berisi penuh dengan air. Dia menyusuri sekian pasukan yang telah bergelimpangan di medan perang tersebu demi mencari anak pamannya. Sampai akhirnya dia bertemu jua dengan anak pamannya itu, tidak lain dalam keadaan yang sangat kepayahan (karena luka-lukanya.pent).
Maka berkatalah dia kepada anak pamannya itu, "apakah kamu ingin minum?". Anak pamannya tidak bisa menjawabnya (dikarenakan parah lukanya dan payah badannya.pent), lalu ia mengisyaratkan bahwa dia menjawab, "iya, saya ingin minum". Akan tetapi dia mendengar rintihan yang menyayat hati dari seorang laki-laki yang berada di sekitarnya, dengan jiwa yang tidak berdaya maka anak pamannya tadi mengisyaratkan untuk mendatangi sumber rintihan itu dan memberi minum padanya lebih dulu. Lalu pergilah laki-laki tadi mendatangi sumber rintihan itu, dan bertanya, "Apakah kamu ingin minum?". Dia menjawab, "iya (dengan suara yang kian melemah menyayat hati)". Disaat ingin meminumkan orang yang kedua ini, terdengarlah rintihan yang lebih menyayat lagi dari arah lain, maka berkatalah laki-laki itu (yang merintih kedua tadi.pent), "Pergilah, temui dia, kasih dia minum, cepat..!! Dan berikanlah kepadaku sisanya".
Maka pergilah dia menemui suber suara rintihan maut tadi, disaat dia sampai tujuan, dia tidak lagi menemukan rintihan itu melainkan sebuah jasad yang terbujur dengan ruh telah tercabut menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Maka kembalilah dia kepada sumber rintihan yang ke dua tadi, dan dia tidak menemukan orang itu, melainkan sebuah jasad yang telah terpanggil nyawanya menghadap Sang Kholiq (inna lillaah wa inna ilaihi raji'un). Lalu dia kembali menemui anak pamannya tadi dan dia menemukannya juga tidak lain dan tidak bukan hanya jasad yang terbujur dan ruhnya telah terpanggil menemui ROBB SANG MAHA KUASA (inna lillaa wa inna ilaihi raji'un).
Inilah yang di namakan mahabbah, dan inilah yang namanya shodaqoh, dan persabatan seperti inilah yang akan dapat memperbaiki umat dan memakmurkan Negara.
          ***cintailah saudaramu sebagaimana kamu cinta pada dirimu sendiri***
  Telah benar sabda Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam:
لا يحب أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

(Di terjemahkan dari kitab:  "Mufrodul 'alam"/47 [Maktabah al-'shriyyah].
Dikirim oleh Al-akh Habib Mochtar (salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)

BENARKAH DAKWAH TAUHID MEMECAH BELAH KAUM MUSLIMIN?


Sebuah pertanyaan yang diajukan kepada asy-Syaikh al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafidzahullah,
Soal:
Apa pendapat anda terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa pembahasan tentang tauhid dan aqidah memecah belah kaum muslimin?
Jawaban:
Ucapan ini diucapkan dari kelompok-kelompok yang ma’ruf, siasat yang menyimpang dan bermudah-mudahan dengan pondasi Islam dan Iman, yaitu aqidah yang para nabi datang dengannya  -‘alaihimush shalatu wassalam-. Tidak diragukan lagi, bahwa dakwah tauhid adalah pemecah belah, pemecah belah diantara siapa? Antara ahlul haq dan ahlul batil, antara ahli tauhid dan ahli syirik.
Sebagaimana dalam firman-Nya, “Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru) “Sembahlah Allah!” Tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan.” (QS an-Naml:45) Kaumnya Nabi Saleh ‘alaihis salam, ketika Nabi Saleh ‘alaihis salam mendatangi mereka dan menyeru mereka kepada Allah ta’ala, tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan.
Demikian pula kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam terpecah belah, sebagaimana dalam firman-Nya, “Hingga apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, Kami berfirman, “Muatkanlah kedalamnya (kapal itu) dari masing-masing (hewan) sepasang (jantan dan betina) dan juga keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dan (muatkan pula) orang yang beriman.” Ternyata orang-orang beriman yang bersama dengan Nuh hanya sedikit.” (QS Hud:40) Dan sisanya mereka berpecah belah, meninggalkan Nabi Nuh ‘alaihis salam dan mereka mengikuti setan.
Demikian pula Nabi Ibrahim ‘alaihis sala, kaumnya menyelisihinya dan tidak ada orang yang beriman di negri asalnya kecuali istrinya Sarah dan keponaknnya, Nabi Luth. Setelah waktu yang lama, ia berdoa kepada Allah di penghujung umurnya, kemudian Allah menganugerahinya dengan Ismail dan Ishaq.
Tidaklah seorang nabi diutus melainkan manusia terpecah belah, tidak seluruh manusia mengikutinya. Sebagaimana dalam firman-Nya, “Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walau engkau mengingninkannya.” (QS Yusuf:103)
Maka menurut pandangan mereka, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan selain mereka dari kalangan para nabi telah melakukan kesalahan! Bagaimana bisa demikian? Karena mereka memecah belah umatnya. Sepantasnya bagi mereka menjaga persatuan umatnya, persatuan negri dan kaumnya. Bukankah demikian menurut pemikiran mereka?! Sehingga engkau mendapati mereka menjalin tali persaudaraan dengan orang-orang Nasrani, Yahudi, Rafidhah, dan Bathiniyah, dalam rangka menjaga persatuan umat manusia. Sehingga tidak bertentangan dengan orang-orang Yahudi, Nasrani, dan tidak pula dengan saudara mereka dari kalangan Rafidhah.Ini adalah sesuatu yang nyata.
Dan ini adalah dakwah mereka, orang-orang yang mengatakan ungkapan-ungkapan ini. Hal ini bertentangan dengan risalah yang dibawa oleh para Rasul, dan bertentangan dengan dakwah para rasul seluruhnya, termasuk di antaranya penutup para Nabi, Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.
Allah ta’ala menamai al Qur’an dengan al-Furqan (pembeda), karena membedakan antara al-haq (kebenaran) dengan al-bathil (kebatilan). Dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pembeda atau membedakan di tengah-tengah manusia, membedakan antara pengikut kebenaran, petunjuk dan keimanan, dengan pengikut kekufuran, kedustaan, kerusakan, kesyirikan dan kesesatan.
Dan suatu kepastian bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan mereka dua golongan,  golongan yang satu di surga, dan golongan yang lainnya di neraka Sa’ir.
Merekalah pengikut kesesatan dan hawa nafsu. Orang yang mencela shahabat tidaklah merugikan mereka, orang yang mengkafirkan shahabat tidaklah merugikan mereka. Kenapa? Karena dalam rangka menjaga persatuan. Dan terkadang salah seorang di antara mereka mendengar salah seorang pemeluk Nasrani mencela agama Islam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ia diam. Mereka menganggapnya saudaranya. Inilahj jalan-jalan kesesatan.
Maka, wajib atas kita untuk mengetahui metode para nabi ‘alaihimush shalatu wassalam, mendahulukan berdakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebelum hal-hal yang lainnya. Berdakwah untuk merealisasikan makna “la ilaha illallah”, merealisasikan makna-makna keislaman yang lainnya yang dibangun di atas kalimat ini dan di atas keimanan. Dan tidak menoleh kepada gangguan-gangguan yang ada dalam dakwah kepada Allah, dan tidak pula kepada para pengganggu tadi.
Sesunngguhnya para nabi mendapatkan gangguan-gangguan seperti ini pula, dan bahkan lebih dahsyat. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Manusia yang paling besar ujiannya adalah para nabi, orang-orang saleh, kemudian orang-orang yang seperti mereka.”
Manusia yang paling besar gangguannya adalah para nabi. Mereka adalah suri tauladan bagi kita. Orang-orang yang menempuh jalan mereka pasti akan mendapatkan gangguan, bahkan terkadang dibunuh, diusir, dipenjara. Ini adalah perkara yang besar, darah dan harta benda dikorbankan untuknya.
Akan tetapi, orang-orang yang bersemangat untuk merebut kursi, mengumpulkan manusia di sekitarnya. Tidaklah penting bagi mereka, ketika anak, saudara, tetangga, dan teman mereka meninggal dalam keadaan masuk neraka. Walaupun mereka melihatnya sujud kepada selain Allah ‘azza wa jalla, berbuat kesyirikan kepada Allah, mereka tidak peduli. Ini adalah bentuk penipuan –wal ‘iyyadzu billah-. Mereka menanggung dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa orang-orang yang mengikuti mereka. 
Dan cocoklah bagi mereka ayat-ayat al Qur’an, seperti pada firman Allah ta’ala, “Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia Kitab (al Qur’an), mereka itulah orang yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat.” (QS. Al-Baqarah:159)
Dan juga firman Allah ‘azza wa jalla, “Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-Maidah:78-79)
Bagaimana engkau melihat manusia thawaf mengelilingi kuburan, ber-istighatsah kepada selain Allah, menyembelih kepada selain Allah, kemudian engkau katakan dakwah kepada tauhid menyebabkan perpecahan. Ia terjatuh dalam kesyirikan dan engkau tidak menjelaskan kepadanya agama Allah yang benar, engkau tidak menjelaskan kepadanya tauhid, dan perbedaan antara tauhid dan syirik. Kemudian apabila ia tidak menerima dakwahmu, ia tidak masuk dalam barisanmu.
Merekalah, orang-orang yang semangat untuk mengumpulkan manusia, sehingga mengantarkan mereka kepada kursi-kursi yang mereka inginkan. Dan apabila mereka telah memperoleh apa yang mereka inginkan, mereka tidak menjalankan apa yang menjadi syi’ar-syi’ar mereka –la hukma illa lillah (tidak ada hukum selain hukum Allah)- , jadilah hukum ini milik mereka, dan bukan milik Allah ‘azza wa jalla.
Nas-alullah al-‘afiyah.
📚 Majmu’ fatawa asy-Syaikh Rabi’, 1/130-132
 Diterjemahkan oleh,

Al-akh Abu Umair Abdulaziz al-Bantuly
(Salah satu thulab di Darul Hadist Fuyus,Yaman)