Rabu, 19 Agustus 2015

INILAH MUHAMMAD AL-IMAM


Ditulis Oleh:
Asy-Syaikh 'Arofat bin Hasan al-Muhammady -hafidzahullah-
1⃣ Muhammad al-Imam berkhidmat untuk kaum Hutsi (Rafidah) dengan khidmat yang tiada bandingannya.
Dia membukakan jalan untuk mereka...
▪Maka dia berfatwa untuk meletakkan senjata,
▪Menyerahkan kota-kota kepada mereka.
▪Dia mentahdzir asy-Syaikh Hani’,  karena beliau menggerakkan jihad melawan Hutsi.

❗Lalu setelah itu al-Imam membual dengan bangga mengatakan,
ﺃﻧﺎ ﻣﻀﻄـــــــﺮ

“Saya terdesak/terpaksa.”

2⃣ Muhammad Al-Imam berkhutbah dengan khutbah yang lantang, di dalamnya dia mengatakan bahwa,

ﺃﻥ ﻗـــــﺘﺎﻝ ﺍﻟﺤــــﻮﺛﺔ ﻓﺘﻨـــﺔ

"MEMERANGI HUTSI (Rafidhah)  adalah FITNAH"

Setelah kemenangan salafiyun, dia berkata:

انتصـــــارات إلى جــــهنـــم

“KEMENANGAN MENUJU JAHANNAM.!!!”

Demikianlah,
▪dia terus menjalin hubungan dengan para pembesar Hutsi,
▪dan mencela pasukan koalisi (dalam operasi Asifatul Hazm pimpinan Saudi, pen), dengan mengatakan bahwa mereka adalah pembunuh.

3⃣ Sejelek-jelek manusia adalah hutsi, mereka lebih najis dan lebih kafir daripada kaum Tartar.

Hutsi telah melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin yang belum pernah diperbuat Tartar, dengan atas nama Islam.

ﻭﻣﺤﻤﺪ ﺍﻹ‌ﻣﺎﻡ ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻭﺍﻹ‌ﺧﻮﺓ ﺍﻹ‌ﻳﻤﺎﻧﻴﺔ

Namun,  Muhammad Al-Imam mempersaksikan mereka dengan keislaman dan persaudaraan keimanan.

4⃣ Hutsi (Rafidah) memerangi kaum muslimin di muka bumi dengan senjata-senjata berat, sedangkan Muhammad Al-Imam ikut berperang bersama mereka (Hutsi) dari atas mimbar!!
▪Ketika masjid-masjid hutsi diledakkan oleh Daisy (Teroris ISIS*) maka Muhammad al-Imam menjerit demi membela Hutsi.
▪Namun,  ketika Hutsi kalah, dia berteriak (sambil menangis).

---------------
* Teroris ISIS ini juga yang bertanggung jawab atas teror pengeboman di Masjid militer Saudi Arabia (catatan tambahan redaksi).

5⃣ Al-‘Alamah al-Wadi’i telah berwasiat untuk mendirikan markiz-markiz (ma’had-ma’had ilmu,  pen) dalam rangka menegakkan As-Sunnah, dan memerangi kesyirikan bukan dalam rangka bermegah-megahan..
Barokah hanyalah datang dari Allah dan orang yang benar adalah orang yang diberi taufiq oleh Allah.
Kita berlindung kepada Allah dari penyimpangan setelah istiqamah sebelumnya.

6⃣ Al-Imam telah terjatuh dalam dua watsiqah (perjanjian) :

    ➊ Watsiqah yang mempersaksikan Hutsi (Rafidhah) dengan iman, dan membolehkan kebebasan berfikir,

    ➋ Watsiqah untuk memperingatkan (mentahdzir) seorang salafy yang dizhalimi yang tidak ada salah padanya kecuali karena dia telah menggerakkan semangat untuk memerangi Hutsi berdasarkan fatwa ulama.

7⃣ Muhammad al-Imam menasihatkan supaya tidak membicarakan fitnah, dalam keadaan dia sendiri adalah orang yang paling sering masuk dalam fitnah, bahkan dia menandatangani poin-poin perjanjian kekufuran.

ﻭﺗﺄﺻﻴﻼ‌ﺗﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺟﻌﻠﺖ ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﺣﻴﺎﺭﻯ ﻣﻀﻄﺮﺑﻴﻦ ﻛﺄﻧﻬﻢ ﻳﻌﻴﺸﻮﻥ ﻓﻲ ﻛﻮﻛﺐ ﺁﺧﺮ

Prinsip-prinsipnya dalam menyikapi fitnah, membuat bingung pengikutnya dan goncang seakan mereka hidup di planet lain.

8⃣ Dahulu para Thalabah Dammaj menolak berbagai kebid’ahan dan kezhaliman al-Hajuri, namun mereka tidak mampu menampakkannya terang-terangan karena khawatir diusir dari Dammaj.
 Begitupula sikap mereka terhadap Muhammad al-Imam, tidak mampu terang-terangan karena khawatir diusir dan tidak diberi bantuan dana.

9⃣ Para pengekor Muhammad Al-Imam telah menipu diri-diri mereka sendiri dengan menyatakan bahwa fulan dan fulan bersama kami.

ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﺍﻟﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻷ‌ﺷﺨﺎﺹ ﻣﻊ ﻇﻬﻮﺭ ﺍﻷ‌ﺩﻟﺔ
Ini adalah ciri-ciri hizbiyyun, yaitu selalu terikat/bergantung pada tokoh-tokoh/sosok-sosok tertentu, padahal telah tampak dalil/bukti-bukti (akan kebatilannya).
⚡Datanglah bantahan Asy-Syaikh Muhammad Al-Madkhali laksana PETIR.

 Mereka (Muhammad Al-Imam dan para pengikutnya) mengira bahwa DIAMNYA SEBAGIAN ulama adalah tanda SETUJU dengan mereka.
Mereka tidak mengerti kesabaran para ulama.

Ketika telah diterima (bantahan) ke tangan Al-Imam keluarlah kertas penjelasan yang sangat lemah, dia mengatakan,

ﻻ‌ﺃﻗﺼﺪ ﻻ‌ﺃﻋﻨﻲ

“Aku tidak bermaksud itu…. Aku tidak memaukan itu… “
Ini adalah jalan ahlul ahwa (pengekor hawa nafsu).

 @Arafatbinhassan

Sumber:Majmu'ah Manhajul Anbiya

Rabu, 12 Agustus 2015

Kejujuran Imam Syafi'i


Imam asy-Syafi rahimahullah sebelum berangkat belajar ke Madinah belajar kepada Imam Malik rahimahullah
, beliau berkata Ibu nya : "Wahai ibu, berilah saya nasehat !"

Ibunya berkata : "Wahai anak ku, berjanjilah kepada ku untuk tidak berdusta."

Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata : "Saya berjanji kepada Allah lalu kepada mu untuk tidak berdusta."

Beliau waktu usia nya masih kecil, dibekali oleh ibu nya uang 400 dirham.. Beliau menaiki hewan tunggangan nya dan keluar bersama rombongan menuju Madinah, Imam asy-Syafi menyimpan uang itu didalam sebuah kantong yang ia jahit disela - sela bajunya..

Ditengah - tengah perjalanan ada rampok yang merampas seluruh harta rombongan tersebut, tatkala sampai dihadapan Imam asy-Syafi'i yang masih kecil, para perampok itu bertanya : "Apakah kamu membawa uang ??"

Imam asy-Syafi'i yang masih kecil ini menjawab : "IYA"

Perampok : "Berapa ??"

Asy-Syafi'i : "Saya membawa uang 400 dirham."

Para perampok tersebut tertawa sambil mengejek beliau dan berkata : "Pergilah, apakah kamu hendak mengolok - olok kami ??" Pergilah sana. Apakah orang seperti mu membawa uang sebanyak empat ratus dirham ??" (kata para perampok dengan tidak percaya).

Kemudian asy-Syafi'i berhenti disamping rombongan kafilah yang dirampok. Pemimpin rampok berkata kepada anak buah nya : "Apakah kalian telah mengambil semuanya ??"

Mereka menjawab : "Ya"

Pemimpin rampok : "Apakah kalian tidak meninggalkan seorang pun ??"

Mereka (anak buah) menjawab : "Tidak, kecuali seorang anak kecil yang mengaku telah membawa uang sebanyak 400 dirham, namun anak tersebut gila atau hanya ingin mengolok - olok kita, sehingga kami pun menyuruhnya pergi."

Pemimpin rampok berkata : "Bawa anak itu kemari."

Mereka pun membawa Syafi'i kecil. Kemudian pemimpin rampok itu bertanya kepada beliau : "Apakah kamu membawa uang, wahai anak kecil ??"

Syafi'i kecil menjawab : "Ya"

Pemimpin Rampok berkata : "Berapa uang yang kamu bawa??"

Syafi'i kecil : "Empat ratus dirham."

Pemimpin perampok itu bertanya lagi: "Dimana uang itu ??"

Lalu Syafi'i kecil mengeluarkan uang tersebut dari balik pakian nya dan menyerahkan nya kepada pemimpin kawanan perampok tersebut..

Pemimpin rampok itu menuangkan uang - uang tersebut kepangkuan nya, lalu ia memandangi syafi'i kecil dengan keheranan dan berkata : "Kenapa kamu jujur kepada ku ketika aku tadi bertanya kepada mu, dan kamu tidak berdusta kepadaku, padahal kamu tahu bahwa uang mu akan hilang ??"

Syafi'i pun menjawab : "Saya jujur kepada mu karena saya telah berjanji kepada ibu ku untuk tidak berdusta kepada siapa pun."

Mendengar penuturan Syafi'i kecil itu, tiba - tiba tangan pemimpin rampok itu berhenti memain - mainkan uang 400 dirham tersebut, karena hatinya telah bergetar karena hidayah dari Allah..

Lalu pemimpin rampok itu berkata sambil mengembalikan uang tersebut kepada Syafi'i kecil : "Ambillah uang mu, kamu takut untuk mengkhianati janji mu kepada ibu mu, sedangkan aku tidak takut berkhianat kepada janji Allah Subhanhu wa ta'ala ?? Pergilah, wahai anak kecil dalam keadaan aman dan tenang, karena aku telah bertaubat kepada Zat yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang melalui kedua tangan mu dengan taubat ini dan aku tidak akan pernah mendurhakai-Nyalagi selamanya."

Kemudian pemimpin kawanan perampok itu memandang anak buahnya dan berkata :

إنّ الله يامركم أن تؤدّوا الأمانات إلى أهلها

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima nya..." [An-Nisa ayat 58].

Lalu anak buahnya berkata sambil membawa harta dan berbagai perhiasan rombongan kafilah yang mereka rampok tadi dan mengembalikan nya, dan mereka berkata kepada pemimpin mereka : "Wahai tuan kami, anda telah bertaubat dengan Zat Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang, sedangkan anda adalah pemimpin kami. Oleh karena itu kami lebih pantas untuk bertaubat daripada anda."

Akhirnya mereka semua bertaubat kepada Allah, lewat kejujuran Imam asy-Syafi'i kecil..

Diringkas dan disadur dari buku Biografi Imam Syafi'i hal 17-20, Abdul Aziz asy-Syinawi.

Judul aslinya Al-Aimmah Al-Arba'ah Hayatuhum Mawaqifuhum Ara'ahum Qadhiyusy Syariah al-Imam asy-Syafi'i]

Majmu'ah salafiyyah margasari

Senin, 10 Agustus 2015

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia


***
1. CILEUNGSI

Sabtu, 23 Syawwal 1436 H / 08 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله تعالى  – Pemicu Gemuruh Fitnah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
+ Khutbah Jum’at – Kiat Sukses Dunia Akhirat ~ Download Audio di Sini
***
2. MAMUJU

Jum’at, 22 Syawwal 1436 H / 07 Agustus 2015M || Masjid Nurul Huda, Tinali, Kec. Budong-budong, Mamuju Tengah – SulBar

Al Ustadz Abdurrahman Lombok حفظه الله تعالى  – Pengaruh Pertemanan

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
+ Khutbah Jum’at – Beramallah.. Kehidupan Ini Akan Berakhir ~ Download Audio di Sini
***
3. CIKARANG
Sabtu, 23 Syawwal 1436 H / 08 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله تعالى  – Makar-makar Syaithon ~ Download Audio di Sini
***
4. DENPASAR
Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M || Mushollah Al Ghuroba jl Pulau Nusa Ceningan Denpasar, Bali

Al Ustadz Abu Ja’far حفظه الله تعالى  – Kitab Panduan Berakidah yg Benar ( Asy Syaikh Shalih Al Fauzan)
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
5. SURABAYA

Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M

Al Ustadz Qomar Su’aidy حفظه الله تعالى  – Menjalin Ukhuwwah dalam Pandangan Salafussholih ~ Download Audio di Sini
***
6. KARAWANG

Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M || Masjid Zainab-Ahmad, ma’had Tamaamul Minnah, Klari – Karawang

Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله تعالى  – Untukmu Yang Mendambakan Rumah Tangga Bahagia
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
7. SEMARANG

Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M

Al Ustadz Abdurrouf حفظه الله تعالى  – Bimbingan Fiqih Praktis Bagi Wanita – Pertemuan 4 ~ Download Audio di Sini
***
8. BATAM

Kamis, 21 Syawwal 1436H / 06 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله تعالى  – Kitab Panduan Berakidah yg Benar ( Asy Syaikh Shalih Al Fauzan)
1. Teladan Salaf dalam Bermuamalah ~ Download Audio di Sini
2. Bahaya Kesyirikan ~ Download Audio di Sini
3. Ta’awun di atas Bimbingan Al-Qur’an & Sunnah ~ Download Audio di Sini
***
9. MALANG

Kamis-Ahad, 21-24 Syawwal 1436H / 06-09 Agustus 2015M

Al Ustadz Abdul Haq حفظه الله تعالى  – Menjaga Lisan ~ Download Audio di Sini
Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله تعالى  – Birrul Walidain ~ Download Audio di Sini
Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari حفظه الله تعالى  – Hukum-Hukum Syar’i Ketika Orang Menghadapi Cuaca Dingin ~ Download Audio di Sini
***
10. PURBALINGGA

Rabu-Ahad, 20-24 Syawwal 1436H / 05-09 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Harits حفظه الله تعالى

Mukaddimah – Agungnya Kedudukan Ilmu ~ Download Audio di Sini
Nasehat 1 – Mengikhlaskan Niat Karena Allah ~ Download Audio di Sini
Nasehat 2 – Bersabar Dalam Mencari Ilmu ~ Download Audio di Sini
Nasehat 3 – Bertakwah Kepada Allah ~ Download Audio di Sini
Nasehat 4 – Berkesinambungan Terus Menerus Dalam Menuntut Ilmu ~ Download Audio di Sini
Nasehat 5 –  Hendaknya Memiliki Sifat Tawadhu dan Meninggalkan Sikap Sombong ~ Download Audio di Sini
Nasehat 6 – Bersyukur Kepada Para Ulama dan Mendoakan Kebaikan Untuk Mereka ~ Download Audio di Sini
Nasehat 7 – Menjauhi Ahli Bid’ah, Kitab-kitabnya Ulama-ulama yang Jelek ~ Download Audio di Sini
Nasehat 8 – Bersemangan Untuk Duduk Bersama Orang-orang Shalih yang Memiliki Keutamaan ~ Download Audio di Sini
Nasehat 9 – Mejaga Waktu Kesehatan ~ Download Audio di Sini
+ Khutbah Jum’at ~ Download Audio di Sini
*
Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M || Masjid Zainab-Ahmad, ma’had Tamaamul Minnah, Klari – Karawang

Al Ustadz Saiful Bahri حفظه الله تعالى   – Meninggalkan Perdebatan dalam Agama ~ Download Audio di Sini
+ Kajian Ummahat – Berbicaralah yang Baik atau Diam ~ Download Audio di Sini
***
11. JENEPONTO

Ahad, 24 Syawwal 1436H / 09 Agustus 2015M

Al Ustadz Shobaruddin  حفظه الله تعالى – Semangat Dan Kokoh Dalam Menuntut Ilmu ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyah Shubuh – Menjaga Lisan ~ Download Audio di Sini
***

# MALAYSIA

Jum’at-Ahad, 22-24 Syawwal 1436 H / 07-09 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf حفظه الله تعالى  – KITAB TASHFIYAH WA TARBIYAH ASY-SYAIKH AL-ALBANI RAHIMAHULLAH
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah ~ Download Audio di Sini


————
Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Jumat, 07 Agustus 2015

Bagaimana Sikap Kita terhadap Istri yang Memusuhi Dakwah Salaf

Pertanyaan : Assalamu'alaykum ya akhiy. Akh mhon bntuannya ditanyakan kepada ustadz.gmana sikap qta trhadap istri yg sudah brtahun tahun dinasehati tetapi tetap, tdk ada perubahan.malah istri trsebut makin menunjukkan sikap tidak suk dengan dakwah ini. Barakallahu fikum
Jawaban:

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokaatuh.

Upaya istiqomah di atas Sunnah dan manhaj Salaf memang sering mendapat penentangan dari berbagai pihak. Ada yg dari pihak ayah atau ibunya, bisa juga kakek, paman, bibi, kakak, adik. Tidak sedikit juga dari istri ataupun anak.

Allah Subhaanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ

dan Kami jadikan sebagian dari kalian menjadi fitnah (ujian) bagi sebagian (lain). Apakah kalian bisa bersabar (Q.S al-Furqan ayat 20)

Nabi dan para Sahabatnya, juga mengalami penentangan dari orang-orang dekatnya. Tapi tidak sedikit orang yg dulunya menentang, dan sangat keras penentangannya berubah dengan hidayah Allah menjadi baik keislamannya.

Abu Sufyan, paman Nabi yang awalnya sangat menentang dakwah Nabi, berubah menjadi muslim yang baik. Sebelumnya ia adalah salah satu fitnah bagi Nabi.

Fathimah bintu al-Khotthob telah masuk Islam. Demikian juga suaminya. Tapi mereka berdua mendapat penentangan keras dari orang dekatnya, kakak dan ipar mereka, yaitu Umar bin al-Khotthob. Tapi dalam perjalanan waktu, Allah beri hidayah pada Umar, hingga menjadi manusia terbaik setelah Nabi dan Abu Bakr.

Abu Hurairah, merasakan manisnya hidup di atas Sunnah. Namun ia mendapat penentangan dari ibunya. Hingga beliau menangis mendatangi Nabi, kemudian Nabi mendoakan ibunya, hingga masuk Islam.

Tidak sedikit pula saudara kita yg baru merasakan kenikmatan Islam dengan manhaj Salaf, awalnya mendapat penentangan dari istrinya. Namun, dengan hidayah Allah kemudian dengan sebab upayanya untuk memberi nasehat dan menyampaikan ilmu dengan sabar kepada istrinya, Alhamdulillah istrinya berbalik mendukung dan bermanhaj Salaf.

Jika sudah lama kita sebagai suami bermanhaj Salaf, namun istri kita belum, bahkan menentang, perlu dilihat penyebabnya. Sudahkah kita maksimal dlm menyampaikan dakwah ini dengan cara yg baik dan benar dgn penuh kesabaran?

Ataukah kalau kita pulang ta'lim, tak ada setetes ilmupun yg kita bagi pada istri kita baik saat sedang makan bersama, saat santai, atau saat kebersamaan lain?

Atau mungkin kita kaku dalam mendakwahkan atau menerapkan manhaj Salaf ini. Menyetel ta'lim keras-keras saat istri lagi istirahat atau kondisinya tidak mendukung. Kita juga tidak pernah selektif dalam memperdengarkan materi kajian dari para asatidzah kepada istri kita. Tidak peduli materinya sedang membahas apa, kita perdengarkan saja dengan alasan: toh dari asatidzah Ahlussunnah. Tidak peduli apakah pembahasannya tepat dan sesuai untuk kondisi dan waktu saat itu atau tidak.

Kita mungkin juga tidak selektif dalam menyajikan bacaan Islam yg tepat, runtut dan sistematis sesuai kebutuhan ilmu istri kita.

Atau mungkin kita sebagai kepala keluarga belum memberikan teladan yg baik dalam menerapkan manhaj Salaf dalam kehidupan berumah tangga?

Semua proses pengkajian ulang metode dakwah kita itu adalah sebagai upaya pemberian nasehat yg terbaik.

Memang dalam taraf tertentu, sebagai jalan terakhir, setelah semua upaya penyampaian nasehat sudah disampaikan dgn baik, tepat dan maksimal, tapi istri justru menunjukkan permusuhan yg keras bukan kepada pribadi kita tapi terhadap manhaj yg lurus ini, maka bisa jadi jalan terbaik adalah dgn melepasnya, agar mudharat yg terjadi tidak semakin meluas.

Seorang suami yg membiarkan istrinya berakhlak buruk tdk ada perubahan dan tidak mentalaknya, terancam tidak diterima doanya oleh Allah. Sebagaimana hadits riwayat al-Hakim.

Namun, sebelum jalan terakhir itu ditempuh, harus ada upaya perbaikan dan koreksi thd upaya dakwah kita, dengan bermusyawarah dgn ustadz yg kita percaya dan kita sampaikan permasalahan kita secara runtut dan detail. Seberapa jauh kita telah menasehati, seberapa besar penentangannya,dan sebagainya. Hingga kita memutuskan yg terbaik.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua...

(Abu Utsman Kharisman)

WA al-I'tishom

Kamis, 06 Agustus 2015

AUDIO KAJIAN SALAFIYYAH INDONESIA 16-17 SYAWWAL 1436H/01-02 AGUSTUS 2015M




1. BONDOWOSO
Bersama : Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhahullah
Tema : Bahaya Radikalisme ISIS Terhadap Agama dan Negara

1. Sesi Satu : Download di Sini
2. Sesi Dua TJ : Download di Sini
——————————————————————–
2. YOGYAKARTA
*Bersama : Al Ustadz Abu Nasiim Mukhtar hafizhahullah
Tema : Sosok Pria Pendamba Surga
1. Download Audio di Sini
Bersama : Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin hafizhahullah
Tema : Bahagia di Atas Islam
1. Download Audio di Sini
——————————————————————
3. CIREBON
Bersama : Al Ustadz Muhammad as Seweed hafizhahullah
Tema : at-Ta’kid (Penegasan Tentang Penyimpangan yang ada Pada Watsiqah Muhammad al Imam)
1. Pertemuan 1 Download di Sini
2. Pertemuan 2 Download di Sini
—————————————————–
4. CILEUNGSI
Bersama : Al Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Tema : Pendidikan Anak dalam Bingkai Islam
1. Download Audio di Sini
————————————————————-
5. DEPOK
Bersama : Al Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Tema : Waspadalah JIL dan JIN (Jaringan Islam Nusantara)
1. Download Audio di Sini
—————————————————————
6. PURWOKERTO
Bersama : Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman Lc hafizhahullah
Tema : Meneladani Akhlak Nabi dalam Menghadapi Fitnah
1. Sesi Satu Download di Sini
2. Sesi Dua Download di Sini
3. Sesi TJ Download di Sini
——————————————————-
7. MAMUJU SULBAR
Bersama : Al Ustadz Abdurrahman Lombok hafizhahullah
Tema : Figur asy Syaikh Muqbil rahimahullah
1. Sesi Satu Audio Download di Sini
2. Sesi Dua Audio Download di Sini
3. Sesi Tiga Audio Download di Sini
—————————————————————–
8. INDRAMAYU
Bersama : Al Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahullah
Tema : Sikap seorang Muslim dalam Menghadapi Fitnah
1. Pertemuan 1 Download di Sini
2. Pertemuan 2 Download di Sini
————————————————————
9. BANDUNG
Bersama : Al Ustadz Abu Yasir Wildan hafizhahullah
Tema : Riyadhush Shaalihin
1. Download Audio di Sini
———————————————————–
10. BINTARO
Bersama : Al Ustadz Ayip Syafruddin hafizhahullah
Tema : Pendidikan Anak
1. Download Audio di Sini
—————————————————————
11. PURBALINGGA
Bersama : Al Ustadz Ridwanul Bari hafizhahullah
Tema : Penjelasan Tentang Wali Allah
1. Download Audio di Sini
Bersama : Al Ustadz Maimun Ali Yistawi hafizhahullah
Tema : Hadits Arba’in an Nawawi
1. Download Audio di Sini

*Sumber : WhatsApp Admin Radio Streaming (Jazaahumullahu Khairaa)

BARU : NASEHAT DAN PENJELASAN

 
 Atas Sikap PELANGGARAN Muhammad al-Imam dalam khutbahnya yang berjudul (Orang Paling Pemaaf dalam Membunuh adalah Ahlul Iman).

 oleh al-‘Allamah Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

Guru kami yang mulia al-‘Allamah Muhammad bin Hadi al-Madlkhali hafizhahullah  berkata
 :
  Aku telah mendengarkan rekaman khutbah Syaikh Muhammad al-Imam dan telah kubaca transkripnya, khutbah tersebut ia sampaikan pada tanggal 15 Syawal 1436 H.

 Aku sangat-sangat tersentak, dan

Aku sangat-sangat terheran

Karena kita tidak mendengar satu patah kata pun darinya ketika kelompok Hutsi Rafidhah bertindak sewenang-wenang melakukan pembunuhan, pengusiran, penghancuran terhadap kaum muslimin.

Ketika bertiup angin keimanan dan datang KEMENANGAN untuk Ahli Islam dan Ahlussunnah, dia justru mengucapkan

 kalimat mungkar ini 

 Hadits-hadits yang ia jadikan dalil (pada khutbah tersebut, -pen) maka dia telah menempatkannya tidak pada tempatnya.

Seakan-akan Allah telah menghapus mata hatinya, laa haula wa la quwwata illa billah.

Demikianlah fitnah, selalu merintangi hati untuk mencari, menuju, dan mengetahui kebenaran. Semoga Allah mengokohkan kita di atas Huda (petunjuk yang lurus, -pen).

Memerangi orang-orang Rafidhah dan  Khawarij, BUKAN termasuk peperangan fitnah, namun perang itu adalah termasuk jenis peperangan Ali dan para Shahabat radhiyallahu ‘anhum dalam memerangi mereka.

Maka aku bertanya kepadanya, peperangan ini melawan siapa?
Bukankah peperangan melawan Rafidhah beserta sekutu dan pembelanya!!?
Apakah kamu terganggu dengan peperangan ini!!? Sungguh mengherankan ❌
Aku mengajak al-Akh Muhammad al-Imam untuk instropeksi diri karena inilah saatnya instropeksi diri dan rujuk dari kesalahan.

Sesungguhnya al-Haq telah lama ada dan sikap rujuk kepada al-Haq adalah lebih baik daripada terus menerus di atas kebatilan.

Semoga Allah memberikan Taufiq kepada kami dan kepadanya untuk menuju berbagai hal yang dicintai dan diridhai olehNya, serta menolong kami dengan Islam dan Sunnah, juga mengokohkan kami di atas keduanya sampai kita berjumpa denganNya.

Diucapkan dan didiktekan oleh Muhammad bin Hadi al-Madkhali pada
tanggal 24 Syawal 1436 H. (9 Agustus 2015 M) Disaksikan oleh Ahmad al-Musawi dan Iyas bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali.
Ditulis oleh Fawwaz bin Ali al-Madkhali hafizhahullah pada tanggal
24 Syawal 1436 H.


*) ket : ada ralat pada judul khutbah sang mubtadi. [ Perlu diketahui,  bahwa teks judul itu adalah petikan hadits. Mubtadi ini benar-benar memoles kebatilan dan bid'ahnya dengan kebenaran. ]

Majmu'ah Manhajul Anbiya

Rabu, 05 Agustus 2015

NASEHAT AL USTADZ MUHAMMAD 'UMAR AS SEWED HAFIDZAHULLAH


TERKAIT MARAKNYA DAUROH MASYAIKH YANG DIUNDANG HIZBIYUN (MLM)
Nashihat ana :

✋Agar Salafiyyin jangan menghadiri acara Hizbiyyin, Mutalawwinin, PENGKHIANAT yang diam ketika Ahlus Sunnah dibantai namun sebaliknya marah - marah ketika Ahlus Sunnah menang 

✋ Jangan menghadiri kajian PENDUSTA Abdul Hadi al Umairi yang sudah DITAHDZIR oleh Syaikh Rabie' hafidzahullahu ta'ala 

✋Jangan menghadiri kajian YANG DIADAKAN oleh Maakirin, La'abin yang tidak peduli atau tidak mementingkan agama Allah, ketika dianggap sama dengan agama Syi'ah yang jelas - jelas anti Al Qur'an, anti Sunnah, anti Shahabah Ridhwanullahu ajma'in

✋Jangan menghadiri majelis YANG DIUNDANG padanya orang yang membela :

👉Sang Murji' Ali al Halabi, 

👉 Sang Pencela Nabi Masyhur Hasan Salman, 

👉 Sang PENGKHIANAT dalam jihad di Yaman al mubtadi' Muhammad al imam. 

✋ Jangan menghadiri PEMBELA orang - orang yang telah ditahdzir oleh para ulama, yaitu:

👉Syaikh Washiyyullah yang washiyyahnya hanya untuk hizbiyyin.

👉 Jangan pula hadir di majelis GRUP MEREKA ahlul watsiqah al mujrimah adz dzhalimah Syaikh Utsman As Salimi wa man ma'ah.

Cirebon ~ Senin, 25 syawwal 1436 H / 10 Agustus 2015