Sabtu, 22 Agustus 2015

Hukum memakan makanan dari acara bid'ah (peringatan kematian 7 hari, 40 hari, dll)


Tanya:

Bismillah. Apa hukumnya makan makanan dari acara kematian
.misalnya acara 7 harian atau 40 harinya. Baik daging yang disembelih dan nasi atau kue?

Jawab:

Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

Acara 7 atau 40 dalam memperingati kematian adalah acara bid'ah. Adapun daging sembelihan, jika disembelih untuk si mayit, atau selain Allah maka itu sembelihan itu haram dimakan.

Namun jika sembelihan tetap diperuntukkan karena Allah namun untuk acara bid'ah, maka asal hukum sembelihan itu halal, demikian pula nasi dan kuenya, tanpa menghadiri acara tersebut. Wallohu A'lam.

Sumber: http://www.thalabilmusyari.web.id/2013/06/hukum-memakan-makanan-dari-acara-bid.html

Jumat, 21 Agustus 2015

MENTAHDZIR ORANG AWWAM DARI AHLI BID'AH



Asy Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

Pertanyaan: Apa pendapat Anda terhadap seseorang yang enggan untuk mendengarkan bantahan-bantahan (para ulama)
, ketika dia ditanya tentang alasannya, maka dia menjawab: "Sungguh orang yang bertanya kepadaku masih awwam, belum baik dalam membaca al-Qur'an."
Bagaimana pendapat Anda? Baarakallahu fiikum.

Jawaban: Kalau dia seorang yang awwam, maka dia diajarkan Akidah dan dia diperingatkan dari bahaya ahli bid'ah. Orang-orang awwam pada saat sekarang ini, kebanyakan merupakan tentara dari ahli bid'ah, maka wajib untuk men-tahdzir dari mereka (ahli bid'ah).

Katakan kepadanya (orang awwam): "Si fulan memiliki kebid'ahan demikian dan demikian. Dan kalau kamu mendengarkan ucapannya, bisa membahayakanmu, maka jangan membaca kitabnya dan jangan mendengar rekamannya", dan peringatkan dari ucapannya.

Orang awwam butuh untuk diperingatkan dari bahaya ahli bid'ah, maka ingatkan dia dengan sebuah kaidah:

"Sungguh ilmu ini merupakan agama, maka perhatikan dari siapa kamu mengambil agamamu."

Di zaman sekarang, ora ng-orang awwam merupakan target utama dari ahli bid'ah. Mereka mengatakan kepadamu: "Jangan biarkan mereka orang awwam membaca kitab-kitab bantahan,...jangan,...jangan! Ini bisa menyia-nyiakan mereka."

Sumber: Majmu Kutub war Rasaail wa Fataawa. 14/273 Karya: Fadhilatu Syaikh al Allamah Rabi' bin Hadi al Madkhali hafizhahullah. [http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=43449]

Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

Arsip WSI || http://forumsalafy.net/mentahdzir-orang-awwam-dari-bahaya-ahli-bidah/


 WAJIB BAGI AHLUL ILMI UNTUK MENGINGKARI DAN MENTAHDZIR KEBATILAN

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله:

 Tidak sepantasnya bagi para ahlul ilmi untuk diam dan tidak menjelaskan keadaan orang-orang yang fajir dan para mubtadi dan orang jahil. Dikarenakan ini merupakan kesalahan besar dan merupakan sebab terbesar tersebarnya berbagai kejelekan dan kebid’ahan. Dan juga diamnya para ahlul ilmi dari menjelaskan keadaan para mubtadi, menjadi sebab terbesar tersamarkannya berbagai kebaikan dan terasingnya sunnah.

Maka yang wajib bagi ahlul ilmi agar mereka menyuarakan kebenaran berdakwah kepada jalan kebenaran serta wajib bagi mereka untuk mengingkari kebatilan dan mentahdzir darinya. Dan semua perkara diatas wajib dibangun diatas ilmu dan bashiroh.

Sumber: Majmu Fatawa wa Maqoolaat Mutanawwiah (6/35).

Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

Arsip WSI ||http://forumsalafy.net/wajib-bagi-ahlul-ilmi-untuk-mengingkari-dan-mentahdzir-kebatilan/

Tegur Saya Bila Salah


Syaikh Robi' Bin Hadi Hafidzohulloh ta'ala berkata :

Apabila saudaramu berbuat kesalahan, maka nasehatilah dia dengan lemah lembut
disertai dengan membawakan hujjah dan bukti yang oleh sebab itu semoga Allah memberikan manfaat padanya

Adapun jika engkau duduk dan menunggu saudaramu terjatuh dalam kesalahan kemudian engkau berdiri untuk menyebarkannya di sini maupun di tempat lain bahwasanya fulan telah berbuat demikian dan demikian

Ketahuilah bahwa ini adalah metode syaithon bukan metodenya salafiyan

Bahjatul Qori ' Hal 107

Forum Ilmiyah Karanganyar

Kamis, 20 Agustus 2015

Terlambat Sholat Jama'ah


Bagaimanakah keadaan kita bila dibandingkan dengan para Salaf rahimulloh ta'ala ajma'in???
 قال سفيان الثوري رحمه الله
"مجيئك إلى الصلاة قبل الإقامة توقير للصلاة "

Sufyan Atstsaury rahimahullah mengatakan: Kedatanganmu untuk sholat sebelum iqomah adalah bentuk penghormatan kepada sholat tersebut.
فتح الباري لابن رجب (3/533).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 وقال إبراهيم التيمي رحمه الله :
" إذا رأيت الرجل يتهاون في التكبيرة الأولى فاغسل يدك منه" .

Ibrahim At Taimy rahimahullah mengatakan: Jika engkau melihat seseorang yang meremehkan untuk mendapatkan takbiratul ihram, maka berlepas dirilah darinya.(Yakni tidak ada kebaikan padanya)
سير أعلام النبلاء" (5/84)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 وكان وكيع بن الجراح رحمه الله يقول :
" من لم يدرك التكبيرة الأولى فلا ترجُ خيره".

Waki' Ibnul Jarroh rahimahullah mengatakan: Barangsiapa yang tidak mendapatkan takbiratul ihram, maka jangan engkau harapkan kebaikannya.
البيهقي في "شعب الإيمان" 3/74)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 وقال سفيان بن عيينة رحمه الله :
" لا تكن مثل عبد السوء، لا يأتي حتى يُدعَى" .

Sufyan bin Uyainah rahimahullah mengatakan: Janganlah kamu seperti budak kejelekan, yakni dia tidak mau datang sebelum diundang (iqomah).
التبصرة لابن الجوزي (131) .

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

 وعن أبي حرملة عن ابن المسيب رحمه الله قال :
"ما فاتتني التكبيرة الأولى منذ خمسين، وما نظرت في قفا رجل في الصلاة منذ خمسين سنة" .

Dari Abu Harmalah dari Ibnul Musayyab rahimahullah, beliau menuturkan: Aku tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram semenjak 50 tahun. Dan aku tidak pernah melihat tengkuk seseorang dalam sholat semenjak 50 tahun.
Maksudnya adalah beliau senantiasa sholat di shof pertama
السير (4/30). يعني أنه كان يصلي في الصف الأول

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
للعبد بين يدي الله موقفان:
موقف بين يديه في الصلاة
وموقف بين يديه يوم لقائه.
فمن قام بحق الموقف الأول هون عليه في الموقف الآخر، ومن استهان بهذا الموقف ولم يوفه حقه شدد عليه ذلك الموقف

Seorang hamba memiliki 2 kesempatan menghadap Allah.

Pertama: Saat dia salat.
Kedua: Saat pertemuan dengan-Nya di hari kiamat kelak.

Maka barang siapa yang menunaikan hak kesempatan pertama, akan ringan baginya pertemuan yang kedua.
Dan sebaliknya barang siapa yang meremehkan kesempatan pertama, akan berat baginya pada pertemuan yang kedua.
الفوائد لإبن القيم رحمه الله(273)

Alih bahasa: Syabab salafy solo

WA.Salafy Solo

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia;


***
1. SURABAYA

Jum’at, 29 Syawwal 1436 H / 14 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Afifuddin
as Sidawy حفظه الله تعالى  – ADABUL MUFRAD Download Audio di Sini
*
Sabtu, 30 Syawwal 1436 H / 15 Agustus 2015M

Al Ustadz Agus Su’aidy حفظه الله تعالى  – KITAB RIYADHUS SHALIHIN ~ Download Audio di Sini
***
2. PURBALINGGA

Jum’at, 29 Syawwal 1436 H / 14 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله تعالى

Faidah Ibdah Haji ~ Download Audio di Sini
Beriman Kepada Hari Akhir ~ Download Audio di Sini
***
3. PERAWANG – RIAU

Jum’at-Ahad, 29 Syawwal – 1 Dzulqa’dah 1436/ 14-16 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari حفظه الله تعالى  – PEMBATAL-PEMBATAL KEISLAMAN

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5a ~ Download Audio di Sini
Sesi 5b ~ Download Audio di Sini
Sesi 6 ~ Download Audio di Sini
Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari حفظه الله تعالى  – HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
+ Nasehat Pernikahan ~ Download Audio di Sini
***
4. INDRAMAYU

Sabtu, 30 Syawwal 1436 H / 15 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله تعالى  – USHULU DAKWAH SALAFIYYAH ~ Download Audio di Sini
***
5. CIMAHI

Sabtu, 30 Syawwal 1436 H / 15 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Yasir Wildan حفظه الله تعالى  – KITAB RIYADHUS SHALIHIN (Bab 12. Hasungan Untuk Memperbanyak Kebaikan di Akhir Umur – Pertemuan ke 2) ~ Download Audio di Sini
***
5. PINRANG – MAKASSAR

Sabtu-Ahad, 30 Syawwal -1 Dzulqa’da 1436 H / 15-16 Agustus 2015M

Al Ustadz Usamah Mahri حفظه الله تعالى  – GERAKAN RADIKALISME ANCAMAN BAGI UMAT DAN NEGARA

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Maghrib – Masjid Raya ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Subuh – Masjid Aressia ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 (TJ) ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Maghrib – Masjid Aressia ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Subuh – Masjid Aressia ~ Download Audio di Sini
***
6. CIREBON

Ahad, 1 Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله تعالى  –

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
***
7. SELAGALAS – MATARAM – NTB

Ahad, 1 Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M

Al Ustadz Hamzah bin Rifa’i la Firlas حفظه الله تعالى  – ERATKAN UKHUWAH DI ATAS SUNNAH ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Maghrib ~ Download Audio di Sini
***
8. DENPASAR

Ahad, 1 Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M || Musholla Al Ghuroba Denpasar

Al Ustadz Salman حفظه الله تعالى  – TAFSIR AS SA’DY ~ Download Audio di Sini
***
9. SUKOHARJO – JATENG

Senin, 2 Dzulqa’da 1436 H / 17 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله تعالى  – ADAKAH SALAFY MUR’JIAH

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
10. KENDARI – SULTRA

Ahad, Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M

Al Ustadz Abu Ukkasyah Kholid حفظه الله تعالى  – Download Audio di Sini
***
12. SEMARANG – JATENG

Jum’at, 29 Syawwal 1436 H / 14 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Isnadi حفظه الله تعالى  – UNTUKMU MUSLIMAH KUPERSEMBAHKAN NASEHATKU ~ Download Audio di Sini
***
13. TEGAL – JATENG

Ahad, Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M

Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله تعالى
~ Download Audio di Sini
+ Khutbah Jum’at ~ Download Audio di Sini
***
14. PANGKALAN BUN – KALTENG

Ahad, Dzulqa’da 1436 H / 16 Agustus 2015M

Al Ustadz Shodiqun Ambon  حفظه الله تعالى
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Maghrib ~ Download Audio di Sini
+ Taushiyyah Ba’da Subuh  ~ Download Audio di Sini
***
————
Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaakhumullahu Khairaan

Rabu, 19 Agustus 2015

INILAH MUHAMMAD AL-IMAM


Ditulis Oleh:
Asy-Syaikh 'Arofat bin Hasan al-Muhammady -hafidzahullah-
1⃣ Muhammad al-Imam berkhidmat untuk kaum Hutsi (Rafidah) dengan khidmat yang tiada bandingannya.
Dia membukakan jalan untuk mereka...
▪Maka dia berfatwa untuk meletakkan senjata,
▪Menyerahkan kota-kota kepada mereka.
▪Dia mentahdzir asy-Syaikh Hani’,  karena beliau menggerakkan jihad melawan Hutsi.

❗Lalu setelah itu al-Imam membual dengan bangga mengatakan,
ﺃﻧﺎ ﻣﻀﻄـــــــﺮ

“Saya terdesak/terpaksa.”

2⃣ Muhammad Al-Imam berkhutbah dengan khutbah yang lantang, di dalamnya dia mengatakan bahwa,

ﺃﻥ ﻗـــــﺘﺎﻝ ﺍﻟﺤــــﻮﺛﺔ ﻓﺘﻨـــﺔ

"MEMERANGI HUTSI (Rafidhah)  adalah FITNAH"

Setelah kemenangan salafiyun, dia berkata:

انتصـــــارات إلى جــــهنـــم

“KEMENANGAN MENUJU JAHANNAM.!!!”

Demikianlah,
▪dia terus menjalin hubungan dengan para pembesar Hutsi,
▪dan mencela pasukan koalisi (dalam operasi Asifatul Hazm pimpinan Saudi, pen), dengan mengatakan bahwa mereka adalah pembunuh.

3⃣ Sejelek-jelek manusia adalah hutsi, mereka lebih najis dan lebih kafir daripada kaum Tartar.

Hutsi telah melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin yang belum pernah diperbuat Tartar, dengan atas nama Islam.

ﻭﻣﺤﻤﺪ ﺍﻹ‌ﻣﺎﻡ ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻭﺍﻹ‌ﺧﻮﺓ ﺍﻹ‌ﻳﻤﺎﻧﻴﺔ

Namun,  Muhammad Al-Imam mempersaksikan mereka dengan keislaman dan persaudaraan keimanan.

4⃣ Hutsi (Rafidah) memerangi kaum muslimin di muka bumi dengan senjata-senjata berat, sedangkan Muhammad Al-Imam ikut berperang bersama mereka (Hutsi) dari atas mimbar!!
▪Ketika masjid-masjid hutsi diledakkan oleh Daisy (Teroris ISIS*) maka Muhammad al-Imam menjerit demi membela Hutsi.
▪Namun,  ketika Hutsi kalah, dia berteriak (sambil menangis).

---------------
* Teroris ISIS ini juga yang bertanggung jawab atas teror pengeboman di Masjid militer Saudi Arabia (catatan tambahan redaksi).

5⃣ Al-‘Alamah al-Wadi’i telah berwasiat untuk mendirikan markiz-markiz (ma’had-ma’had ilmu,  pen) dalam rangka menegakkan As-Sunnah, dan memerangi kesyirikan bukan dalam rangka bermegah-megahan..
Barokah hanyalah datang dari Allah dan orang yang benar adalah orang yang diberi taufiq oleh Allah.
Kita berlindung kepada Allah dari penyimpangan setelah istiqamah sebelumnya.

6⃣ Al-Imam telah terjatuh dalam dua watsiqah (perjanjian) :

    ➊ Watsiqah yang mempersaksikan Hutsi (Rafidhah) dengan iman, dan membolehkan kebebasan berfikir,

    ➋ Watsiqah untuk memperingatkan (mentahdzir) seorang salafy yang dizhalimi yang tidak ada salah padanya kecuali karena dia telah menggerakkan semangat untuk memerangi Hutsi berdasarkan fatwa ulama.

7⃣ Muhammad al-Imam menasihatkan supaya tidak membicarakan fitnah, dalam keadaan dia sendiri adalah orang yang paling sering masuk dalam fitnah, bahkan dia menandatangani poin-poin perjanjian kekufuran.

ﻭﺗﺄﺻﻴﻼ‌ﺗﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺟﻌﻠﺖ ﺃﺗﺒﺎﻋﻪ ﺣﻴﺎﺭﻯ ﻣﻀﻄﺮﺑﻴﻦ ﻛﺄﻧﻬﻢ ﻳﻌﻴﺸﻮﻥ ﻓﻲ ﻛﻮﻛﺐ ﺁﺧﺮ

Prinsip-prinsipnya dalam menyikapi fitnah, membuat bingung pengikutnya dan goncang seakan mereka hidup di planet lain.

8⃣ Dahulu para Thalabah Dammaj menolak berbagai kebid’ahan dan kezhaliman al-Hajuri, namun mereka tidak mampu menampakkannya terang-terangan karena khawatir diusir dari Dammaj.
 Begitupula sikap mereka terhadap Muhammad al-Imam, tidak mampu terang-terangan karena khawatir diusir dan tidak diberi bantuan dana.

9⃣ Para pengekor Muhammad Al-Imam telah menipu diri-diri mereka sendiri dengan menyatakan bahwa fulan dan fulan bersama kami.

ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺤﺰﺑﻴﺔ ﺍﻟﺘﻌﻠﻖ ﺑﺎﻷ‌ﺷﺨﺎﺹ ﻣﻊ ﻇﻬﻮﺭ ﺍﻷ‌ﺩﻟﺔ
Ini adalah ciri-ciri hizbiyyun, yaitu selalu terikat/bergantung pada tokoh-tokoh/sosok-sosok tertentu, padahal telah tampak dalil/bukti-bukti (akan kebatilannya).
⚡Datanglah bantahan Asy-Syaikh Muhammad Al-Madkhali laksana PETIR.

 Mereka (Muhammad Al-Imam dan para pengikutnya) mengira bahwa DIAMNYA SEBAGIAN ulama adalah tanda SETUJU dengan mereka.
Mereka tidak mengerti kesabaran para ulama.

Ketika telah diterima (bantahan) ke tangan Al-Imam keluarlah kertas penjelasan yang sangat lemah, dia mengatakan,

ﻻ‌ﺃﻗﺼﺪ ﻻ‌ﺃﻋﻨﻲ

“Aku tidak bermaksud itu…. Aku tidak memaukan itu… “
Ini adalah jalan ahlul ahwa (pengekor hawa nafsu).

 @Arafatbinhassan

Sumber:Majmu'ah Manhajul Anbiya

Rabu, 12 Agustus 2015

Kejujuran Imam Syafi'i


Imam asy-Syafi rahimahullah sebelum berangkat belajar ke Madinah belajar kepada Imam Malik rahimahullah
, beliau berkata Ibu nya : "Wahai ibu, berilah saya nasehat !"

Ibunya berkata : "Wahai anak ku, berjanjilah kepada ku untuk tidak berdusta."

Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata : "Saya berjanji kepada Allah lalu kepada mu untuk tidak berdusta."

Beliau waktu usia nya masih kecil, dibekali oleh ibu nya uang 400 dirham.. Beliau menaiki hewan tunggangan nya dan keluar bersama rombongan menuju Madinah, Imam asy-Syafi menyimpan uang itu didalam sebuah kantong yang ia jahit disela - sela bajunya..

Ditengah - tengah perjalanan ada rampok yang merampas seluruh harta rombongan tersebut, tatkala sampai dihadapan Imam asy-Syafi'i yang masih kecil, para perampok itu bertanya : "Apakah kamu membawa uang ??"

Imam asy-Syafi'i yang masih kecil ini menjawab : "IYA"

Perampok : "Berapa ??"

Asy-Syafi'i : "Saya membawa uang 400 dirham."

Para perampok tersebut tertawa sambil mengejek beliau dan berkata : "Pergilah, apakah kamu hendak mengolok - olok kami ??" Pergilah sana. Apakah orang seperti mu membawa uang sebanyak empat ratus dirham ??" (kata para perampok dengan tidak percaya).

Kemudian asy-Syafi'i berhenti disamping rombongan kafilah yang dirampok. Pemimpin rampok berkata kepada anak buah nya : "Apakah kalian telah mengambil semuanya ??"

Mereka menjawab : "Ya"

Pemimpin rampok : "Apakah kalian tidak meninggalkan seorang pun ??"

Mereka (anak buah) menjawab : "Tidak, kecuali seorang anak kecil yang mengaku telah membawa uang sebanyak 400 dirham, namun anak tersebut gila atau hanya ingin mengolok - olok kita, sehingga kami pun menyuruhnya pergi."

Pemimpin rampok berkata : "Bawa anak itu kemari."

Mereka pun membawa Syafi'i kecil. Kemudian pemimpin rampok itu bertanya kepada beliau : "Apakah kamu membawa uang, wahai anak kecil ??"

Syafi'i kecil menjawab : "Ya"

Pemimpin Rampok berkata : "Berapa uang yang kamu bawa??"

Syafi'i kecil : "Empat ratus dirham."

Pemimpin perampok itu bertanya lagi: "Dimana uang itu ??"

Lalu Syafi'i kecil mengeluarkan uang tersebut dari balik pakian nya dan menyerahkan nya kepada pemimpin kawanan perampok tersebut..

Pemimpin rampok itu menuangkan uang - uang tersebut kepangkuan nya, lalu ia memandangi syafi'i kecil dengan keheranan dan berkata : "Kenapa kamu jujur kepada ku ketika aku tadi bertanya kepada mu, dan kamu tidak berdusta kepadaku, padahal kamu tahu bahwa uang mu akan hilang ??"

Syafi'i pun menjawab : "Saya jujur kepada mu karena saya telah berjanji kepada ibu ku untuk tidak berdusta kepada siapa pun."

Mendengar penuturan Syafi'i kecil itu, tiba - tiba tangan pemimpin rampok itu berhenti memain - mainkan uang 400 dirham tersebut, karena hatinya telah bergetar karena hidayah dari Allah..

Lalu pemimpin rampok itu berkata sambil mengembalikan uang tersebut kepada Syafi'i kecil : "Ambillah uang mu, kamu takut untuk mengkhianati janji mu kepada ibu mu, sedangkan aku tidak takut berkhianat kepada janji Allah Subhanhu wa ta'ala ?? Pergilah, wahai anak kecil dalam keadaan aman dan tenang, karena aku telah bertaubat kepada Zat yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang melalui kedua tangan mu dengan taubat ini dan aku tidak akan pernah mendurhakai-Nyalagi selamanya."

Kemudian pemimpin kawanan perampok itu memandang anak buahnya dan berkata :

إنّ الله يامركم أن تؤدّوا الأمانات إلى أهلها

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerima nya..." [An-Nisa ayat 58].

Lalu anak buahnya berkata sambil membawa harta dan berbagai perhiasan rombongan kafilah yang mereka rampok tadi dan mengembalikan nya, dan mereka berkata kepada pemimpin mereka : "Wahai tuan kami, anda telah bertaubat dengan Zat Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang, sedangkan anda adalah pemimpin kami. Oleh karena itu kami lebih pantas untuk bertaubat daripada anda."

Akhirnya mereka semua bertaubat kepada Allah, lewat kejujuran Imam asy-Syafi'i kecil..

Diringkas dan disadur dari buku Biografi Imam Syafi'i hal 17-20, Abdul Aziz asy-Syinawi.

Judul aslinya Al-Aimmah Al-Arba'ah Hayatuhum Mawaqifuhum Ara'ahum Qadhiyusy Syariah al-Imam asy-Syafi'i]

Majmu'ah salafiyyah margasari