Senin, 08 Februari 2016

Ahlul Bid'ah Lebih Jelek Dari Pencuri, Kalau Pencuri Itu Mengambil Harta Duniamu, Adapun Ini (Ahlul Bid'ah) Mencuri Agamamu



Berkata Asy Syaikh Robi' bin Hadi Al Madkholi hafizhohullohu ta'ala:

“...Lalu ya ikhwah, Sebagian manusia tidak tahu apa itu ghibah dan apa itu nasihat.

Adapun ghibah haram selamanya dan nasihat itu wajib.

Maka apabila seseorang mentahdzir ahlul bid'ah ini adalah mujahid yang menasihati umat.
Dan apabila seseorang diam dari kebid'ahan dengan alasan dia tidak mau mengghibahi ahlul bid'ah, maka ini adalah pengkhianat, penipu, ini bukan (termasuk) waro' (kehati-hatian).

Terkadang rancu baginya dan syaithon merancukannya, bahwa pembicaraan tentang manusia yang mubtadi' yang menyeru kepada bid'ah dan kesesatan, itu adalah ghibah! ini adalah waro' syaithoni, waronya para penipu, pengkhianat yang tidak menasihati kaum muslimin.

Dan Alloh telah mengambil (janji) kita untuk menyampaikan ajaran-Nya dan jangan kita takut kecuali kepada Alloh tabaroka wa ta'ala.

Dan Ar Rosul shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan nasihat ("Ad Diinu Nasihat". Kita (para shohabat) katakan: Untuk siapa?, "Untuk Alloh dan kitab-Nya dan Rosul-Nya dan pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan masyarakatnya.").

Maka apakah termasuk nasihat kalau ada pencuri mau mengambil harta seseorang sementara itu kamu melihatnya lalu engkau katakan :

" Demi Alloh,aku tidak sanggup mengghibahinya, aku tidak ingin menyakitinya, aku akan biarkan saja dia (pencuri itu) mengambil apa saja yg dia mau ? "

Ahlul bid'ah lebih jelek dari pencuri, kalau pencuri itu mengambil harta duniamu,adapun ini (ahlul bid'ah) mencuri agamamu, mencuri aqidahmu, merusak akalmu, merusak yang tersembunyi darimu (keyakinanmu), maka dia (ahlul bid'ah) lebih utama untuk dinasihati (umat) dan ditahdzir (darinya). Aku harap jangan dibolak-balik perkaranya, jangan sampai ahlul bid'ah dan sesat merancukan kita.

(Fatawa Asy Syaikh Robi' 2/433-434)

Faedah dari : Ustadz Abu Bakar al Jakarty Ambon

http://forumsalafy.net

WA Salafy Kolaka

Jumat, 05 Februari 2016

FATWA SYAIKH RABI BIN HADY AL-MADKHALY HAFIZHAHULLAH { HARUS MENJELASKAN RADIO RODJA KEPADA ORANG AWAM }




️Disampaikan Oleh Al-Ustadz Abu 'Abdillah Luqman bin Muhammad Ba'abduh hafizhahullah

Pertanyaannya bagaimana jika ada orang awam yang bertanya tentang Rodja tv. Apakah harus menjelaskannya?


Jawabannya:

Na’am. Syaikh Rabi’ menjawab seperti itu. Na’am.Asy-Syaikh Rabi’ mengatakan-ketika ditanya tentang radio Rodja. Dan telah mendapatkan penjelasan siapa para pengelola radio Rodja. Jadi Syaikh sudah tahu siapa mereka. Dan akhirnya Syaikh mengatakan sebagai kesimpulan nasehat di hadapan asatidzah di bulan Ramadhan tahun yang sebelumnya -ada kurang lebih eee … 12 sampai 15 ustadz yang hadir.

Syaikh menyatakan dan itu terekam:

الذي يحترم عقيدته ومنهجه لا يسمع هذه الإذاعة.والذي لا يبال بمنهجه و عقيدته فليسمع.وأنا أنصح السلفيين بترك سماع هذه الإذاعة

️“Barang siapa yang mau menghormati, menghargai manhajnya dan aqidahnya,aqidah dia sendiri,manhaj dia sendiri,hendaknya dia tidak mendengarkan siaran radio Rodja. Tapi barang siapa yang gak peduli terhadap manhajnya, keselamatan aqidahnya, maka silakan. Tapi saya menasehati ikhwan untuk meninggalkan radio ini.”

⁉️Kemudian ada yang tanya dari beberapa yang membela radio Rodja itu: ”Ya Syaikh, apakah kita mengingatkan atau mentahdzir orang awam dari radio ini?”

“Na’am” kata Syaikh. Diingatkan walaupun dia orang awam. Sebagaimana dahulu Salaf mengingatkan orang awam dari bahaya ahlul bid’ah yang ada pada zaman tersebut.

Na’am. Barokallohu fikum.

Ini jawaban Syaikh Rabi’. Maka diingatkan. Tentunya dengan hikmah. Antum jelaskan dengan baik kepada dia. Jelaskan dengan hikmah. Na’am.

—----------
Link Audio: http://bit.ly/1YJlty3 (Durasi: 1:51)

Ahad, 9 Dzulqa'dah 1434H ~ 15.09.2013 M | Masjid Zaadul Ma'aad, Ponpes Ibnul Qoyyim, Balikpapan

 Sumber: http://forumsalafy[.]net/apakah-boleh-orang-awwam-menonton-tv-rodja/

Edisi مجموعة الأخوة السلفية ✧[-✪MUS✪-]✧
Klik “JOIN” http://bit.ly/ukhuwahsalaf


_______________


Untukmu Yang Masih Bertanya Tentang Radio Rodja

Sebenarnya penjelasan tentang pertanyaan radio rodja sudah dijelaskan oleh ustadz-ustadz kita diantaranya oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewwed, Ustadz Luqman Ba’abduh, Ustadz Usamah Mahri, Ustadz Afifudin dan yang lainnya yang dengan mudah kita bisa mendengarkan via internet Alhamdulillah. Dan jawaban mereka cukup insya Allah bagi yang ingin mengetahui tentang radio rodja. Namun berhubung pertanyaan ini masih terdengar ditanyakan oleh sebagian ikhwah  kepada  Asatidzah oleh karena itulah pada kesempatan ini saya  yang ingin mengatakan bagi orang yang bertanya tentang radio rodja bahwa cukup bagi kita untuk mendengarkan kajian, muhadhoroh ustadz-ustadz kita. Apa yang ada dari ilmu, faedah, pembahasan yang dibahas oleh pengisi radio rodja ada pada ustadz-ustdaz kita dan apa yang ada pada ustadz-ustadz kita tidak ada pada para pengisi rodja (dan itu semua karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang Allah kehendaki). Apa yang ada pada ustadz-ustadz kita dan tidak ada pada para pengisi Rodja di antaranya adalah apa yang saya akan sebutkan di bawah ini :

1. Ustadz-ustadz kita Alhamdulillah sangat menjaga pergaulan mereka, mereka tidak bergaul dengan ahlu bid’ah, hizbiyyin, orang-orang menyimpang, yayasan hizbi atau satu organisasi dan satu wadah dengannya. Dan seperti inilah manhaj yang haq manhaj ahlus sunnah. Mari kita simak perkataan a’imah salaf (para Imam Salaf) yang dai-dai rodja mengaku mengikuti mereka..! Tetapi praktek dan amalannya menyelisihi bahkan bertolak belakang dengan pengakuannya.

Berkata Abu Qilabah Rahimahullah :

لا تجالسوا أهل الأهواء ، ولا تجادلوهم ، فإني لا آمن أن يغمسوكم في الضلالة ، أو يلبسوا عليكم في الدين بعض ما لبس عليهم

“Janganlah kalian duduk bersama ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah –ed) dan janganlah mendebat mereka dikarenakan sesungguhnya aku tidak merasa aman mereka menjerumuskan (menenggelamkan) kesesatan kepada kalian atau menyamarkan (merancukan –ed) kepada kalian perkara agama, sebagian perkara agama, sebagian perkara agama yang mereka samarkan.” (Asyari’ah Al-Ajuri : 56 – Al Ibnah Ibnu Bathah : 2/437)

قال إسماعيل بن خارجة يحدث قال : دخل رجلان على محمد بن سيرين من أهل الأهواء ، فقالا : يا أبا بكر نحدثك بحديث ؟ قال : لا قالا : فنقرأ عليك آية من كتاب الله عز وجل ؟ قال : لا ، لتقومن عني أو لأقومن

Ismail bin Khorijah menceritakan, beliau berkata : “Dua orang dari ahlu ahwa’ (ahlu bid’ah) masuk menemui Muhammad bin Siriin mereka berdua berkata : ‘Wahai Abu Bakar, kami akan menyampaikan satu hadits kepadamu?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak.’ Berkata lagi dua orang tersebut : ‘Kami akan membacakan satu ayat kepadamu dari Kitabullah (al-Qur’an) Azza Wajjala?’ Berkata (Ibnu Siriin) : ‘Tidak. Kalian pergi dariku atau aku yang pergi.’” (Asyari’ah Al-Ajuri : 57 – Al Ibanah Ibnu Bathah : 2/446)

Berkata Imam Al Barbahari Rahimahullah:

فاحذر ثم احذر أهل زمانك خاصة وانظر من تجالس وممن تسمع ومن تصحب فإن الخلق كأنهم في ردة إلا من عصم الله منهم

“Berhati-hatilah dan berhati-hatilah kepada orang-orang yang hidup sezaman denganmu secara khusus, dan lihatlah siapa teman dudukmu, dan dari siapa engkau mendengar dan dengan siapa engkau berteman, dikarenakan manusia hampir saja menjadi murtad dari agamanya karena sebab teman bergaulnya kecuali orang yang Allah jaga.” (Syarh Sunnah Lilbarbahari)

Adapun dai-dai rodja maka mereka bergaul, berteman, bermuamalah dengan yayasan hizbi, ahlu bid’ah, dan orang-orang yang menyimpang. Seperti Abu Qatadah, Zaenal Abidin LC, Khalid Syamhudi LC dan yang lainnya yang menjadi da’i dan pengisi Yayasan Hizbi Al-Sofwa Lenteng Agung Jakarta, lihat juga bagaimana kelakuan Abu Qatadah yang mengisi bareng, duduk berdampingan satu meja dengan Hartono Ahmad Jaiz, Amin Jamaludin di DDII dengan Tema : “Aliran dan Paham Sesat di Indonesia” yang ketika itu ana masih ingat  (ketika masih ngaji dengan mereka) Amin Jamaludin berbicara membolehkan demonstrasi pada majelis tersebut. Begitu juga Abu Qatadah merekrut ustadz yang pernah belajar di Abul Hasan Al-Misri yang para ulama telah memvonisnya sebagai hizbi, mubtadi’ dan ustadz tersebut belum bertaubat darinya dan belum lama ini pun (belum ada satu tahun) Abu Qatadah menerima orang yang baru pulang setelah belajar 7 tahun di Markaznya Abul Hasan Al Misri di Yaman diterima dan disambut untuk mengajar di pondoknya sampai sekarang. Di samping itu Abu Qatadah menyalurkan dana ihyaut turats kepada pondok yang bermanhaj khawarij, Pondok Al-Muaddib Cilacap yang di pimpin oleh mertuanya seorang teroris bernama Nurdin M. Top yang bernama Baridin.  Begitu juga Yazid Jawwas dan kawan-kawannya berkerja sama dengan salah seorang pembesar ikhwani DR. Hidayat Nurwahid, sama seorang hizbi Farid Okbah, sama sesepuh sururi dan orang yang ditokohkan oleh HASMI (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islam) Taufiq Shalih Al Katsiri dalam muraja’ah tafsir ibnu katsir jilid 1 Pustaka Imam Syafi’i. Tak ketinggalan Abdul Hakim bin Amir Abdat di antara penyimpanggnya dia mengisi satu majelis dengan pembesar atau seseorang yang di Syaikhkan dari ihyaut turats Kuwait di Malaysia. Dan contoh-contoh lainnya yang sangat banyak yang hal ini merupakan manhaj da’i-da’i rodja sepanjang yang saya ketahui. Dan apa  yang mereka lakukan bukanlah sekedar kesalahan “manusiawi“ (seperti lupa, atau tidak tahu itu seorang hizbi, atau seorang yang menyimpang, ahlu bid’ah atau diundang ngisi tanpa tahu ada pembicara selain dirinya ternyata ada pembicara lain dari kalangan orang-orang yang menyimpang atau ahlu bid’ah atau kesalahan yang mereka telah ruju’ darinya dan lain-lain) tidak, tetapi yang saya sebutkan ini adalah manhaj mereka. Mereka tahu penyimpangan Ihyaut Turats, Al-Sofwa, DDII, Al-Irsyad, L-Data, Taruna Al-Qur’an, Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al-Misri, Thariq Suwaidan, Hidayat Nurwahid, Amin Jamaluddin, Taufiq Shalih Al-Katsiri, Yusuf Utsman Ba’isa dan yang lainnya tetapi mereka tetap bermuamalah dengan mereka bahkan membela sebagian mereka.Wallahu musta’an.


2. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita,  sikap mereka tegas dengan ahlu bid’ah apalagi sama tokoh dan para pembesarnya, hal ini bisa kita lihat dan dengarkan dalam ceramah-ceramah mereka dalam muhadhoroh-muhadhoroh mereka yang tak jarang memberi peringatan kepada ummat dari bahaya ahlu bid’ah. Hal ini yang tidak ada pada mereka (ustadz-ustadz rodja), secara umum pengisi radio rodja -sebatas yang ana tahu- plintat plintut dalam menyikapi sebagian ahlu bid’ah, tidak membantahnya atau diam atas penyimpangan mereka, seperti tidak membantah atau diam atas penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq, Abul Hasan Al Misri dan yang lainya sebagaimana diamnya Firanda MA, Abdullah Taslim MA dan  selainnya atas kesesatan dan penyimpangan Abdurrahman Abdul Khaliq dan Yayasan Ihyaut Turats yang mereka berdua mengaku mengetahui dan mempunyai bukti-bukti kesesatan Abdurrahman Abdul Khaliq dan penyimpangan yang ada di tubuh Ihyaut Turats. Bahkan salah seorang dari pembicara rutin radio rodja yaitu Ali Subana malah memuji seorang ahlu bid’ah dan bahkan pembesar ahlu bid’ah pada zaman ini yaitu DR. Yusuf Al-Qardhawi. Sebagaimana hal ini diceritakan oleh salah seorang ikhwan (Abu Aisyah) yang dulu pernah tinggal bersama keluarganya di Qatar dan dia ikut majelisnya Ali Subana di sana. Suatu ketika Ali Subana pernah ditanya tentang Yusuf Qardhawi dengan pertanyaan, ‘Siapakah Yusuf Qardhawi?’ Kata seorang penanya yang ikut di majelisnya di Qatar, lalu Ali Subana menjawab,“Yusuf Qardhawi termasuk ulama pada abad ini.” Lalu ikhwan kita ini berkata ketika menceritakannya kepada saya : “Ana mendengar sendiri dengan telinga ana bahwa Ali Subana menjawab seperti itu.”

Atau cerita salah seorang ikhwan dari Jakarta yang baru saja mengenal ta’lim satu sampai dua tahun yang pernah bertanya kepada ana tentang radio rodja, lalu ana jelaskan tentang pemateri di radio Rodja sampai tentang Ali Subana yang memuji Yusuf Qardhawi lalu ia pun berkata: “Ia.., ana pernah dengar di radio rodja Ali Subana menukilkan perkataan Yusuf Qardhawi ana pun kaget setahu ana Yusuf Qardhawi sesat.”

Insya Allah kita semua tahu siapa DR. Yusuf Qardhawi, seorang tokoh dan pembesar ikhwanul muslimin, seorang tokoh sesat yang sangat terkenal yang sangat jelas kesesatannya, kalau yang seperti ini saja masih direkomendasi sama salah seorang dari pembicara radio Rodja lalu bagaimana dengan tokoh sesat  dan menyimpang lainnya..?! Di antaranya seperti Ali Hasan bin Abdul Hamid dan Salim bin Ied Al-Hilali jelas lebih mereka rekomendasi dan bela walaupun para ulama telah menjarhnya dan sebagian telah mentabdi’nya.

3. Alhamdulillah ustadz-ustadz kita tidak ada yang mengambil dana dari yayasan hizbi penyebar manhaj khawarij Ihyaut Turats bahkan ustadz-ustadz kita memperingatkan dari bahaya bermuamalah dengan Ihyaut Turats dan bahaya pendirinya yaitu Abdurrahman Abdul Khaliq adapun sebagian mereka mengambil bahkan menjadi gembong dan kaki tangan dari yayasan hizbi Ihyaut Thurats seperti Abu Qatadah dan Abu Nida LC. Dan lihat juga kelakuan salah satu pembicara radio rodja yang bernama Firanda MA. yang membela mati-matian yayasan hizbi Ihyaut Turats, padahal dalam banyak kesempatan dia dan Abdullah Taslim MA. mengakui bahwasanya dia mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats dan mempunyai data-data penyimpangannya, sekarang kita tanyakan kepada mereka Firanda dan Abdullah Taslim yang keduanya menjadi pembicara radio rodja, “Mana bantahan kalian terhadap Abdurahman Abdul Khaliq atau Ihyaut Turats atau Al Sofwa dalam ceramah, muhadoroh, dan tulisan-tulisan kalian..?! Bukankah kalian mengetahui penyimpangan Ihyaut Turats, Abdurahaman Abdul Khaliq sebagaimana pengakuan kalian sendiri, lalu mana pengamalanmu pada hadits ini wahai Firanda..?! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, maka apabila tidak bisa ubahlah dengan lisannya, maka apabila tidak bisa maka dengan hatinya yang demikian selemah-lemah iman” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al Khudry)

Justru kalian malah membantah orang yang membantah ihyaut turats dan Abdurhaman Abdul Khaliq. Katanya kalian tahu tentang penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan ihyaut turats, lalu kenapa tidak membantah, menjelaskan penyimpangan orang yang melakukan penyimpangan (Abdurrahaman Abdul Khaliq) supaya ummat secara sebab selamat dari bahaya penyimpangan mereka, kok malah membantah orang yang membantah penyimpangan Abdurahman Abdul Khaliq dan Ihyaut Turats. Kemana akal sehatmu wahai Firanda..!

4. Ustadz-ustdaz kita Alhamdulillah menjaga pakaiannya dan adab-adabnya dengan memakai sarung atau jubah di kesehariannya, adapun sebagian mereka (pengisi) radio rodja tidak sedikit yang memakai banthalun, atau bahkan celana yang agak ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh mereka (maaf –pantat mereka-) bahkan ketika shalat dan ta’lim. Saya punya pengalaman buruk ketika masih ikut ta’lim dengan salah satu pengisi radio rodja tentang celana banthalun, yang saya malu untuk menceritakannya di sini. Wallahu musta’an

Inilah sedikit penjelasan dari saya untuk saudaraku yang bertanya tentang radio rodja yaitu untuk mencukupkan dengan mendengar kajian ustadz-ustadz kita karena apa yang ada pada pengisi radio rodja dari ilmu dan faedah ada pada ustadz-ustadz kita dan sebaliknya apa yang ada pada ustadz-ustadz kita (yang telah saya sebutkan di atas) tidak ada pada ustadz-ustadz rodja. Selain dari itu sama-sama kita ketahui dari perkataan Ibnu Siriin yang Insya Allah menutup “perjumpaan kita”, yang beliau berkata :

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

“Sesunguhnya ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah oleh kalian dari siapa kalian mengambil agama kalian.”

Dan perkataan Syaikh ‘Abdullah Mar’i Hafidzahullah : “Jangan sampai mereka yang dulunya salafiyyin (ketika mendengar radio rodja –ed) menjadi Khalafiyyin (orang menyelisihi manhaj salaf –ed)” (sumber : rekaman pertemuan Tanah Abang Jakarta) .

Wallahu muwwafiq

Ditulis oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir

Sumber: http://tauhiddansyirik.wordpress.com/2011/12/27/untukmu-yang-masih-bertanya-tentang-radio-rodja-3/

http://tukpencarialhaq.com/2012/01/22/untukmu-yang-masih-bertanya-tentang-radio-rodja/

Maka, WASPADALAH DARI UCAPAN YANG MENYESATKAN " Silakan Membaca Kitab Apa Saja, Mendengar Dari Banyak Orang, YANG BENAR KITA AMBIL, YANG BATHIL KITA TOLAK "




Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,

"Agama itu tidak diambil dari mulabbisin (orang-orang yang membikin rancu pemahaman) yang mengaku-ngaku saja,

Tidak pula dari orang yang jelas-jelas berada dalam kesesatan.

Namun, ilmu itu diambil dari AHLUL ILMI YANG TERPERCAYA, ADIL, berloyal/saling mencinta karena Allah, saling membenci karena Allah, menolak kebatilan, dan mengajak kepada al-Haq dan hidayah yang lurus.

Maka mereka (pencari ilmu) hendaknya memilih, bertatsabbut (memastikan/kroscek), dan tidak tergesa-gesa mendengar dan membaca (karya) semua yang datang dan tampil.

Karena banyak dari mereka (para pencari ilmu) masih dalam marhalah (tingkatan) pemula, belum bisa membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Maka jika mereka membaca (karya) orang-orang semisal yang aku sebutkan (di atas), maka orang-orang tersebut akan mengeluarkan mereka dari Manhaj Allah kepada manhaj orang-orang tersebut yang bejat.

Maka, WASPADALAH DARI UCAPAN YANG MENYESATKAN " Silakan Membaca Kitab Apa Saja, Mendengar Dari Banyak Orang, YANG BENAR KITA AMBIL , YANG BATHIL KITA TOLAK "

Dari kitab Daf'i Baghyi 'Adnan
WA Miratsul Anbiya Indonesia


Rabu, 03 Februari 2016

Nasehati Saudaramu Dengan Lembut




Berkata Al-'Allamah Rabi' Bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah :

وإذا اخطأ أخوك فأنصحه باللين وقدم له الحجة والبرهان ينفعه الله بذلك ..
أما ان تجلس وتتربص أن يخطىء فلان وتقوم تشنع هنا وهناك أن فلانا فعل كذا وكذا ، فهذه طرق الشياطين وليست طرق السلفيين .

 بهجة القارىء (107)

" Jika saudaramu melakukan kesalahan maka nasehatilah dia dengan lemah lembut, dan sampaikan kepadanya hujjah dan penjelasan yang semoga Allah عَزَّ وَجَلَّ memberi manfaat dengannya...

Adapun jika engkau duduk sambil menunggu si fulan bersalah, lalu kamu bangkit dan bereaksi keras bahawa fulan telah melakukan ini dan itu,

Maka ini merupakan kaedah syaithan, dan bukan kaedah salafiyin."

 (Bahjatul Qari: 107)

(Faedah dari Telegram Thalab Ilmu Syar'i)

WhatsApp طريق السلف
www.thoriqussalaf.com
telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

PESAN RINGKAS BUAT SEMUA PELAKU BOM BUNUH DIRI



Seandainya sabuk peledak merupakan jalan ringkas menuju syurga, pasti orang yang mengirimmu tidak akan membiarkan dirimu mengambilnya.

Tetapi karena sempurna sudah ketertipuanmu, para dedengkotmu memperalatmu, dan dangkalnya ilmu agamamu, hingga merekapun mengantarkan dirimu ke neraka dengan jalan yang paling pendek.

Ketika ideologi “takfir” (gampang mengkafirkan orang lain) mengalahkan cara berfikir yang sehat, maka fungsi masjid untuk mengumandangkan takbir berubah menjadi tempat peledakan atau pengeboman.

Itu adalah akal-akal yang kita tidak tahu bagaimana bisa dengan mudahnya diyakinkan (baca; ditipu -pent) bahwa syurga berada di atas jasad-jasad kaum Muslimin yang tidak bersalah.

Celaka kalian wahai para pembunuh…



رسالة لكل انتحاري

لو كان الحزام الناسف طريق مختصر للجنّة، ما تركه لك الذي أرسلك.

ولكن تم خداعك واستغلال سذاجتك وقلّة علمك حتى أوصلوك للنار بأقصر الطرق.

حينما يتغلب “التكفير” على “التفكير” تتحول المساجد من”التكبير” إلى “التفجير”

عقول لا ندري كيف تم إقناعها أن الجنّة فوق جثث المسلمين!

سُحقا لكم أيها القتلة…

Saluran Telegram “Rudud Manhajiyyah”

WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

TURUT MENYEBARLUASKAN :
 Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
 Klik ➡️JOIN⬅️ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com


________________



Duhai Seandainya Pengikut Daisy (ISIS) Memahami.

 Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- berkata :

 Jihad disyariatkan di dalam Islam adalah:

 Untuk merahmati makhluk, dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.

 Oleh karenanya di dalam Jihad ada rahmah (kasih sayang) dan ihsan (kebaikan), sampai ketika dalam pertempuran.

Sehingga tidak boleh memotong-motong (memutilasi) korban yang telah terbunuh,

dan tidak boleh membunuh para wanita dan anak-anak,

serta tidak boleh menyiksa dengan menggunakan Api.

 Dan dalam permasalahan-permasalahan ini terdapat pengecualian-pengecualian yang telah dijelaskan oleh para ulama."

 [( Syarh Sunan Abi Dawud (312 )]



ليت الدواعش يفقهون !

قال الشيخ عبد المحسن العباد -حفظه الله

شرع الجهاد في الإسلام :

لرحمة الخلق
ولإخراجهم من الظلمات إلى النور

ولذا ففيه الرحمة والإحسان حتى حال القتال
فلا يجوز التمثيل بالقتلى
ولا يجوز قتل النساء والصبيان
ولا يجوز التحريق بالنار

وفي هذه المسائل استثناءات بينها أهل العلم

[( شـرح سنـن أبي  داود (٣١٦ )]

قناة - ردود منهجــ☟ـة


Abu Fawzy Ibnu Abdirrauf ~ Editor : Ibnu abi Humaidi hafizhahullah
Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
©hannel telegram : http://bit.ly/ashhabussunnah

Selasa, 02 Februari 2016

Senin, 01 Februari 2016

Tipu Daya Syaithon



TIPU DAYA SYAITHON DALAM HAL KEMA'SIATAN

Asy Syeikh Muhammad Bin Sholih Al Utsaimin:

Syaithon terkadang mendatangi manusia dan mebisikkan kepadanya dengan mengecilkan perbuatan ma'siat di matanya.

Tetapi jika ternyata itu adalah dosa yang besar dan sayaithon tidak mampu membuat kecil kema'siatan itu di matanya maka syaithon membujuknya bahwa dia bisa bertaubat darinya, sehingga dia mudah untuk terjatuh kepada dosa yang besar tersebut.

Oleh karena itu hati hati dari tipu daya musuhmu.

Sumber: Tafsir Al Qur'an 3/88

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TIPU DAYA SYAITHON MEMBUAT SESEORANG PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Asy Syeikh Muhammad Bin Gholib hafidzohullah:

 Termasuk dari tipu daya syaithon adalah membuat seseorang putus asa dari rahmat Allah dengan sebab perbuatan ma'siatnya.

Yang mana keadaan ini membuat seseorang terjatuh kepada kema'siatan yang lain sehingga dia menjadi bertambah jauh dari Allah dan semakin bertambah keinginannya untuk berbuat kema'siatan dan dosa.

Kalau seandainya seorang hamba merenungkan kembali maka dia akan mengetahui bahwa Allah mengampuni dosa yang banyak dan membalas sesuatu yang sedikit, dan bahwasannya rahmatNya mendahului kemurkaanNya, dan sungguh rahmatNya meliputi segala sesuatu.

Maka janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah dengan sebab ma'siatnya tetapi hendaknya dia berusaha untuk bertaubat kepada Allah dengan jujur.

Sumber: https://Telegram.me/m_g_alomari

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TIPU DAYA SYAITHON DENGAN MENGAHALANGI SESEORANG UNTUK BERBUAT KEBAIKAN

 Asy Syeikh Al Utsaimin rohimahullah:

Dan perlu kamu ketahui bahwa syaithon mendatangimu ketika engkau hendak berbuat kebajikan dengan mengatakan kepadamu: Engkau berbuat amalan ini karena riya', sehingga dia membuat hilang semangatmu dan menghalangimu dari kebaikan tersebut.

 Jangan kamu pedulikan bisikan ini dan jangan kamu ikuti, tetapi amalkanlah kebaikan itu walaupun syaithon mengatakan kepadamu engkau berbuat amalan ini karena riya' atau ingin didengar.

Karena jika engkau ditanya apakah engkau melakukan amalan ini karena riya' maka engkau akan menjawab tidak.

 Berarti ini adalah waswas yang dimasukkan syaithon kedalam hatimu, jangan kamu pedulikan, dan kerjakanlah amalan kebaikan, jangan kamu katakan aku riya', dst.

 Sumber: Syarah Riyadhus Sholihin: 1/15-16


 Telegram: https://bit.ly/Berbagiilmuagama
 Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~