Kamis, 28 Mei 2015

JADWAL DAN TATA TERTIB Daurah Asy-Syariah ke-11


 



 Pengantar Daurah Asy-Syariah ke-11



Menangkal Radikalisme Dengan Pemahaman Salaf
Wajah kaum muslimin telah tercoreng. Akibat perbuatan segelintir orang, kaum muslimin menanggung derita. Syiar-syiar keislaman yang semestinya bisa disajikan kepada segenap umat, malah dijadikan sebagai identifikasi penganut radikal. Jenggot, jubah, kopiah identik dengan penganut Islam garis keras. Sebagian umat langsung menjaga jarak bila dihadapkan dengan fenomena tersebut. Belum lagi bila dihadapannya berdiri sosok seorang muslimah berhijab dan bercadar. Tak sedikit yang langsung antipati.

Propaganda anti-Islam telah begitu tajam. Mengiris setiap sendi umat seakan tak tersisa lagi bagian umat yang bisa berpikir bijak. Tak sedikit dari kaum Muslimin yang teracuni propaganda menyesatkan  sehingga bersikap antipati pada syiar-syiar keislaman yang jelas bersumber dari Alquran dan Assunnah. Sebagai seorang muslim, semestinya menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang muslim. Namun, akibat perbuatan segelintir orang, wajah seorang muslim yang tegas taat menampakkan keislamannya dicap sebagai muslim radikal.
Dampak lain dari propaganda menyesatkan, yaitu tidak tersuguhkan kehadapan umat wajah Islam nan lembut dan penuh rahmah. Sisi ajaran Islam yang memerintahkan untuk bersikap lemah lembut, bertutur santun, dan menampakkan akhlak mulia lainnya seakan terkubur.

Maka, melalui Daurah Ilmiyah Asy-Syariah  ke-11 ini diharapkan tergali nilai-nilai Islam sebenarnya. Nilai-nilai yang telah diwariskan dari para salafu ash-shalih kepada umat sekarang ini. Sehingga pemahaman Islam yang benar bisa mewarnai kehidupan manusia dewasa ini.

Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk berpegang teguh dengan ajaran agamanya. Sikap teguh dalam menjalankan Islam tidaklah identik dengan terminologi radikalisme dewasa ini. Kokoh dalam memegang prinsip berislam merupakan hak yang dijamin negara.

Sehingga bagi seorang muslim tidak sepantutnya untuk lemah menampilkan jati diri keislamannya.

Termasuk dalam dakwah. Islam tidak mengajarkan cara-cara kekerasan membabibuta.  Radikalisme yang dipertontonkan dewasa ini, yang seakan mengenakan baju Islam, sebenarnya tidak selaras dengan Islam itu sendiri. Islam lebih mengedepankan sikap rahmah dan lemah lembut.

 Allah Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka karena rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karenanya, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila dirimu telah membulatkan tekad, hendaknya bertawakal kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali Imran:159).

Gerakan ISIS, Syiah, Khawarij, Ikhwanul muslimin dan kelompok-kelompok ekstrim lainnya merupakan gerakan sesat yang membahayakan umat. Gerakan radikal Hutsi di Yaman, yang berusaha menggulingkan kekuasaan dan membantai kaum Muslimin, adalah contoh faktual dewasa ini dari sebuah gerakan yang didasari pemahaman Syiah. Di Suriah, demikian pula. Kaum Muslimin menjadi obyek pembantaian tak berkesudahan dari kelompok Syiah.

Inilah wajah radikalisme yang bakal mengancam kehidupan umat. Karenanya, kami terpanggil untuk menata kehidupan ini sehingga benar-benar didasari pemahaman Islam yang benar, yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh salafu ash-shalih. Seraya terus menyadarkan umat dari bahaya gerakan radikal seperti ISIS, Khawarij, Syiah dan lainnya.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberi kekokohan dalam taat kepada-Nya. Serta memohon keselamatan dari pemahaman sesat dan menyesatkan.

Tata Tertib Peserta Daurah Asy-Syariah ke-11

UMUM
  1. Setiap peserta wajib mendaftarkan diri kepada panitia yang dikoordinir oleh ketua kafilah (rombongan)
  2. Peserta dauroh wajib menjaga keamanan, ketertiban dan mentaati peraturan-peraturan yang ada.
  3. Peserta dauroh wajib menjaga kebersihan di dalam maupun di luar masjid baik sebelum acara dimulai maupun setelah selesai acara.
  4. Peserta dauroh wajib untuk memelihara dan menjaga perlengkapan dan fasilitas masjid selama kegiatan berlangsung.
  5. Peserta dilarang merusak atau membuat coretan pada fasilitas dan sarana masjid.
  6. Setiap peserta harus menempatkan tas dan barang bawaan yang lainnya ditempat yang telah ditentukan (tenda-tenda depan masjid) dan menjaga barangnya sendiri dengan membuat jadwal  shift di antara peserta satu tenda.
  7. Peserta dilarang membawa senjata bentuk apapun, alat-alat musik, dan barang-barang berbahaya/terlarang lainnya.
  8. Peserta yang membawa kendaraan wajib memarkir kendaraannya dengan rapi di tempat yang telah ditentukan.
  9. Peserta yang membawa barang dagangan, hanya diperbolehkan menggelar dagangan di tempat yang telah ditentukan panitia.
  10. Dilarang merokok di lingkungan masjid tempat berlangsungnya kegiatan.
  11. KARENA LAHAN PARKIR YANG TERBATAS [LAPANGAN TIDAK BISA DIGUNAKAN] PESERTA DAUROH DIHIMBAU DATANG BEROMBONGAN MEMAKAI BUS
  12. PESERTA DAUROH YANG MEMAKAI KENDARAAN (BUS/MOBIL) DIHIMBAU UNTUK TIDAK MEMARKIR ATAU MENURUNKAN PENUMPANG DI JALAN SEBELAH UTARA MASJID. PENUMPANG DIANJURKAN TURUN DI TIMUR PEREMPATAN KLODRAN, DAN KENDARAAN DIPARKIR DI TEMPAT YANG DISEDIAKAN OLEH PANITIA

MAJELIS
  1. Setiap peserta wajib menjaga adab-adab majelis ilmu dan senantiasa mengikhlaskan niatnya semata-mata untuk mencari ridho Allah Subhanahu Wata`ala.
  2. Peserta dauroh mengikuti acara sesuai jadwal yang ditentukan panitia.
  3. Dilarang membuat gaduh dan mengganggu jalannya Dauroh Ilmiyyah.
  4. Bagi yang membawa handphone (HP) dan alat komunikasi lainnya harap dimatikan ketika majelis ilmu sedang berlangsung.
  5. Peserta hanya diperbolehkan merekam dauroh di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.
  6. Dilarang membawa anak-anak kecil dalam majelis.

KONSUMSI
  1. Panitia dauroh tidak menyediakan konsumsi untuk peserta dauroh.
  2. Panitia hanya membantu mengarahkan dan menunjukkan tempat makan.
  3. Peserta dilarang membuang sampah di ruangan masjid dan di lingkungan masjid, serta wajib membuang sampah di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

KAMAR MANDI/ WC
  1. Karena keterbatasan kamar mandi/WC maka peserta wajib antri dalam menggunakan kamar mandi/WC tersebut.
  2. Setiap peserta wajib menjaga kebersihan kamar mandi dan WC
  3. Peserta hanya diperbolehkan mandi di kamar mandi yang telah disediakan panitia, dan setiap peserta tidak boleh mandi di WC karena akan menyebabkan WC rusak.
  4. Setiap peserta wajib menghemat penggunaan air.

MENGINAP
  1. Peserta diperkenankan menginap di Masjid Agung Bantul.
  2. Setiap peserta wajib menjaga ketertiban dan kerapian masjid ketika menginap.
  3. Tempat yang dianjurkan untuk menginap adalah bagian serambi masjid, setelah penuh baru di tempat lain yang masih kosong.
  4. Selama peserta tidur, wajib menjaga barang-barangnya sendiri, panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang peserta.

KELUAR LOKASI
  1. Peserta yang hendak keluar dari lokasi dauroh wajib lapor kepada panitia/petugas keamanan.
  2. Selama peserta di luar lokasi daurah, wajib menjaga adab-adab dan sopan-santun.
  3. Peserta yang keluar lokasi wajib kembali jika keperluannya telah selesai.
 Jadwal Ceramah Masyaikh
  • 05:30 – 06:30 Tausiyah dari Asatidzah
  • 09:00 – 10:00 Pembukaan Daurah Masyaikh
  • 10:15 – 11:30 Sesi 1 Daurah Masyaikh
  • 16:00 – 17:30 Sesi 2 Daurah Masyaikh
  • 19:30 – 21:00 Sesi 3 Daurah Masyaikh 
 http://daurah.asysyariah.com

Rabu, 27 Mei 2015

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia;


***
1. KOLAKA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad as Sarbini حفظه الله
Tema: Siapakah Para Ulama Salafy

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Taushiyyah Ba’da Maghrib di masjid Manuggal kodim Al-Jariyah ~ Download Audio di Sini
Taushiyyah Ba’da Maghrib di masjid Raya At-Taqwa ~ Download Audio di Sini
Taushiyyah Ba’da Subuh di ma’had Imam syafi’i ~ Download Audio di Sini
***
2. SEMARANG

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Isnadi حفظه الله
Tema: Untukmu Wanita Kupersembahkan Nasehatku Pertemuan ke-2 ~ Download Audio di Sini
*
Bersama:  Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله
Tema: Sabar Menghadapi Ujian dan Cobaan Dalam Bermanhaj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
3. KENDARI

Bersama:  Al Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc حفظه الله
Tema: Sifat-Sifat Al Jannah ~ Download Audio di Sini
***
4. SLIPI

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed حفظه الله
Tema : Kitab ash-Shawarif ‘anil Haq
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
5. BANYUMAS

Bersama:  Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifai  حفظه الله
Tema: Agar Tetap Istiqomah di Atas Al-Haq
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
6. CILACAP

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Rijal,Lc حفظه الله
Tema: Mendulang Faidah dari Peristiwa Isra’ Mi’raj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
7. BONTANG

Bersama:  Al Ustadz Luqman Ba’abduh  حفظه الله
Tema: Bahaya Radikalisme ISIS dan Syi’ah Terhadap Agama Negara
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Tema: Keluarga Islami Dambaan Pasutri
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 ~ Download Audio di Sini
***
8. KLATEN

Bersama:  Al Ustadz Usamah Faishal Mahri  حفظه الله
Tema: Radikalisme Bukan Ajaran Islam
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
9. SUKOHARJO

Bersama:  Al Ustadz Qomar Su’aidi حفظه الله
Tema: Mewaspadai Radikalisme ISIS dan Syi’ah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
10. SURABAYA

Bersama:  Al Ustadz Agus Su’aidy حفظه الله
Tema: Tawakal Laksana Burung ~ Download Audio di Sini
*
Bersama:  Al Ustadz Ruwaify حفظه الله
Tema: Pengaruh Orang Tua dalam Pendidikan Anak ~ Download Audio di Sini
***
11. CILEUNGSI
Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed حفظه الله
Tema : AKIBAT JELEK KEMAKSIATAN
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
12. TANJUNG PANDAN-BELITUNG
Bersama : Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله
1. Tema : HIKMAH DI TENGAH BADAI FITNAH
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
2. Tema : AGAMA ITU NASEHAT Download Audio di Sini
3. Tema : TAUSHIYAH
1. Urgensi Ilmu ~ Download Audio di Sini
2. Hikmah dalam Dakwah ~ Download Audio di Sini
3. Sebaik-Baik Bekal adalah Takwa ~ Download Audio di Sini
4. Nikmat Ukhuwah ~ Download Audio di Sini
5. Keberkahan bersama Ulama Kibar ~ Download Audio di Sini
6. Islam Bukan Sekedar Pengakuan ~ Download Audio di Sini
4. Tema : Syukur Nikmat
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
================================================================
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Senin, 18 Mei 2015

Wejangan Syekh Asy-Syinqithi Rahimahullah kepada anaknya


RAHASIA KEBAHAGIAAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jangan sampai melupakannya, kelak hari kiamat akan ada acara penghargaan yg tidak sama dengan acara festifal-festifal di dunia,  oleh karena itu waspadalah jangan sampai kamu menyesal,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. "

جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dengan kesantunan adabmu

وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Robb-mu dengan mengingat-NYA

وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi dirimu sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada Zat yang mengapresiasi dengan berkahnya ...

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dari mencari-cari aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain

WA Syabab Salafy Dlingo

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia;


***
1. SUKOHARJO

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
Tema: kitab akhlaqul ‘ulama karya imam al-ajurry rahimahullah

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 + Tanya Jawab ~ Download Audio di Sini
***
2. SEMARANG

Bersama:  Al Ustadz Abdurrouf حفظه الله
Tema: Bimbingan Fiqih Praktis Bagi Wanita Pertemuan ke-2 ~ Download Audio di Sini
***
3. CIMAHI

Bersama:  Al Ustadz Usamah Faishal Mahri حفظه الله
Tema: Bahaya Radikalisme Dalam Pandangan Islam
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
4. CILEUNGSI

Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Menulis Itu Indah ~ Download Audio di Sini
Tema: Tehnik Menyusun Kerangka Tulisan   ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Ustadz Farhan Temanggung حفظه الله
Tema: Peran Media Masa Dalam Kancah Dakwah ~ Download Audio di Sini
Tema: Peran Sebuah Tulisan Dalam Menyampaikan Hidayah ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Akh Syu’bah حفظه الله
Tema: Tekhnik Menyunting Naskah
Ses 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Akh Wahyu حفظه الله
Tema: Tehnik Menyusun Paragraf ~ Download Audio di Sini
*
Tanya Jawab Bersama Praktisi Majalah ~ Download Audio di Sini
***
5. PURBALINGGA

Bersama: Al Ustadz Ridwanul Bary حفظه الله
Tema: Kasih Sayang Sesama Muslim ~ Download Audio di Sini
Bersama: Al Ustadz Maimun  Aliyastawi حفظه الله
Tema: Bahayanya Ghuluw dalam Beragama ~ Download Audio di Sini
***
6. DEPOK

Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Arbain Annawawi
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
7. SURABAYA

Bersama: Al Ustadz Agus Su’aidy حفظه الله
Tema: Tawakal Laksana Burung ~ Download Audio di Sini
Bersama: Ustadz Ruwaify حفظه الله
Tema: Pengaruh Orang Tua dalam Pendidikan Anak ~ Download Audio di Sini
***
8. SEMARANG

Bersama: Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله
Tema: Sabar Menghadapi Ujian dan Cobaan Dalam Bermanhaj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
9. LAMPUNG

Bersama: Al Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan حفظه الله
Tema: Jalan Keluar dari Fitnah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Tema: Tafsir Surat Al Imran 102-105
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Tema: Ibadah Bersama Pemerintah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 (TJ) ~ Download Audio di Sini

===
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Minggu, 17 Mei 2015

NASEHAT "ORANG GILA" KEPADA KHALIFAH HARUN AR RASYID


 AMBILLAH PELAJARAN, WAHAI ORANG YANG BERAKAL!!

Dihikayatkan bahwa ada seorang bernama "Bahlul" seorang lelaki gila pada masa khilafah abbasiyyah Harun ar Rasyid...
Pada suatu hari, Khalifah Harun ar Rasyid melewatinya, dalam keadaan Bahlul sedang duduk di salah satu kuburan.

Maka khalifah Harun berkata kepadanya:
"Wahai Bahlul...Wahai Majnun...kapan kamu akan berakal?!

Maka Bahlul pun lari kemudian memanjat pohon yang paling tinggi, kemudian iapun menyeru kepada Harun dengan suara yang paling tinggi:
"Wahai Harun...wahai Majnun...kapan engkau akan berakal?.

Maka Harun pun menghampirinya di bawah pohon, dalam keadaan beliau menunggang di atas kudanya dan berkata kepada Bahlul:
"Aku yang gila ataukah engkau yang duduk di atas kuburan?

Maka Bahlul berkata kepadanya:
"Bahkan aku orang yang berakal !!
Berkata Harun:
"Bagaimana bisa demikian?!

Berkata Bahlul:
"Dikarenakan aku mengetahui bahwa ini semua akan lenyap (sambil mengisyaratkan ke istana Harun).
Adapun ini akan kekal (sambil mengisyaratkan ke kubur).
Akupun sudah terbiasa tinggal di sini, sebelum aku akan benar-benar akan tinggal di sini (kuburan).

Sementara engkau terbiasa hidup di istanamu.
Engkau pun meninggalkan dari mengingat kubur, engkau juga tidak suka untuk berpindah dari istana kepada kehancuran, dalam keadaan engkau mengetahui bahwa itulah tempat kembalimu. Bukan perkara yang mustahil, tapi pasti...
Bahlul pun menimpali: "Maka katakan kepadaku, siapa orang yang GILA?!

Maka Harun ar Rasyid pun bergetar hatinya, kemudian menangis sampai basah jenggotnya.
Lalu berkata: "Sungguh engkau benar..."

Kemudian Harun berkata:
"Tambahkanlah kepadaku nasihat, wahai Bahlul !!"

Bahlul pun berkata:
"Cukup bagimu Kitabullah, berpegang teguhlah dengannya!!"

Harun berkata:
"Apakah engkau memilki kebutuhan, sehingga aku akan memenuhinya untukmu?"

Bahlul berkata:
"Iya. Aku punya 3 kebutuhan...
Kalau engkau mampu untuk memenuhinya, maka aku akan sangat berterima kasih kepadamu.
Berkata Harun:
Mintalah !!

Berkata Bahlul:
"Apakah engkau mampu untuk menambah umurku?!
Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

Bahlul berkata lagi:
"Apakah engkau mampu menjagaku dari malakul maut!!
Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

Bahlul berkata:
"Apakah engkau mampu untuk memasukkanku ke dalam al Jannah dan menjauhkan aku dari an Naar?!
Harun pun menjawab:
"Aku tidak mampu..."

Berkatalah Bahlul:
"Maka ketahuilah, engkau hanyalah seorang raja dunia...engkau bukanlah Raja yang sesungguhnya (Allah ta'ala).
Aku tidak butuh kepadamu.

Uqalaul Majanin-Abul Qasim al Hasan bin Muhammad bin Habib an Naisaburiy (Wafat 406H).

Forum Salafy Purbalingga

Sabtu, 16 Mei 2015

ADZAB KUBUR



1.      Diperlihatkan Neraka Jahannam

Kuburan“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar radiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala  membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

 2.      Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas Radiyallahu anhu, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3.      Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang panjang, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

 4.      Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam berkata kepada Jibril dan Mikail sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah z)

5.      Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:

فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ

“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili.”)

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

sumber: http://asysyariah.com/macam-macam-azab-kubur.html

Jumat, 15 Mei 2015

APAKAH PARA PENGIKUT MUBTADI JUGA DISAMAKAN DENGAN MUBTADI ?



Asy Syaikh Robi bin Hadi al Madkholi حفظه الله

Pertanyaan: Apakah para pengikut mubtadi juga disamakan dengan mubtadi?
Jawaban:

Iya. . . ! Jika dia menolong, menguatkan dan membela mubtadi tersebut, maka dia dikatakan sebagai pasukannya dan dia termasuk bagian mubtadi, sebagaimana pasukan Firaun (juga disamakan dengan Firaun).

"Dan mereka berkata, "Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al Ahzab:67-68)

Para pengikut yang berasal dari orang-orang lemah, merekalah yang mengikuti ahlu batil sehingga mengajak mereka untuk menyelisihi kebenaran dan memerangi para pembawa kebenaran.

Maka hukum mereka sama dengan pemimpinnya.

Akan tetapi, jika kalian melihat sebagian orang ada yang tertipu dengan mubtadi, maka coba berikan dia penjelasan dan jelaskan kepadanya al haq.

Namun, jika dia tetap mengikuti pimpinannya tersebut, maka hukumi dia sama dengan pimpinannya itu.

Sumber: Kaset berjudul "al-Manhaj at-Tamyi wa Qowaaiduhu. Syaikh Robi al Madkholi حفظه الله

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134049#entry654247

✒ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=11071