Jumat, 28 Februari 2014

Manhaj Bunglon Dzulqarnain & Sikap Main-mainnya Bersama Hajuriyun

(Data & Fakta)

manhaj bunglon dzulqarnain
Bismillah.
Pada makalah ini kita akan menampilkan kronologis beberapa kejadian terkait fitnah Hajuriyah yang bergabung dan bekerjasama dakwah bersama Dzulqarnain dan para pengikutnya.
Dan akan kita buktikan bahwa bersatupadunya jaringan MLM ini (Mutalawwin-La’aab-Makir) dengan Hajuriyun dalam keadaan mereka benar-benar memerangi Salafiyin dan para ulamanya.
Pembuktian yang akan kita lakukan ini sekaligus untuk membabat alasan mereka bahwa mereka bersekongkol  dengan Hajuriyun adalah dalam rangka mengikuti bimbingan/nasehat Syaikh Rabi’ hafizhahullah.
Ya Subhanallah, adakah orang yang berakal sehat mau menerima alasan mereka bahwa Syaikh Rabi’ telah menganjurkan/menghasung Dzulqarnain dan pengekornya agar bergabung dengan barisan yang memerangi secara brutal Salafiyin, ulamanya dan dakwahnya?!
2 ekornya dzulqarnain makin gelap mata
Dan lihatlah bagaimana 2 ekornya Dzulqarnain Al Makasari semakin gelap mata terhadap Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah, ingin memberikan gambaran yang rusak dan menyesatkan seolah-olah Salafiyin telah bersikap kliru, salah dan sesat terhadap beliau sampaipun Munajat memberikan judul dengan tulisan provokatif:
syaikh rabi bukan rabb bukan rasul
Jika demikian halnya, maka kita katakan kepada Khidir Al Makasari hadahullah:
“NA’AM WAHAI KHIDIR BIN MUHAMMAD AS SUNUSI! BERBANGGALAH DENGAN ITU SEMUA KARENA DZULQARNAIN & KELOMPOKMU BENAR-BENAR BERSIKAP TENANG MENJADI CORONG UTAMA DAKWAH HAJURIYUN!!!”
Dan kami tidak tahu lagi, dengan cara apa pengikutmu akan bergelayutan dengan alasan dustamu yang mendunia bahwa kejahatan kalian ini  berupaya keras engkau tutup-tutupi dengan dalih dendam dari si Hasid terhadap adikmu!! Allahul musta’an.
Kronologis:
1. Hajuriyun mempublikasikan rencana Daurah Ngawi yang waktunya bersamaan dengan acara Daurah Bantul pada Sabtu-Senin, 25-27 Rajab 1430 H (18-20 Juli 2009)
dauroh hajuriyyun
Gambar Screenshot hasil dakwahnya Khidir dan kawan-kawan di Makasar, bersikap tenang dalam menjadi corong dakwah Hajuriyah
2. 17 Juni 2009 surat terbuka dari asatidzah kepada Al Hajuri & utusan Al Hajuri berisi nasehat sangat berharga dari Syaik Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, yang beliau mewasiatkan untuk menyampaikannya
harga mati dari syaikh yahya
Gambar link harga mati dan surat terbuka
surat terbuka kepada utusan syaikh yahya
Url sumber:
3. Pada 24 Juni situs resmi jaringan dakwahnya Munajat mempublikasikan acara Daurah Hajuriyun Ngawi sekaligus mengumumkan bahwa radionya dan radio An Nashihah Makasar akan menjadi dua corong utamanya
munajat melalui situsnya publikasikan dauroh hajuriyyun ngawi
4. Situs Munajat lainnya juga mempublikasikan acara Daurah Hajuriyun tersebut sekaligus mengumumkan bahwa radionya dan radio An Nashihah Makasar akan menjadi dua corong utamanya
jaringan munajat menjadi corong hajuriyyun
5. Pada 26 Juni 2009 muncul tulisan :
تحذير السلفيين في ألمانيا وبلجيكا وأوربا من الحزبي الضال عبد الله بن مرعي بلا بريك
“Tahdzir untuk Salafiyyin di Jerman dan Belgia serta Eropa dari seorang hizbi dhal (sesat) ‘Abdullah bin Mar’i tanpa barakah.”
6. pada 27 Juni 2009 kami (admin dammajhabibah) dikagetkan dengan kiriman scan surat terbuka tersebut, disertai dengan komentar-komentar jelek (ditulis tangan) terhadap  beberapa nama asatidzah!! Subhanallah, bukannya jawaban positif yang disampaikan justru caci maki dan celaan yang datang.
7. Kemudian pada tanggal 28 Juni dikirim email kepada kami (admin dammajhabibah) komentar Syaikh Yahya :
MEREKA ADALAH HIZBIYYUN
Yang kemudian ditampilkan di blog sampung.wp
8. Pada 30 Juni 2009 muncul lagi fatwa Syaikh Al-Hajuri :
كلمة مختصرة للشيخ يحيى حفظه الله حول زيارة الحزبي عبد الله بن مرعي لأوروبا
“Kalimat singkat Syaikh Yahya tentang kunjungan “sang hizby” ‘Abdullah Mar’i ke Eropa“
Dalam fatwanya tersebut Al-Hajuri mengatakan tentang Asy-Syaikh ‘Abdullah Mar’i :
فهو واحد من هؤلاء المنحرفين، ما ذهب يدعو إلى السنة، ذهب يدعوا إلى الحزبية
“Dia adalah salah seorang dari para munharifin (orang-orang menyimpang) tersebut. tidaklah ia pergi untuk berdakwah mengajak kepada sunnah, namun ia pergi berdakwah mengajak kepada hizbiyyah.”
celaan yahya al hajuri kepada syaikh abdullah al mar i
Keesokan harinya, tampil lagi :
تحذير البرية مما عند الوصابي من الانحرافات والأفكار القطبية
“Peringatan terhadap orang-orang baik dari bahwa apa yang ada pada Al-Wushabi berupa penyimpangan-penyimpangan dan pemikiran-pemikiran Quthbiyyah”
celaan kepada syaikh al wushabi
Subhanallah…. Betapa mengerikan judul tersebut!
9. Besoknya lagi muncul tulisan :
الحزبي الماكر عبد الله بن مرعي يدّعي أنه يسير على نصيحة الشيخ ربيع
“Si hizbi makir (tukang makar) ‘Abdullah bin Mar’i mengklaim bahwa dirinya berjalan di atas nasehat Asy-Syaikh Rabi’ “
lagi celaan kepada syaikh abdullah al mar i
10. 5 juli 2009 muncul tulisan :
إرشاد العباد في بيان مجانبة الشيخ عبيد للحكمة والسداد
“Bimbingan para hamba penjelasan tentang jauhnya Asy-Syaikh ‘Ubaid dari sikap hikmah dan ketepatan.”
celaan kepada asy syaikh ubaid al jabiri
11. 5 Juli 2009 situs Hajuriyun Pak Juned mempublikasikan acara Daurah Hajuriyun Ngawi dan secara resmi radio syiar sunnahnya Munajat diumumkan sebagai corong utamanya
hajuriyyun p juned tegaskan radionya munajat corong utama dakwah hajuriyyun
(Url sumber: http://pakjuned.blogspot.com/2009/07/info-dauroh-nasional-ngawi-2009.html)
Srikandi Hajuriyah-pun menjadikan situs resmi jaringan Munajat Darul Fitnah Yogyakarta sebagai rujukan utama dakwah Hajuriyunnya:
hajuriyatun pun tak ketinggalan umumkan radionya munajat corong dakwah mereka.
12. 6 Juli 2009 situs almakassari mempublikasikan acara Daurah Hajuriyun Ngawi dan secara resmi radio annashihahnya Dzulqarnain bersama radio Syiar Sunnahnya Munajat diumumkan akan menjadi corong utamanya
hasil dakwahnya AMDz yang dibanggakan khidir
(Sumber Url: http://almakassari.com/dawah/dauroh-donasi-dll/dauroh-nasional-bersama-ulama-besar-negeri-yaman-ngawi.html)
13. Kemudian pada 8 Juli 2009 anak indonesia yang di Dammaj tidak ketinggalan menuliskan :
دفع الغمة بوشاية المبطلين و المبتدعة إلى الولاة بأهل السنة
“Menyingkap mendung akibat pengacauan para pembawa kebatilan dan ahlul bid’ah kepada pemerintah terhadap ahlus sunnah.”
seranganya kepada asatidzah ngawi
Yang mereka maksudnya adalah para asatidzah ahlus sunnah Ngawi.
14. Pada 10 Juli 2009 diungkit lagi tulisan lama, tazkiyah Syaikh Al-Hajuri terhadap situs aloloom.net
Di samping “menu khusus” kumpulan malzamah-malzamah bantahan terhadap Asy-Syaikh Al-Wushabi, Asy-Syaikh Al-Jabiri, dan Asy-Syaikh ‘Abdurrahman yang sarat celaan dan cercaan juga masih tampil manis di situs aloloom.net
Demikianlah terus aloloom.net memuntahkan celaan dan cercaannya dan nampak jelas tanpa bisa diingkari bahwa Dzulqarnain dan kelompoknya menyatu bersama mereka. Sementara jawaban surat terbuka dinantikan tak kunjung datang, padahal sudah masuk pada mereka dan dibaca. Padahal dalam surat tersebut disampaikan nasehat Asy-Syaikh Rabi’, beliau mewanti-wanti untuk :
Katakan kepada mereka : ‘Jika kalian menginginkan untuk menjaga Dakwah Salafiyyah, menghormatinya, dan menyatukan hati di atasnya, maka tinggalkanlah (berbicara tentang) si fulan dan si fulan. Yang datang menghadiri Daurah kalian (yakni Daurah Yogya), jangan mengkritik Yahya dan ikhwah yang bersamanya. Demikian juga mereka (utusan Dammaj), jangan mengkritik ‘Abdurrahman dan ikhwah yang bersamanya. Kalian jelaskan manhaj salafi. Sehingga menambah bagi mereka (salafiyyin) ilmu, akhlak, dan adab, serta sebagai peringatan dari perpecahan dan perselisihan. Sesungguhnya perpecahan dan perselisihan adalah jelek. Barakallah fikum.“
15. Hingga akhirnya, setelah sekian lama, tiba-tiba pada 17 Rajab (10 Juli) ada surat masuk ke email kami, [2] jawaban terhadap surat terbuka tersebut. Namun dengan judul yang sangat mencengangkan dan membuat hati ini sedih, yang datang dari murid-murid Indonesia di Dammaj. surat tersebut berjudul :
“Tanggapan kami (dengan izin syaikh Yahya hafidzahullah) terhadap surat terbuka yang ditandatangani oleh sebagian orang indonesia yang mengaku salafy”
Dst …
hajuriyyun terus menyerang
(Sumber Url: http://miratsul-anbiya.net/2009/07/13/harga-mati-dari-syaikh-yahya-dan-murid-muridnya-dalam-tanggapan-mereka-terhadap-surat-terbuka-para-duat-indonesia/ )
16. Berlangsung acara daurah hajuriyun di Ngawi pada Sabtu-Senin, 25-27 Rajab 1430 H /18-20 Juli 2009 (walau syaikhnya gagal datang ketika itu) tetapi Dzulqarnain dan kelompoknya ikut berperan serta -bahkan menjadi corong utama mereka!!-  dalam keadaan Al Hajuri dan pengekornya telah terbukti sikap permusuhan, kebencian dan vonis hizbinya kepada Syaikh Abdurrahman, Abdullah Mar’i, Al Wushabi, Ubaid Al Jabiri hafizhahumullah sebagaimana paparan pada kronologis di atas.
daurohsampung
KESIMPULAN
Dzulqarnain dan kelompoknya benar-benar bergabung bersama Hajuriyun dalam keadaan mereka tahu permusuhan dan peperangan Hajuriyun terhadap Salafiyin dan para ulamanya. Setelah semua permainan tala’ub dan talawwun di atas, bergabung bersama-sama barisan yang menikam Syaikh Abdullah, bagaimana mungkin Dzulqarnain cs sekarang masih bisa begitu bangga dibela, dikoreksi surat syukur dustanya oleh Syaikh Abdullah sebagaimana yang dikicaukan sendiri oleh para pengikutnya? Duhai…
sebagai corong hajuriyyun
Dan berdirilah dirimu di depan kaca wahai Dzulqarnain dengan suratmu yang engkau tujukan kepada Asy Syaikh Rabi’ yang benar-benar mengandung tipu daya dan kedustaan publik ketika engkau menyatakan (dan engkau sendiri menyatakan bahwa surat dustamu ini telah dikoreksi oleh sebagian ulama, dipuji sebagai surat yang bagus dan direkomendasi untuk dirilis!!!):
dzulqarnain sang dzulwajhain
Maha Suci Allah bahwa Dzulqarnain benar-benar mengenal dan menjalankan sikap Dzulwajhain, talawwun, bunglon, ta’a’ub bersama Hajuriyun
Maka bertaubatlah kalian wahai Dzulqarnain, Khidir dan seluruh jajaran sindikasi Manhaj Bunglon kalian dari makar kalian bersama Hajuriyun dalam memerangi Ahlussunnah dan ulamanya karena sesungguhnya itu semua adalah cermin, bukti nyata, fakta dan data kedustaan yang bersumber dari situs-situs kalian yang sampai saat ini masih bisa dipersaksikan buktinya serta tulisan Dzulqarnain sendiri yang menyingkap kejahatan Manhaj Bunglon kalian!!! Hadahumullah.
Catatan
Siapakah Hasan bin Qasim Ar Raimy yang diundang oleh Hajurindo dan dipublikasikan pamfletnya serta siap dipancarluaskan acaranya di radio sindikasi jaringan MLMnya Dzulqarnain Al Makasari?
Simak tampilan buku stensilan jelek dan buram yang diproduksi oleh Hajuriyun dan diterjemahkan oleh temannya Dzulqarnain, Muhsin Abu Hazim dan Asnur Kendari:
hunusan pedang..
Gambar Cover karya Hasan Ar Raimy terbitan rekanan dakwah Dzulqarnain
Dan berikut sebagian isinya untuk menggambarkan kepada pembaca betapa mengerikannya dakwah Hajuriyun:
kesiapan ar raimi utk sembelih syaikh abdullah bukhari
Syaikh Abdullah Al Bukhary siap disembelih oleh Hasan Ar Raimy. Allahul musta’an.
Url sumber bukti situs-situs jaringan dakwah MLM (Mutalawwin_La’aab_Makir) Dzulqarnain/Munajat yang mempublikasikannya:
Url dari situs Hajuriyun:

 http://tukpencarialhaq.com/2014/02/27/manhaj-bunglon-dzulqarnain-sikap-main-mainnya-bersama-hajuriyun/

Minggu, 23 Februari 2014

BUKTI TAUBAT DAN PENJELASAN DARI PENYIMPANGAN LASKAR JIHAD DENGAN MENERANGKAN KEPADA UMMAT AKAN PENYIMPANGAN TOKOH DAN PEMIKIRAN PANGLIMA LASKAR JIHAD


MEMBEDAH KESESATAN JA'FAR UMAR THALIB

 Oleh: Al Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhohullah

 01.
https://www.dropbox.com/s/filn2nmhelw6u8v/01_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_1.mp3

 02.
https://www.dropbox.com/s/sv5sy30tx07nk69/02_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_2.mp3

 03.
https://www.dropbox.com/s/94zih8y76vt35qp/03_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_3.mp3

 04.
https://www.dropbox.com/s/zite11ta6xu8cs1/04_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_4.mp3

 05.
https://www.dropbox.com/s/4rht2q975iunfql/05_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_5.mp3

 06.
https://www.dropbox.com/s/2onsxaf29i79tvy/06_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_6.mp3

 07.
https://www.dropbox.com/s/5fzk3bx8u30ss91/07_Membedah_Kesesatan_Jafar_Umar_Thalib_7.mp3


APA SALAH SAYA???? JAWABAN UNTUK DZULQARNAIN

Al Ustadz Muhammad Umar As Seweed Hafizhahullah

[Tanya]

“Terkait penjelasan Dzulqarnain kemarin di AMWA, bagaimana menyikapi syubhat bahwa Syaikh Rabi’ harus merinci point-point kesalahan Dzulqarnain?”

[Jawab]

Ya… Ngomong sama Syaikh Rabi’… Suruh datang ke Syaikh Rabi’. Kemarin datang ke Syaikh Rabi’ kenapa gak ngomong? “Syaikh, engkau harus merinci semua yang engkau katakan tentang aku!!” Kenapa nggak ngomong begitu? Kenapa sekarang ngomongnya? Ketika ketemu, dia nggak ngomong, sekarang baru ngomong… Ini “KEANEHAN” yang terjadi pada dia (Dzulqarnain). Na‘am.

Ikhwani fiddien a‘azzakumullah, seseorang itu harus punya kaca/cermin di rumahnya… Sehingga dia bisa bercermin, “Saya ini coreng-moreng nggak mukanya… Jadi gimana…??” Kalau orang nggak punya cermin, nggak pernah tahu siapa dirinya, nggak pernah, merasa sama sekali… Sedangkan, ‘Seorang mu`min itu adalah cermin bagi saudaranya.’ Maka, kalau dikritik dengan berbagai macam kritikan-kritikan, maka perhatikan. Apakah iya? Atau tidak? … Sehingga nggak perlu kemudian berpura-pura bodoh mengatakan, “Saya nggak tahu apa-apa? APA SALAH SAYA???” Kasihan, terzhalimi!!! “Aku dikatakan begini, SALAH APA???” Ajiib!!!

Perkara yang harus diberitahu, yang pertama adalah;

Penggembosannya terhadap MANHAJ TAHDZIR – yang dia harus taubat. Kalau mau diulang rincian rekamannya, banyak rekamannya. Seakan-akan perkara tahdzir tidak penting, perkara remeh, perkara yang sedikit aja cukup. Padahal ketika ditanyakan kepada Syaikh Muhammad bin Hadi ~hafidzahullah~, beliau menyatakan bahwa RUDUD (bantahan-bantahan) itu seimbang dengan Al-‘ARD (penyampaian).

*Al-‘ARD (PENYAMPAIAN KEBENARAN) ——» diiringi dengan ——» RAAD (PENJELASAN KEBATILAN)* … (Jadi) jangan diremehkan!!! Harus seimbang diantara dua perkara.

Bahkan beliau (Syaikh Muhammad bin Hadi) berkata :

*Kebanyakan kitab-kitab ushul daripada ulama, itu (asalnya) dari bantahan-bantahan* … Prinsip-prinsip Ahlussunnah, kenapa muncul buku-buku itu…?? Sebab membantah…!! … Sedang membantah ahlul bid’ah!!! “Mereka bukan Ahlussunnah!!! Nih prinsipnya ini nih, bukan yang itu!!! Ini!!! Yang kedua, bukan seperti mereka… Ini!!!, bukan seperti mereka.” … Sehingga ikhwani fiddien a’azzakumullah, “Kalau setiap kajian membantah ahlul bid’ah, itu ngomong apa? Nggak salah? Emang nggak ada kajian lain selain TAHDZIR…!!!???” ——» itu nggak merasa salah dia (Dzulqarnain, pen). Nggak merasa kalau itu adalah RACUN YANG TELAH DIMAKAN oleh sekian banyak Salafiyyin di Jakarta, dan dari seluruh Indonesia. Mau bukti???

Tanyakan kepada sebagian besar mereka, khususnya di Jakarta, “KAJIAN FITNAH ITU APA…???”, coba tanyakan.!!!!! “Saya tidak suka KAJIAN FITNAH!!!”. Tanyakan…!! Tanyakan mereka yang mengaji di AMWA??? “APA ITU KAJIAN FITNAH…???” Tanyakan…!! Kira-kira apa jawabnya…???

»“Kajian mentahdzir dari yayasan Ihyaut Turats…!!” »“Kajian mentahdzir dari (Radio/TV) Rodja…!!” »“Kajian mentahdzir dari …!! (dst., pen)

——» itu “KAJIAN FITNAH” namanya menurut mereka. Apakah itu BUKAN RACUN..!!?? Wallohi, itu RACUN yang MEMATIKAN..!! RACUN yang SANGAT MEMATIKAN..!! Nggak terasa, “Masukan kapan ya??? Masukannya entah kapan ya..???” Setiap kajian, satu kajian, dua kajian, tiga kajian… Lama-lama sudah menjadi makhluk yang berbeda dengan apa yang dibimbingkan oleh para ‘ulama.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kadang-kadang demikian, apa yang JAUH, seberang lautan KELIHATAN…!! Apa yang di pelupuk matanya, nggak KELIHATAN…!! (yang ada pada DIRINYA, NGGAK KELIHATAN…!!). Selalu menyatakan LASKAR JIHAD harus taubat…!! LJ harus taubat…!! … Dia itu, memang BUTA, TULI, BISU..!!?? Nggak pernah tahu kalau LASKAR JIHAD telah bertaubat, TERTULIS, TERBACAKAN, bahkan sampai masuk media elektronik, media segala media masuk…!! Wartawan ngeliput TAUBATNYA…!! Masa dia nggak tahu..!!?? “TANGAN mereka BERDARAH…”, astaghfirullah, “Siapa PIMPINAN FATWA nya ketika itu ——» komisi FATWA nya ketika itu adalah DZULQARNAIN IBNU SUNUSI…!!” Dia nggak TERLIBAT…?? Nggak BERDARAH tangannya…?? AJIIIB…!! ALLAHU YAHDIH… ALLAHU YAHDIH NA WAIYYAH.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Apa yang sudah diperintahkan oleh para ‘ulama, dengarkan…!! Alhamdulillah, para ‘ulama itu jangan dianggap sebagai orang yang BODOH, yang gampang DITIPU oleh seorang fulan wa fulan…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Masyayikh, kenal sama Dzulqarnain, termasuk kenal JELEKNYA…!! Jangan dikira nggak kenal…!! Berapa kali dia ke SAUDI…?? SERING…!! Dan sering ketemu mereka…!! Sehingga tidak heran kemudian mereka menyatakan “Aku tahu modelnya Dzulqarnain sejak dulu…!!” Syaikh Hani pernah berkata seperti itu. Syaikh Muhammad bin Hadi menyatakan, “Dia (Dzulqarnain) sudah patah tanduknya sekian zaman (sudah lama).”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah. Dianya (Dzulqarnain) berlagak seperti nggak tahu apa-apa, “Nggak tahu SALAH SAYA APA…?? … Coba dirincikan salahnya apa…??” Di vilanya Syaikh Rabi’ kenapa ndak nanya…?? Kenapa nggak bilang, “Syaikh rincikan kepada kami kesalahannya apa…??” Dari sini (Indonesia) semangatnya menulis, “Saya akan bertanya dan saya akan siap rujuk kalau saya salah…!!” Sampai ke sana (Saudi), mana hasilnya…?? Nanya…?? Kok sekarang (malam kemarin di AMWA), “Oh Syaikh Rabi’ harus merinci…!!” Loh kemarin (di Saudi) ngapain…??

Kemarin, tujuannya (nanyakan kesalahannya, pen) bukan itu tujuan intinya…!! Tujuannya cari rekomendasi dari Syaikh Shalih Fauzan, dan itu “POLITIKNYA” dia (Dzulqarnain)… Dan saya katakan kembali yang tadi (pertanyaan tadi), ngapain sekian ribu TAZKIYAH, kalau ada JARH MUFASSAR…!!?? Apa untungnya pembelaan dari FULAN wa FULAN, masyaikh, kalau sudah ada JARH MUFASSAR…?? JARH MUFASSAR, MUQADDAM ‘ALA TA’DIL…!! Ini sudah diketahui bersama oleh sekian thulabul ‘ilm, apalagi ulamanya…!! Apalagi masyayikh…!! Cuma apa yang dihadapi oleh dia orang awam, JUHALA = orang bodoh, maka cukup dengan itu, tergiur semua.

Satu saja saya ingatkan, saya dengarkan ucapan Syaikh Hani ketika teleconference, saya dengarkan bolak-balik bolak-balik… Mana point yang dipraktekkan oleh dia (Dzulqarnain)…?? Husnuzhonnya Syaikh Hani kalau dia (Dzulqarnain) taubat, mana dibuktikan…?? Kalau syaikh sudah berbaik sangka kalau Dzulqarnain sudah bertaubat.

Yang kedua, ini sama-sama didengar oleh kalian di tempat ini (AMWA)… di Jakarta sini, di Depok sini, … tentang JA’FAR SALIH… Apa yang dia (Dzulqarnain) sikapi…?? Apa yang dilakukan kepada Ja’far Salih sama dia…?? Apakah kemudian berbicara di mimbar… “Hati-hati dari Jafar Salih”…?? Ada…?? Ada nggak…?? Belum…!! Atau ada TAUBATnya, “Ternyata saya salah kemarin, saya membela-bela Ja’far Salih ternyata saya salah…” Ada…?? Nggak ada…!! Terus padahal dia dengarkan sama-sama…!! Semua bersama kalian … ucapan Syikah Hani tadii…!! Yang ini diterima, yang itu nggak dipedulikan…!! Pokoknya saya dapat DUKUNGAN … selesai…!! Yang penting untuk dirinya…!! Ikhwani fiddien a’azzakumullah, ini PENYAKIT…!! Ini penyakit yang sudah dikenal sekian para ‘ulama..!!

————

Itu mengandung tuduhan dari beberapa sisi, ——» tuduhan kepada yang menyampaikan beritanya ke syaikh dianggap pendusta, ——» dan tuduhan kepada Syaikh Rabi’ sendiri menyatakan LA’AAB, menyatakan MUTALAWWIN, (dianggap, pen) dalam keadaan salah…!! Dalam keadaan tidak punya bukti…!! = ini tuduhan yang mengerikan sekali kepada Syaikh Rabi’.

[Tanya] (Menit 9:25)

Fatwa Syaikh Rabi’ bisa berubah tergantung siapa yang memberi laporan. Kemarin ditahdzir, kemudian diterima ruju’nya, kemudian ditahdzir kembali, apakah tidak niat tentang sama-sama kembali ketemu dengan Syaikh Rabi’…??

[Jawab]

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, sudah pernah datang bersama-sama, baarakallahu fiikum. Pernah atau nggak pernah…?? Pernah…!! Mau diulang berapa kali lagi…?? Sudah pernah datang bersama-sama dan Syaikh Rabi’ sudah tahu ketika dia membela-bela Radio Rodja, ketika dia membela-bela hizbiyyin … diketahui oleh Syaikh Rabi’…!! Jadi, dibantah, ditegur sama beliau…

————

(Menit 10:05) Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kita bertaubat apa yang telah kita lakukan di LASKAR JIHAD dengan berbagai penyimpangan di dalamnya dan kemudian kita memperbaiki dengan mengulang kembali prinsip-prinsip Ahlussunnah dari awal…!! Dan kita kaji kitab-kitab yang menunjukkan kebobrokan khawarij, dan itu langsung setelah (LJ) bubar…!! Dan terus sampai hari ini, sehingga kalau bisa dikatakan perbaikan setelah taubat dari LJ … bagaimana ashlahunya (memperbaikinya)…??

——» Memperbaikinya dengan kita mengingatkan dari bahaya khawarij, dengan TAHZDIR…!! yang tahdzir ini digembosi sama Dzulqarnain…!! Paham maksud saya…?? “Ini tahdzir tahdzir terus…!!”

——» Ini dalam rangka taubat kita kepada Allah, untuk memperbaiki apa yang pernah dianggap bahwa kita ini seperti khawarij dulu, ternyata tidak…!! Kita bertaubat kepada Allah, dan kita memperingatkan manusia, kaum muslimin ini dari khawarij dan termasuk khawarij adalah Al-’Arifi yang berbicara di radio dan TV Rodja… rutin…!! Dan kita peringatkan pula (Radio/TV) Rodjanya, dari pemikiran-pemikiran irja’nya Ali Hassan dan juga pemikiran-pemikiran lainnya yang ada di dalamnya (Radio/TV Rodja), dari hizbiyyah… Kenapa kok kita sedang berupaya untuk ashlahu (memperbaiki), kok digembosi…?? oleh tokoh-tokoh baru.

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, Kaum Muslimin yang saya hormati… mudah-mudahan dia paham, bahwa kita sudah bayyanu … kita sudah menjelaskan dengan rinci Alhamdulillah dan saya sendiri sudah menulis secara pribadi tetapi mengatas namakan asatidzah juga… Saya memuatkan dalam tarjamahan saya tentang apa yang terjadi di LJ bahwa itu bukan dari prinsip Sunnah…!! Alhamdulillah. Kita mau, dia (Dzulqarnain) juga seperti itu…!! Nggak usah menjaga kehormatan dirinya kemudian sampai menolak untuk taubat…!! Katakan, “Saya salah kemarin” … “Terima kasih, jazaakallahu khair atas kritikannya, atas tegurannya… atas laporannya kepada Syaikh Rabi’…” … “Saya mulai hari ini, saya akan menyikapi Jafar Shalih… dan saya akan menyikapi Rodja… dan SAYA AKAN MENDUKUNG PRINSIP TAHDZIR DAN MANHAJ TAHDZIR DAN KAJIAN-KAJIAN TAHDZIR…!!”

Ikhwani fiddien a’azzakumullah, kalau kajian satu jam dibagi separuh untuk TAHDZIR dan separuh untuk ushul, nggak apa-apa…!! Itu belum kelebihan…!! Ya… Masih seimbang… Baarakallahu fiikum. Alhamdulillah, kalian tau sendiri kita lebih mementingkan untuk menyampaikan ushul karena mengharapkan kalian paham, dan mereka juga paham tentang apa ushul Ahlussunnah dan kemudian baru diperingatkan dari berbagai macam bahaya-bahaya yang mengancam… Baarakallahu fiikum wa jazaakumullah khaira…

Sumber Audio bisa di Download disini

##############################################

Terbukti sudah apa yang telah dijelaskan para masyaikh dan ‘ulama kita, Syaikh Abullah Al-Bukhari atau pun Syaikh Muhammad bin Hadi dan yang lainnya hafidzahumullah. Dan pernyataan Dzulqarnain ini menunjukkan bahwa ia tetap bertahan di atas kesalahannya bahkan kini berusaha untuk berkelit dan mendebat. Sungguh benar firman Allah Ta’ala “Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras”. (Q.S. Al-Baqarah:204)

Dari Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary

##############################################

Adapun fatwa Syaikh Shalih Fauzan itu tentang arahan meninggalkan mencela orang ‘fulan hizbi’ adalah nasihat umum. Lagi pula Dzulqarnain dan kawan-kawannya sudah dinasihati langsung oleh Syaikh Rabi’ tentang Radio Rodja dan lainnya. Tetap hasilnya seperti kita telah ketahui sendiri. Seperti kata Syaikh Abdullah Al-Bukhari, “Qadhiyah Dzul Qarnain tidak ada habisnya karena orang itu tanduknya dua”. Lihat saja sekarang tanduknya mulai mengarah ke Syaikh Rabi’. Bukankah dia sudah tahu beberapa point muakhadzat tentang dia. Tetap mana pernah merasa bersalah. Allahu yahdihi.

Dari Ustadz Abu ‘Abdillah Muhammad Sarbini

forumsalafy.net


Posted via Blogaway

Minggu, 16 Februari 2014

Bimbingan Ulama Terhadap Penomena Tahdzir Syaikh Rabi atas Dzulqarnain bin Sunusi al Makassari


🔊📻📡🔈
FAIDAH UMRAH ASATIDZAH 1435H
(Faidah ini Beliau Sampaikan di Ma'had Al Bayyinah Gresik Tanggal 11 dan 12 Februari 2014)
Bimbingan Ulama Terhadap Penomena Tahdzir Syaikh Rabi atas Dzulqarnain bin Sunusi al Makassari
⬇️📢 Bersama Al-Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawy hafidzahullah
Faedah Umroh 1
http://bit.ly/1frHTHL
Faedah Umroh 2
http://bit.ly/1frHTHP
Mudah2an bermanfaat. Baarakallahu fiikum.
🔖🔖🔖🔖🔖🔖🔖🔖
🌏 WA Salafy Indonesia

Sabtu, 15 Februari 2014

Jumat, 14 Februari 2014

Jumat, 07 Februari 2014

Senin, 03 Februari 2014

Al-Ustadz Adnan Manado – Nasehat untuk Ahlussunnah & Halangan Penuntut Ilmu

Sabtu, 01 Februari 2014

Setiap Kali Teringat Dia, Dunia Ini Terasa Tidak Ada Harganya

(Kisah Yang Menakjubkan Tentang Ikhlash)
Ibnul Mubarak rahimahullah menceritakan kisahnya:

“Saya tiba di Mekkah ketika manusia ditimpa paceklik dan mereka sedang melaksanakan shalat istisqa’ di Al-Masjid Al-Haram. Saya bergabung dengan manusia yang berada di dekat pintu Bani Syaibah. Tiba-tiba muncul seorang budak hitam yang membawa dua potong pakaian yang terbuat dari rami yang salah satunya dia jadikan sebagai sarung dan yang lainnya dia jadikan selendang di pundaknya. Dia mencari tempat yang agak tersembunyi di samping saya. Maka saya mendengarnya berdoa,
“Ya Allah, dosa-dosa yang banyak dan perbuatan-perbuatan yang buruk telah membuat wajah hamba-hamba-Mu menjadi suram, dan Engkau telah menahan hujan dari langit sebagai hukuman terhadap hamba-hamba-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu wahai Yang pemaaf yang tidak segera menimpakan adzab, wahai Yang hamba-hamba-Nya tidak mengenalnya kecuali kebaikan, berilah mereka hujan sekarang.”
Dia terus mengatakan, “Berilah mereka hujan sekarang.”
Hingga langit pun penuh dengan awan dan hujan pun datang dari semua tempat. Dia masih duduk di tempatnya sambil terus bertasbih, sementara saya pun tidak mampu menahan air mata. Ketika dia bangkit meninggalkan tempatnya maka saya mengikutinya hingga saya mengetahui di mana tempat tinggalnya. Lalu saya pergi menemui Fudhail bin Iyyadh. Ketika melihat saya maka dia pun bertanya, “Kenapa saya melihat dirimu nampak sangat sedih?” Saya jawab, “Orang lain telah mendahului kita menuju Allah, maka Dia pun mencukupinya, sedangkan kita tidak.” Dia bertanya, “Apa maksudnya?” Maka saya pun menceritakan kejadian yang baru saja saya saksikan. Mendengar cerita saya, Fudhail bin Iyyadh pun terjatuh karena tidak mampu menahan rasa haru. Lalu dia pun berkata, “Celaka engkau wahai Ibnul Mubarak, bawalah saya menemuinya!” Saya jawab, “Waktu tidak cukup lagi, biarlah saya sendiri yang akan mencari berita tentangnya.”
Maka keesokan harinya setelah shalat Shubuh saya pun menuju tempat tinggal budak yang saya lihat kemarin. Ternyata di depan pintu rumahnya sudah ada orang tua yang duduk di atas sebuah alas yang digelar. Ketika dia melihat saya maka dia pun langsung mengenali saya dan mengatakan, “Marhaban (selamat datang –pent) wahai Abu Abdirrahman, apa keperluan Anda?” Saya jawab, “Saya membutuhkan seorang budak hitam.” Dia menjawab, “Saya memiliki beberapa budak, silahkan pilih mana yang Anda inginkan dari mereka?” Lalu dia pun berteriak memanggil budak-budaknya. Maka keluarlah seorang budak yang kekar. Tuannya tadi berkata, “Ini budak yang bagus, saya ridha untuk Anda.” Saya jawab, “Ini bukan yang saya butuhkan.”
Maka dia memperlihatkan budaknya satu persatu kepada saya hingga keluarlah budak yang saya lihat kemarin. Ketika saya melihatnya maka saya pun tidak kuasa menahan air mata. Tuannya bertanya kepada saya, “Diakah yang Anda inginkan?” Saya jawab, “Ya.” Tuannya berkata lagi, “Dia tidak mungkin dijual.” Saya tanya, “Memangnya kenapa?” Dia menjawab, “Saya mencari berkah dengan keberadaannya di rumah ini, di samping itu dia sama sekali tidak menjadi beban bagi saya.” Saya tanyakan, “Lalu dari mana dia makan?” Dia menjawab, “Dia mendapatkan setengah daniq (satu daniq = sepernam dirham –pent) atau kurang atau lebih dengan berjualan tali, itulah kebutuhan makan sehari-harinya. Kalau dia sedang tidak berjualan, maka pada hari itu dia gulung talinya. Budak-budak yang lain mengabarkan kepadaku bahwa pada malam hari dia tidak tidur kecuali sedikit. Dia pun tidak suka berbaur dengan budak-budak yang lain karena sibuk dengan dirinya. Hatiku pun telah mencintainya.”
Maka saya katakan kepada tuannya tersebut, “Saya akan pergi ke tempat Sufyan Ats-Tsaury dan Fudhail bin Iyyadh tanpa terpenuhi kebutuhan saya.” Maka dia menjawab, “Kedatangan Anda kepada saya merupakan perkara yang besar, kalau begitu ambillah sesuai keinginan Anda!” Maka saya pun membelinya dan saya membawanya menuju ke rumah Fudhail bin Iyyadh.
Setelah berjalan beberapa saat maka budak itu bertanya kepada saya, “Wahai tuanku!” Saya jawab, “Labbaik.” Dia berkata, “Jangan katakan kepada saya ‘labbaik’ karena seorang budak yang lebih pantas untuk mengatakan hal itu kepada tuannya.” Saya katakan, “Apa keperluanmu wahai orang yang kucintai?” Dia menjawab, “Saya orang yang fisiknya lemah, saya tidak mampu menjadi pelayan. Anda bisa mencari budak yang lain yang bisa melayani keperluan Anda. Bukankah telah ditunjukkan budak yang lebih kekar dibandingkan saya kepada Anda.” Saya jawab, “Allah tidak akan melihatku menjadikanmu sebagai pelayan, tetapi saya akan membelikan rumah dan mencarikan istri untukmu dan justru saya sendiri yang akan menjadi pelayanmu.”
Dia pun menangis hingga saya pun bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Dia menjawab, “Anda tidak akan melakukan semua ini kecuali Anda telah melihat sebagian hubunganku dengan Allah Ta’ala, kalau tidak maka kenapa Anda memilih saya dan bukan budak-budak yang lain?!” Saya jawab, “Engkau tidak perlu tahu hal ini.” Dia pun berkata, “Saya meminta dengan nama Allah agar Anda memberitahukan kepada saya.” Maka saya jawab, “Semua ini saya lakukan karena engkau orang yang terkabul doanya.” Dia berkata kepada saya, “Sesungguhnya saya menilai –insya Allah– Anda adalah orang yang saleh. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memiliki hamba-hamba pilihan yang Dia tidak akan menyingkapkan keadaan mereka kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang Dia cintai, dan tidak akan menampakkan mereka kecuali kepada hamba yang Dia ridhai.” Kemudian dia berkata lagi, “Bisakah Anda menunggu saya sebentar, karena masih ada beberapa rakaat shalat yang belum saya selesaikan tadi malam?” Saya jawab, “Rumah Fudhail bin Iyyadh sudah dekat.” Dia menjawab, “Tidak, di sini lebih saya sukai, lagi pula urusan Allah Azza wa Jalla tidak boleh ditunda-tunda.” Maka dia pun masuk ke masjid melalui pintu halaman depan.
Dia terus mengerjakan shalat hingga selesai apa yang dia inginkan.
Setelah itu dia menoleh kepada saya seraya berkata, “Wahai Aba Abdirrahman, apakah Anda memiliki keperluan?” Saya jawab, “Kenapa engkau bertanya demikian?” Dia menjawab, “Karena saya ingin pergi jauh.” Saya bertanya, “Ke mana?” Dia menjawab, “Ke akherat.” Maka saya katakan, “Jangan engkau lakukan, biarkanlah saya merasa senang dengan keberadaanmu!” Dia menjawab, “Hanyalah kehidupan ini terasa indah ketika hubungan antara saya dengan Allah Ta’ala tidak diketahui oleh seorang pun. Adapun setelah Anda mengetahuinya, maka orang lain akan ikut mengetahuinya juga, sehingga saya merasa tidak butuh lagi dengan semua yang Anda tawarkan tadi.” Kemudian dia tersungkur sujud seraya berdoa, “Ya Allah, cabutlah nyawaku agar aku segera bertemu dengan-Mu sekarang juga!” Maka saya pun mendekatinya, ternyata dia sudah meninggal dunia. Maka demi Allah, tidaklah saya mengingatnya kecuali saya merasakan kesedihan yang mendalam dan dunia ini tidak ada artinya lagi bagi saya.”
(Al-Muntazham Fii Taarikhil Umam, karya Ibnul Jauzy, 8/223-225)
Diterjemahkan oleh: Abu Almass bin Jaman Al-Ausathy
17 Rabi’ul Awwal 1435 H
Daarul Hadits – Ma’bar – Yaman
Sumber : ibnutaimiyah.org

JANGANLAH ENGKAU JADIKAN MUSIM HUJAN SEBAGAI KAMBING HITAM

Nampaknya negeri ini masih terus diguyur hujan tanpa kita ketahui kapan berakhirnya, namun kenyataan yang miris kita dapati suara-suara yang mulai memojokkan musim hujan.

“wah hujan lagi, hujan lagi, bisa rugi saya.!”
“Nampaknya alam sudah tidak bersahabat lagi.”
“Gara-gara hujan harga barang jadi melonjak.”  dan ucapan-ucapan lain yang bernada menyalahkan hujan.
Wahai saudaraku mari kita merenung sejenak!
Tahukah anda sebenarnya banyak pesan yang ingin Allah sampaikan kepada kita lewat musim hujan ini. Diantara pesan yang bisa kita singkap adalah:
1. Allah ingin menunjukan kepada manusia betapa besar dan luas kekuasaan Allah.
Sebagaimana Allah berfirman:
والله أنزل من السماء ماء فأحيا به الأرض بعد موتها إن في ذلك لآية لقوم يسمعون
“Dan Dialah Allah yang telah menurun hujan dari awan kemudian menghidupkan bumi setelah kematiannya sesungguhnya pada hal ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang mau mendengar(pelajaran).  An Nahl: 6
Fenomena hujan merupakan salah satu fenomena alam yang mengagumkan sebagai bukti yang kuat untuk menunjukkan betapa agungnya Dzat yang menurunkannya, untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang mampu menandingi kuasa ilahi.
Sepintar apapun manusia, sehebat apapun teknologi yang mereka kuasai, mereka tidak mampu membendung turunnya hujan yang bertubi-bertubi mengguyur negeri mereka sehingga banjir di mana-mana tidak bisa terelakkan
لا حول و لا قوة إلا بالله العظيم
2.Untuk menambah rasa takut  kepada Allah
Hal ini telah dicontohkan oleh junjungan kita, salawat dan salam tercurah untuk beliau, sebagaimana diceritakan Ummul Mukminin ‘Aisyah:
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.” ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu gembira. Mereka mengharap-
harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.”   Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah adzab. Dan pernah suatu kaum diberi adzab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat adzab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”HR Al Bukhori 4829 dan Muslim 899
Seorang yg memiliki rasa takut kepada Allah akan membuat dia selalu waspada dengan berupaya melaksanakan ketaatan dan menjahui kemaksiatan. Adapun orang yg merasa aman dari hukuman Allah sehingga dia terus menerus dalam kelalaian dan lumpur dosa, dia berpikir:
“Saya tidak mungkin kebanjiran karena saya tinggal di dataran tinggi.”
“Saya ndak mungkin kena sunami wong saya jauh dari pantai”
Maka kita katakan:  “Wahai hamba Allah, apa anda pikir adzab Allah hanya banjir dan gempa bumi.”
Allah  maha mampu mendatangkan adzab dalam bentuk apapun, dari arah manapun tanpa melihat waktu.
Dengarkanlah ucapan Robbmu:
أفأمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا بياتا وهم نائمون
أو أمن أهل القرى أن يأتيهم بأسنا ضحى وهم يلعبون
أفأمنوا مكر الله فلا يأمن مكر الله إلا القوم الخاسرون
“Apakah punduduk sebuah desa itu merasa aman dari adzab kami di waktu malam saat mereka tidur terlelap. Apakah penduduk suatu desa merasa aman dari adzab kami di waktu dhuha tatkala mereka asik bermain.  Apakah mereka merasa aman dari makar Allah, tidaklah ada yang merasa aman dari makar Allah melainkan kaum yang merugi”.   Al A’rof 97-99
3. Penghancur kesombongan dan keangkuhan bani adam 
Wahai saudaraku yang dimuliakan Allah sebenarnya ada pesan yang dalam ingin Allah sampaikan kepada kita dengan musim hujan yang berkepanjangan sehingga menyebabkan kebanjiran melanda dimana-mana, pesan tersebut adalah agar manusia menghilangkan keangkuhan dan kesombongan mereka dan menyadari akan kelemahan mereka di hadapan Al Jabbarul Mutakabbir sehingga mereka kembali kepada Allah, tunduk dan patuh pada ketetapan-Nya.
Saat ini kebanyakan manusia terlalu angkuh nan sombong, dia lebih percaya dengan kemampuan dirinya, dia lebih bersandar pada kecerdasannya sehingga dia lupa bahwa disana ada kekuatan yang tak terbatas, dia lupa bahwa disana ada yang Maha berilmu, Dialah Allah Jalla Robbuna Al Qowiyul Matinul Aliim yang harus dia jadikan sandaran.
Seharusnya kita bersyukur kepada Allah dengan musibah ini karena hal itu pertanda Allah masih sayang dan cinta dengan kita.  sebagaimana sabda junjungan kita baginda nabi:
إذا أراد الله بعبده الخير عجل له بالعقوبة في الدنيا، وإذا أراد الله بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتي يوافي به يوم القيامة.  رواه الترمذي2396 صححه الألباني في صحيح
الجامع 308
“Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya maka Allah akan segerakan hukuman dosanya ketika di dunia, namun bila Allah menghendaki kejelekan untuknya Allah menunda hukuman atas dosanya hingga hari kiamat nanti.” HR At Tirmidzi2396 di shohihkan syaikh Al Albany dlm shohihul jaami’ 308
Sehingga sangatlah tidak pantas kalau kita menyalahkan musim hujan atas musibah yang kita derita, sangatlah tidak pantas kita menjadikan musim hujan sebagai kambing hitam dari kegagalan kita, hendaknya kita mawas diri, hujan tidak pernah salah karena dia merupakan murni perbuatan Allah, perbuatan Allah semuanya baik tidak ada yang salah sebagaimana nabi menyatakan:
الشر ليس إليك
“Kejelekan tidaklah berasal dari-Mu.”
Mencela hujan sama saja mencela Allah sebagaimana  sabda rosul dalam hadits qudsy Allah menyatakan:
يؤذيني ابن آدم يسب الدهر وأنا الدهر أقلب الليل و النهار
رواه البخاري4862 مسلم2246
“Anak adam telah menyakitiku, mereka mencela masa padahal Aku adalah Yang mengendalikannya, Aku yg membolak balikkan malam dan siang.”
sebenarnya yg salah adalah manusia sendiri, karena ketamakan mereka yang menggiring mereka pada musibah ini,penebangan, pembakaran hutan,penimbunan lahan yang terus menerus tampa memperhatikan keseimbangan alam, mereka hanya ingin meraup keuntungan saja.
Oleh karena itu melalui musim hujan ini kita jadikan sebagai ajang dalam mengkoreksi pribadi-pribadi kita dan kembali kepada Allah.
apapun yang kita rasakan dari musim hujan ini,  baik keuntungan ataupun kerugian kita sikapi dengan husnu  dzon,dan berpikir positif namun tetap optimis. Itulah sikap mukmin sejati, sebagaimana sabda nabi:
عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير و ليس ذلك لأحد إلا للمؤمن:  إن أصابته سراء شكر فكان خير له و إن أصابته ضراء صبر فكان خير له.  رواه مسلم2999
“Sungguh mengagumkan urusannya orang yang beriman, semua keadaan baik untuknya,  yang demikian tidak mungkin digapai melainkan hanya orang yang beriman, apabila dia mendapat kesenangan dia bersyukur, namun bila dia mendapat kesulitan dia bersabda.”
Dan kita memohon kepada Allah agar saudara-saudara kita yang di timpa musibah diberikan ketabahan, kasabaran dan keridhoan terhadap ketetapan Allah dan agar urusan mereka dipermudah
Allahumma amiin .
 (Faedah dari: ustadz abu sufyan sedayu gresik)