Kamis, 28 Mei 2015

JADWAL DAN TATA TERTIB Daurah Asy-Syariah ke-11


 



 Pengantar Daurah Asy-Syariah ke-11



Menangkal Radikalisme Dengan Pemahaman Salaf
Wajah kaum muslimin telah tercoreng. Akibat perbuatan segelintir orang, kaum muslimin menanggung derita. Syiar-syiar keislaman yang semestinya bisa disajikan kepada segenap umat, malah dijadikan sebagai identifikasi penganut radikal. Jenggot, jubah, kopiah identik dengan penganut Islam garis keras. Sebagian umat langsung menjaga jarak bila dihadapkan dengan fenomena tersebut. Belum lagi bila dihadapannya berdiri sosok seorang muslimah berhijab dan bercadar. Tak sedikit yang langsung antipati.

Propaganda anti-Islam telah begitu tajam. Mengiris setiap sendi umat seakan tak tersisa lagi bagian umat yang bisa berpikir bijak. Tak sedikit dari kaum Muslimin yang teracuni propaganda menyesatkan  sehingga bersikap antipati pada syiar-syiar keislaman yang jelas bersumber dari Alquran dan Assunnah. Sebagai seorang muslim, semestinya menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang muslim. Namun, akibat perbuatan segelintir orang, wajah seorang muslim yang tegas taat menampakkan keislamannya dicap sebagai muslim radikal.
Dampak lain dari propaganda menyesatkan, yaitu tidak tersuguhkan kehadapan umat wajah Islam nan lembut dan penuh rahmah. Sisi ajaran Islam yang memerintahkan untuk bersikap lemah lembut, bertutur santun, dan menampakkan akhlak mulia lainnya seakan terkubur.

Maka, melalui Daurah Ilmiyah Asy-Syariah  ke-11 ini diharapkan tergali nilai-nilai Islam sebenarnya. Nilai-nilai yang telah diwariskan dari para salafu ash-shalih kepada umat sekarang ini. Sehingga pemahaman Islam yang benar bisa mewarnai kehidupan manusia dewasa ini.

Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk berpegang teguh dengan ajaran agamanya. Sikap teguh dalam menjalankan Islam tidaklah identik dengan terminologi radikalisme dewasa ini. Kokoh dalam memegang prinsip berislam merupakan hak yang dijamin negara.

Sehingga bagi seorang muslim tidak sepantutnya untuk lemah menampilkan jati diri keislamannya.

Termasuk dalam dakwah. Islam tidak mengajarkan cara-cara kekerasan membabibuta.  Radikalisme yang dipertontonkan dewasa ini, yang seakan mengenakan baju Islam, sebenarnya tidak selaras dengan Islam itu sendiri. Islam lebih mengedepankan sikap rahmah dan lemah lembut.

 Allah Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka karena rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karenanya, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila dirimu telah membulatkan tekad, hendaknya bertawakal kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali Imran:159).

Gerakan ISIS, Syiah, Khawarij, Ikhwanul muslimin dan kelompok-kelompok ekstrim lainnya merupakan gerakan sesat yang membahayakan umat. Gerakan radikal Hutsi di Yaman, yang berusaha menggulingkan kekuasaan dan membantai kaum Muslimin, adalah contoh faktual dewasa ini dari sebuah gerakan yang didasari pemahaman Syiah. Di Suriah, demikian pula. Kaum Muslimin menjadi obyek pembantaian tak berkesudahan dari kelompok Syiah.

Inilah wajah radikalisme yang bakal mengancam kehidupan umat. Karenanya, kami terpanggil untuk menata kehidupan ini sehingga benar-benar didasari pemahaman Islam yang benar, yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh salafu ash-shalih. Seraya terus menyadarkan umat dari bahaya gerakan radikal seperti ISIS, Khawarij, Syiah dan lainnya.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberi kekokohan dalam taat kepada-Nya. Serta memohon keselamatan dari pemahaman sesat dan menyesatkan.

Tata Tertib Peserta Daurah Asy-Syariah ke-11

UMUM
  1. Setiap peserta wajib mendaftarkan diri kepada panitia yang dikoordinir oleh ketua kafilah (rombongan)
  2. Peserta dauroh wajib menjaga keamanan, ketertiban dan mentaati peraturan-peraturan yang ada.
  3. Peserta dauroh wajib menjaga kebersihan di dalam maupun di luar masjid baik sebelum acara dimulai maupun setelah selesai acara.
  4. Peserta dauroh wajib untuk memelihara dan menjaga perlengkapan dan fasilitas masjid selama kegiatan berlangsung.
  5. Peserta dilarang merusak atau membuat coretan pada fasilitas dan sarana masjid.
  6. Setiap peserta harus menempatkan tas dan barang bawaan yang lainnya ditempat yang telah ditentukan (tenda-tenda depan masjid) dan menjaga barangnya sendiri dengan membuat jadwal  shift di antara peserta satu tenda.
  7. Peserta dilarang membawa senjata bentuk apapun, alat-alat musik, dan barang-barang berbahaya/terlarang lainnya.
  8. Peserta yang membawa kendaraan wajib memarkir kendaraannya dengan rapi di tempat yang telah ditentukan.
  9. Peserta yang membawa barang dagangan, hanya diperbolehkan menggelar dagangan di tempat yang telah ditentukan panitia.
  10. Dilarang merokok di lingkungan masjid tempat berlangsungnya kegiatan.
  11. KARENA LAHAN PARKIR YANG TERBATAS [LAPANGAN TIDAK BISA DIGUNAKAN] PESERTA DAUROH DIHIMBAU DATANG BEROMBONGAN MEMAKAI BUS
  12. PESERTA DAUROH YANG MEMAKAI KENDARAAN (BUS/MOBIL) DIHIMBAU UNTUK TIDAK MEMARKIR ATAU MENURUNKAN PENUMPANG DI JALAN SEBELAH UTARA MASJID. PENUMPANG DIANJURKAN TURUN DI TIMUR PEREMPATAN KLODRAN, DAN KENDARAAN DIPARKIR DI TEMPAT YANG DISEDIAKAN OLEH PANITIA

MAJELIS
  1. Setiap peserta wajib menjaga adab-adab majelis ilmu dan senantiasa mengikhlaskan niatnya semata-mata untuk mencari ridho Allah Subhanahu Wata`ala.
  2. Peserta dauroh mengikuti acara sesuai jadwal yang ditentukan panitia.
  3. Dilarang membuat gaduh dan mengganggu jalannya Dauroh Ilmiyyah.
  4. Bagi yang membawa handphone (HP) dan alat komunikasi lainnya harap dimatikan ketika majelis ilmu sedang berlangsung.
  5. Peserta hanya diperbolehkan merekam dauroh di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.
  6. Dilarang membawa anak-anak kecil dalam majelis.

KONSUMSI
  1. Panitia dauroh tidak menyediakan konsumsi untuk peserta dauroh.
  2. Panitia hanya membantu mengarahkan dan menunjukkan tempat makan.
  3. Peserta dilarang membuang sampah di ruangan masjid dan di lingkungan masjid, serta wajib membuang sampah di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

KAMAR MANDI/ WC
  1. Karena keterbatasan kamar mandi/WC maka peserta wajib antri dalam menggunakan kamar mandi/WC tersebut.
  2. Setiap peserta wajib menjaga kebersihan kamar mandi dan WC
  3. Peserta hanya diperbolehkan mandi di kamar mandi yang telah disediakan panitia, dan setiap peserta tidak boleh mandi di WC karena akan menyebabkan WC rusak.
  4. Setiap peserta wajib menghemat penggunaan air.

MENGINAP
  1. Peserta diperkenankan menginap di Masjid Agung Bantul.
  2. Setiap peserta wajib menjaga ketertiban dan kerapian masjid ketika menginap.
  3. Tempat yang dianjurkan untuk menginap adalah bagian serambi masjid, setelah penuh baru di tempat lain yang masih kosong.
  4. Selama peserta tidur, wajib menjaga barang-barangnya sendiri, panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang peserta.

KELUAR LOKASI
  1. Peserta yang hendak keluar dari lokasi dauroh wajib lapor kepada panitia/petugas keamanan.
  2. Selama peserta di luar lokasi daurah, wajib menjaga adab-adab dan sopan-santun.
  3. Peserta yang keluar lokasi wajib kembali jika keperluannya telah selesai.
 Jadwal Ceramah Masyaikh
  • 05:30 – 06:30 Tausiyah dari Asatidzah
  • 09:00 – 10:00 Pembukaan Daurah Masyaikh
  • 10:15 – 11:30 Sesi 1 Daurah Masyaikh
  • 16:00 – 17:30 Sesi 2 Daurah Masyaikh
  • 19:30 – 21:00 Sesi 3 Daurah Masyaikh 
 http://daurah.asysyariah.com

Rabu, 27 Mei 2015

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia;


***
1. KOLAKA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad as Sarbini حفظه الله
Tema: Siapakah Para Ulama Salafy

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Taushiyyah Ba’da Maghrib di masjid Manuggal kodim Al-Jariyah ~ Download Audio di Sini
Taushiyyah Ba’da Maghrib di masjid Raya At-Taqwa ~ Download Audio di Sini
Taushiyyah Ba’da Subuh di ma’had Imam syafi’i ~ Download Audio di Sini
***
2. SEMARANG

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Isnadi حفظه الله
Tema: Untukmu Wanita Kupersembahkan Nasehatku Pertemuan ke-2 ~ Download Audio di Sini
*
Bersama:  Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله
Tema: Sabar Menghadapi Ujian dan Cobaan Dalam Bermanhaj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
3. KENDARI

Bersama:  Al Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc حفظه الله
Tema: Sifat-Sifat Al Jannah ~ Download Audio di Sini
***
4. SLIPI

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed حفظه الله
Tema : Kitab ash-Shawarif ‘anil Haq
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
5. BANYUMAS

Bersama:  Al Ustadz Abu Nashim Mukhtar bin Rifai  حفظه الله
Tema: Agar Tetap Istiqomah di Atas Al-Haq
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
6. CILACAP

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Rijal,Lc حفظه الله
Tema: Mendulang Faidah dari Peristiwa Isra’ Mi’raj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
7. BONTANG

Bersama:  Al Ustadz Luqman Ba’abduh  حفظه الله
Tema: Bahaya Radikalisme ISIS dan Syi’ah Terhadap Agama Negara
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Tema: Keluarga Islami Dambaan Pasutri
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 ~ Download Audio di Sini
***
8. KLATEN

Bersama:  Al Ustadz Usamah Faishal Mahri  حفظه الله
Tema: Radikalisme Bukan Ajaran Islam
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
9. SUKOHARJO

Bersama:  Al Ustadz Qomar Su’aidi حفظه الله
Tema: Mewaspadai Radikalisme ISIS dan Syi’ah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
10. SURABAYA

Bersama:  Al Ustadz Agus Su’aidy حفظه الله
Tema: Tawakal Laksana Burung ~ Download Audio di Sini
*
Bersama:  Al Ustadz Ruwaify حفظه الله
Tema: Pengaruh Orang Tua dalam Pendidikan Anak ~ Download Audio di Sini
***
11. CILEUNGSI
Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Seweed حفظه الله
Tema : AKIBAT JELEK KEMAKSIATAN
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
12. TANJUNG PANDAN-BELITUNG
Bersama : Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله
1. Tema : HIKMAH DI TENGAH BADAI FITNAH
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
2. Tema : AGAMA ITU NASEHAT Download Audio di Sini
3. Tema : TAUSHIYAH
1. Urgensi Ilmu ~ Download Audio di Sini
2. Hikmah dalam Dakwah ~ Download Audio di Sini
3. Sebaik-Baik Bekal adalah Takwa ~ Download Audio di Sini
4. Nikmat Ukhuwah ~ Download Audio di Sini
5. Keberkahan bersama Ulama Kibar ~ Download Audio di Sini
6. Islam Bukan Sekedar Pengakuan ~ Download Audio di Sini
4. Tema : Syukur Nikmat
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
================================================================
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Senin, 18 Mei 2015

Wejangan Syekh Asy-Syinqithi Rahimahullah kepada anaknya


RAHASIA KEBAHAGIAAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
ﻳﺎﻭﻟﺪﻱ... ﺭﺍﺟﻊ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ؛ ﻻﺗﻨﺴﻪ... ﺃﻣﺎﻣﻚ ﺣﻔﻞ ﺗﻜﺮﻳﻢ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ، ﻟﻴﺲ ﻛﺎﺣﺘﻔﺎﻻﺕ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ
ﺇﻳﺎﻙ ﺃﻥ ﺗﺨﻄﺊ ﻭﻗﺪ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ: ‏(ﺍﻗﺮﺃ ﻭﺍﺭﺗﻖ ﻭﺭﺗﻞ)

Wahai ananda,  ulangi terus membaca Alquran,  jangan sampai melupakannya, kelak hari kiamat akan ada acara penghargaan yg tidak sama dengan acara festifal-festifal di dunia,  oleh karena itu waspadalah jangan sampai kamu menyesal,  padahal sudah disampaikan kepadamu "bacalah,  naiklah dan tartilkanlah.. "

جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dengan kesantunan adabmu

وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Robb-mu dengan mengingat-NYA

وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi dirimu sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu,  karena di langit ada Zat yang mengapresiasi dengan berkahnya ...

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar,  disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia,  juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yang ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu,  meskipun kamu tdk ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yg bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yg memiliki sifat sempurna selain Allah,  oleh karna itu berhentilah dari mencari-cari aib orang lain

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal,  bukan pada usia,  umur hanyalah bilangan harimu,  sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemah lembutlah ketika bicara dengan orang lain, karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing2, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا
                "السعادة"
فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi,  kecuali KEBAHAGIAAN,  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yg lain

WA Syabab Salafy Dlingo

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia;


***
1. SUKOHARJO

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
Tema: kitab akhlaqul ‘ulama karya imam al-ajurry rahimahullah

Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 + Tanya Jawab ~ Download Audio di Sini
***
2. SEMARANG

Bersama:  Al Ustadz Abdurrouf حفظه الله
Tema: Bimbingan Fiqih Praktis Bagi Wanita Pertemuan ke-2 ~ Download Audio di Sini
***
3. CIMAHI

Bersama:  Al Ustadz Usamah Faishal Mahri حفظه الله
Tema: Bahaya Radikalisme Dalam Pandangan Islam
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
4. CILEUNGSI

Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Menulis Itu Indah ~ Download Audio di Sini
Tema: Tehnik Menyusun Kerangka Tulisan   ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Ustadz Farhan Temanggung حفظه الله
Tema: Peran Media Masa Dalam Kancah Dakwah ~ Download Audio di Sini
Tema: Peran Sebuah Tulisan Dalam Menyampaikan Hidayah ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Akh Syu’bah حفظه الله
Tema: Tekhnik Menyunting Naskah
Ses 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Akh Wahyu حفظه الله
Tema: Tehnik Menyusun Paragraf ~ Download Audio di Sini
*
Tanya Jawab Bersama Praktisi Majalah ~ Download Audio di Sini
***
5. PURBALINGGA

Bersama: Al Ustadz Ridwanul Bary حفظه الله
Tema: Kasih Sayang Sesama Muslim ~ Download Audio di Sini
Bersama: Al Ustadz Maimun  Aliyastawi حفظه الله
Tema: Bahayanya Ghuluw dalam Beragama ~ Download Audio di Sini
***
6. DEPOK

Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Arbain Annawawi
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
7. SURABAYA

Bersama: Al Ustadz Agus Su’aidy حفظه الله
Tema: Tawakal Laksana Burung ~ Download Audio di Sini
Bersama: Ustadz Ruwaify حفظه الله
Tema: Pengaruh Orang Tua dalam Pendidikan Anak ~ Download Audio di Sini
***
8. SEMARANG

Bersama: Al Ustadz Abu Ishaq Muslim حفظه الله
Tema: Sabar Menghadapi Ujian dan Cobaan Dalam Bermanhaj
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
9. LAMPUNG

Bersama: Al Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan حفظه الله
Tema: Jalan Keluar dari Fitnah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 ~ Download Audio di Sini
Sesi 5 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Tema: Tafsir Surat Al Imran 102-105
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Tema: Ibadah Bersama Pemerintah
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 (TJ) ~ Download Audio di Sini

===
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Minggu, 17 Mei 2015

NASEHAT "ORANG GILA" KEPADA KHALIFAH HARUN AR RASYID


 AMBILLAH PELAJARAN, WAHAI ORANG YANG BERAKAL!!

Dihikayatkan bahwa ada seorang bernama "Bahlul" seorang lelaki gila pada masa khilafah abbasiyyah Harun ar Rasyid...
Pada suatu hari, Khalifah Harun ar Rasyid melewatinya, dalam keadaan Bahlul sedang duduk di salah satu kuburan.

Maka khalifah Harun berkata kepadanya:
"Wahai Bahlul...Wahai Majnun...kapan kamu akan berakal?!

Maka Bahlul pun lari kemudian memanjat pohon yang paling tinggi, kemudian iapun menyeru kepada Harun dengan suara yang paling tinggi:
"Wahai Harun...wahai Majnun...kapan engkau akan berakal?.

Maka Harun pun menghampirinya di bawah pohon, dalam keadaan beliau menunggang di atas kudanya dan berkata kepada Bahlul:
"Aku yang gila ataukah engkau yang duduk di atas kuburan?

Maka Bahlul berkata kepadanya:
"Bahkan aku orang yang berakal !!
Berkata Harun:
"Bagaimana bisa demikian?!

Berkata Bahlul:
"Dikarenakan aku mengetahui bahwa ini semua akan lenyap (sambil mengisyaratkan ke istana Harun).
Adapun ini akan kekal (sambil mengisyaratkan ke kubur).
Akupun sudah terbiasa tinggal di sini, sebelum aku akan benar-benar akan tinggal di sini (kuburan).

Sementara engkau terbiasa hidup di istanamu.
Engkau pun meninggalkan dari mengingat kubur, engkau juga tidak suka untuk berpindah dari istana kepada kehancuran, dalam keadaan engkau mengetahui bahwa itulah tempat kembalimu. Bukan perkara yang mustahil, tapi pasti...
Bahlul pun menimpali: "Maka katakan kepadaku, siapa orang yang GILA?!

Maka Harun ar Rasyid pun bergetar hatinya, kemudian menangis sampai basah jenggotnya.
Lalu berkata: "Sungguh engkau benar..."

Kemudian Harun berkata:
"Tambahkanlah kepadaku nasihat, wahai Bahlul !!"

Bahlul pun berkata:
"Cukup bagimu Kitabullah, berpegang teguhlah dengannya!!"

Harun berkata:
"Apakah engkau memilki kebutuhan, sehingga aku akan memenuhinya untukmu?"

Bahlul berkata:
"Iya. Aku punya 3 kebutuhan...
Kalau engkau mampu untuk memenuhinya, maka aku akan sangat berterima kasih kepadamu.
Berkata Harun:
Mintalah !!

Berkata Bahlul:
"Apakah engkau mampu untuk menambah umurku?!
Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

Bahlul berkata lagi:
"Apakah engkau mampu menjagaku dari malakul maut!!
Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

Bahlul berkata:
"Apakah engkau mampu untuk memasukkanku ke dalam al Jannah dan menjauhkan aku dari an Naar?!
Harun pun menjawab:
"Aku tidak mampu..."

Berkatalah Bahlul:
"Maka ketahuilah, engkau hanyalah seorang raja dunia...engkau bukanlah Raja yang sesungguhnya (Allah ta'ala).
Aku tidak butuh kepadamu.

Uqalaul Majanin-Abul Qasim al Hasan bin Muhammad bin Habib an Naisaburiy (Wafat 406H).

Forum Salafy Purbalingga

Sabtu, 16 Mei 2015

ADZAB KUBUR



1.      Diperlihatkan Neraka Jahannam

Kuburan“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar radiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala  membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

 2.      Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas Radiyallahu anhu, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3.      Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang panjang, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

 4.      Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam berkata kepada Jibril dan Mikail sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah z)

5.      Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:

فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ

“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili.”)

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

sumber: http://asysyariah.com/macam-macam-azab-kubur.html

Jumat, 15 Mei 2015

APAKAH PARA PENGIKUT MUBTADI JUGA DISAMAKAN DENGAN MUBTADI ?



Asy Syaikh Robi bin Hadi al Madkholi حفظه الله

Pertanyaan: Apakah para pengikut mubtadi juga disamakan dengan mubtadi?
Jawaban:

Iya. . . ! Jika dia menolong, menguatkan dan membela mubtadi tersebut, maka dia dikatakan sebagai pasukannya dan dia termasuk bagian mubtadi, sebagaimana pasukan Firaun (juga disamakan dengan Firaun).

"Dan mereka berkata, "Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” (Al Ahzab:67-68)

Para pengikut yang berasal dari orang-orang lemah, merekalah yang mengikuti ahlu batil sehingga mengajak mereka untuk menyelisihi kebenaran dan memerangi para pembawa kebenaran.

Maka hukum mereka sama dengan pemimpinnya.

Akan tetapi, jika kalian melihat sebagian orang ada yang tertipu dengan mubtadi, maka coba berikan dia penjelasan dan jelaskan kepadanya al haq.

Namun, jika dia tetap mengikuti pimpinannya tersebut, maka hukumi dia sama dengan pimpinannya itu.

Sumber: Kaset berjudul "al-Manhaj at-Tamyi wa Qowaaiduhu. Syaikh Robi al Madkholi حفظه الله

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134049#entry654247

✒ Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=11071

Rabu, 13 Mei 2015

Paman, lihatlah, bidadari yang pernah kuceritakan padamu ada di dekatku. Dia menunggu ruhku keluar.


(KISAH MENAKJUBKAN DI MASA TABI'IN)--

Oleh Al-Akh Yahya Al-Windany (Penuntut Ilmu di Darul Hadits Fuyus,Yaman)
Hari itu, di salah satu sudutnya Masjid Nabawi berkumpullah Abu Qudamah dan para sahabatnya.

Di hati para sahabatnya, Abu Qudamah adalah orang yang sangat dikagumi. Itu karena Abu Qudamah adalah seorang mujahid. Berjihad dari satu front ke medan-medan jihad lainnya. Seolah hidup beliau, beliau persembahkan untuk berjihad.
Debu yang beterbangan, kilatan pedang, hempasan anak panah, derap kuda adalah hal yang sudah biasa bagi beliau. Pengalaman, tragedi, kisah dan momen pun telah banyak beliau saksikan di setiap gelanggang perjuangan jihad."Abu Qudamah, ceritakanlah pada kami kisah paling mengagumkan di hari-hari jihadmu," tiba-tiba salah seorang sahabatnya meminta.
"Ya," jawab Abu Qudamah.Beberapa tahun lalu. Aku singgah di kota Recca. Aku ingin membeli onta untuk membawa persenjataanku.

Saat aku sedang bersantai di penginapan, keheningan pecah oleh suara ketukan.Ku buka ternyata seorang perempuan."Engkaukah Abu Qudamah?" tanyanya."Engkaukah yang menghasung umat manusia untuk berjihad?" pertanyaannya yang kedua.
"Sungguh, Allah telah menganugerahiku rambut yang tak dimiliki wanita lain. Kini aku telah memotongnya. Aku kepang agar bisa menjadi tali kekang kuda. Aku pun telah menutupinya dengan debu agar tak terlihat.
Aku berharap sekali agar engkau membawanya. Engkau gunakan saat menggempur musuh, saat jiwa kepahlawananmu merabung. Engkau gunakan bersamaan saat kau menghunus pedang, saat kau melepaskan anak panah dan saat tombak kau genggam erat.
Kalau pun engkau tak membutuhkan, ku mohon berikanlah pada mujahid yang lain. Aku berharap agar sebagian diriku ikut di medan perang, menyatu dengan debu-debu fi sabilillah.
Aku adalah seorang janda. Suamiku dan karib kerabatku, semuanya telah mati syahid fi sabilillah. Kalau pun syariat mengizinkan aku berperang, aku akan memenuhi seruannya," ungkapnya sembari menyerahkan kepangan rambutnya.

Aku hanya diam membisu. Mulutku kelu walau tuk mengucapkan "iya"."Abu Qudamah, walaupun suamiku terbunuh, namun ia telah mendidik seorang pemuda hebat. Tak ada yang lebih hebat darinya.
Ia telah menghapal Al-Qur'an. Ia mahir berkuda dan memanah. Ia senantiasa sholat malam dan berpuasa di siang hari. Kini ia berumur 15 tahun. Ialah generasi penerus suamiku. Mungkin esok ia akan bergabung dengan pasukanmu. Tolong terimalah dia. Aku persembahkan dia untuk Allah. Ku mohon jangan halangi aku dari pahala," kata-kata sendu terus mengalir dari bibirnya.

Adapun aku masih diam membisu. Memahami kalimat per kalimat darinya. Lalu tanpa sadar perhatianku tertuju pada kepangan rambutnya."Letakkanlah dalam barang bawaanmu agar kalbuku tenang," pintanya.
Tahu aku memperhatikan kepangan rambutnya.

Aku pun segera meletakkannya bersama barang bawaanku. Seolah aku tersihir dengan kata-kata dan himmah (tekad) nya yang begitu mengharukan.Keesokan harinya, aku bersama pasukan beranjak meninggalkan Recca.Tatkala kami tiba di benteng Maslamah bin Abdul Malik, tiba-tiba dari belakang ada seorang penunggang kuda yang memanggil-manggil.
"Abu Qudamah!" serunya.
"Abu Qudamah, tunggu sebentar, semoga Allah merahmatimu."
Kaki pun terhenti. Lalu aku berpesan kepada pasukan, "tetaplah di tempat hingga aku mengetahui orang ini."
Dia mendekat dan memelukku."Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan menjadi pasukanmu. Sungguh Dia tidak ingin aku gagal," ucapnya.
"Kawan, singkaplah kain penutup kepalamu dahulu," pintaku.

Ia pun menyingkapnya. Ternyata wajahnya bak bulan purnama. Terpancar darinya cahaya ketaatan."Kawan, apakah engkau memiliki Abi?" tanyaku.
"Justru aku keluar bersamamu hendak menuntut balas kematian Abi. Dia telah mati syahid. Semoga saja Allah menganugerahiku syahid seperti Abi," jawabnya.
"Lalu, bagaimana dengan Ummi? Mintalah restu darinya terlebih dahulu. Jika merestui, ayo. Jika tidak, layanilah beliau. Sungguh baktimu lebih utama dibandingkan jihad. Memang, jannah di bawah bayangan pedang, namun juga di bawah telapak kaki ibu."
"Duhai Abu Qudamah. Tidakkah engkau mengenaliku."
"Tidak."
"Aku putra pemilik titipan itu. Betapa cepatnya engkau melupakan titipan Ummi, pemilik kepangan rambut itu"
"Aku, insya Allah, adalah seorang syahid putra seorang syahid. Aku memohon kepadamu dengan nama Allah, jangan kau halangi aku ikut berjihad fi sabilillah bersamamu. Aku telah menyelesaikan Al-Qur'an. Aku juga telah mempelajari Sunnah Rasul. Aku pun lihai menunggang kuda dan memanah.Tak ada seorang pun lebih berani dariku. Maka, janganlah kau remehkan aku hanya karena aku masih belia."
Ummi telah bersumpah agar aku tidak kembali. Beliau berpesan; Nak, jika kau telah melihat musuh, jangan pernah kau lari. Persembahkanlah ragamu untuk Allah. Carilah kedudukan di sisi Allah. Jadilah tetangga Abimu dan paman-pamanmu yang sholeh di jannah. Jika nantinya kau menjadi syahid, jangan kau lupakan Ummi. Berilah Ummi syafa'at. Aku pernah mendengar faedah bahwa seorang syahid akan memberi syafaat untuk 70 orang keluarganya dan juga 70 orang tetangganya. Ummi pun memelukku dengan erat dan mendongakkan kepalanya ke langit;

Rabbku.. Maulaku.. Inilah putraku, penyejuk jiwaku, buah hatiku.. aku persembahkan ia untukmu. Dekatkanlah ia dengan ayahnya," terang sang pemuda.Kata-katanya terus mendobrak tanggul air mataku. Dan akhirnya aku benar-benar tak kuasa menahannya. Aku tersedu-sedu. Aku tak tega melihat wajahnya yang masih muda, namun begitu tinggi tekadnya. Aku pun tak bisa membayangkan kalbu sang ibu. Betapa sabarnya ia.Melihatku menangis, sang pemuda bertanya, "Paman, apa gerangan tangisanmu ini? Jika sebabnya adalah usiaku, bukankah ada orang yang lebih muda dariku, namun Allah tetap mengadzabnya jika bermaksiat !?"
"Bukan," aku segera menyanggah.
"Bukan lantaran usiamu. Namun aku menangis karena kalbu ibumu. Bagaimana jadinya nanti jika engkau gugur?"
Akhirnya aku menerimanya sebagai bagian dari pasukan. Siang malam si pemuda tak pernah jemu berdzikir kepada Allah Ta'ala. Saat pasukan bergerak, ia yang paling lincah mengendalikan kuda. Saat pasukan berhenti istirahat, ia yang paling aktif melayani pasukan. Semakin kita melangkah, tekadnya juga semakin membuncah, semangatnya semakin menjulang, kalbunya semakin lapang dan tanda-tanda kebahagiaan semakin terpancar darinya.

Kami terus berjalan menyusuri hamparan bumi nan luas. Hingga kami tiba di medan laga bersamaan dengan bersiap-siapnya matahari untuk terbenam.Sesampainya, sang pemuda memaksakan diri menyiapkan hidangan berbuka untuk pasukan. Memang, hari itu kami berpuasa. Dan dikarenakan hal inilah juga khidmatnyakepada pasukan selama perjalanan, dia tertidur pulas. Pulas sekali hingga kami iba membangunkan. Akhirnya, kami sendiri yang menyiapkannya danmembiarkan si pemuda tidur. Saat tidur, tiba-tiba bibirnya mengembang menghiasi wajahnya."Lihatlah, ia tersenyum!" kataku pada teman keheranan.

Setelah bangun, aku bertanya padanya, "kawan, saat tertidur kau tersenyum. Apa gerangan mimpimu?"
"Aku mimpi indah sekali. Membuatku bahagia," jawabnya."Ceritakanlah padaku!" pintaku penasaran."

Aku seperti di sebuah taman hijau nan permai. Indah sekali. Pemandangannya menarik kalbuku untuk berjalan-jalan.Saat asyik berjalan, tiba-tiba aku berdiri di depan istana perak, balkonnya dari batu permata dan mutiara serta pintu-pintunya dari emas.Sayang, tirai-tirainya terjuntai, menghalangiku dari bagian dalam istana. Namun tak lama, keluarlah gadis-gadis menyingkap tirai-tirainya.

Sungguh wajah mereka bagaikan rembulan. Kutatap wajah-wajah cantik itu dengan penuh kekaguman, amboi cantiknya."Marhaban," kata salah seorang dari mereka tahu ku memandanginya.
Aku pun tak tahan hendak menjulurkan tangan menyentuhnya. Belum sampai tangan ini menyentuh, dia berkata, "Belum. Ini belum waktunya. Janganlah terburu-buru."
Telingaku juga menangkap sebuah suara salah seorang mereka, "Ini suami Al Mardhiyah."
Mereka berkata kepadaku,"kemarilah, yarhamukalloh."
Baru saja kakiku hendak melangkah, ternyata mereka telah berdiri di depanku.

Mereka membawaku ke atas istana. Di sebuah kamar, seluruhnya dari emas merah yang berkilauan indahnya. Dalam kamar itu ada dipan yang bertahtakan permata hijau dan kaki-kakinya terbuat dari perak putih. Dan di atasnya. . .seorang gadis belia dengan wajah bersinar lebih indah dari sekedar rembulan!!
Kalaulah Allah tidak memantapkan kalbu dan penglihatanku, niscaya butalah mataku dan hilanglah akalku karena tak kuasa menatap kecantikannya!!
"Marhaban, ahlan wa sahlan, duhai wali Allah. Sungguh engkau adalah milikku dan aku adalah milikmu" katanya menyambutku, membuatku tak terasa hendak memeluknya."Sebentar. Janganlah terburu-buru. Belum waktunya. Aku berjanji padamu, kita bertemu besok selepas sholat dhuhur. Bergembiralah," sang pemuda mengakhiri kisahnya. Lalu, aku berusaha membangkitkan himmahnya, "Kawan, mimpimu begitu indah. Engkau akan melihat kebaikan nantinya." Kami pun bermalam dengan perasaan takjub dan kagum akan mimpi sang pemuda.

Esok hari, kami bersiap menghadapi kaum kafir. Barisan diluruskan, formasi dan strategi dimatangkan, senjata tergenggam kuat dan tali kekang kuda dipegang erat.Semangat pun semakin berkobar saat mendengar hasungan, "wahai segenap para tentara Allah, tunggangilah kuda-kuda kalian. Bergembiralah dengan jannah. Majulah kalian, baik terasa ringan oleh kalian ataupun terasa berat."

Tak lama, skuadron pasukan kuffar tiba di hadapan kami. Banyak sekali, bagaikan belalang yang menyebar kemana-mana.Perang campuh pun terjadi. Kesunyian pagi hari sontak terpecah oleh teriakan skuadron kuffar dan gema takbir kaum muslimin. Suara senjata yang saling beradu, berbaur dengan riuh rendah suara para prajurit yang sedang bertaruh nyawa.Tiba-tiba aku mengkhawatirkan pemuda itu. Iya, dimana pemuda itu...Dimana pemuda itu ? Ku berusaha mencari di tengah medan laga. Ternyata dia di barisan depan pasukan muslimin. Dia merangsek maju, menyibak skuadron kuffar dan memporak porandakan barisan mereka.

Dia bertempur dengan hebatnya. Dia mampu melumpuhkan begitu banyak pasukan kuffar. Namun begitu, tetap saja hati ini tak tega melihatnya. Aku segera menyusulnya di depan.
"Kawan, kau masih terlalu muda. Kau tak tahu betapa liciknya pertempuran.Kembalilah ke belakang," teriakku mencoba menyaingi suara riuh pertempuran, sambil menarik tali kekang kudanya.
"Paman, tidakkah kau membaca ayat {{ wahai segenap kaum mukmin, jika kalian telah bercampuh dengan kaum kuffar, maka janganlah kalian mundur ke belakang }} [Al Anfal:15]. Sudikah engkau aku masuk neraka ?" serunya menimpali. Saat kucoba memahamkannya, serbuan kavelari kuffar memisahkan kami. Aku berusaha mengejarnya, namun sia-sia. Peperangan semakin bergejolak.

Dalam kancah pertempuran, terdengarlah derap kaki kuda diiringi gemerincing pedang dan hujan panah.Lalu mulailah kepala berjatuhan satu persatu. Bau anyir darah tercium dimana-mana. Tangan dan kaki bergelimpangan.Dan tubuh tak bernyawa tergeletak bersimbah darah. Demi Allah, perang itu telah menyibukkan tiap orang akan dirinya sendiri dan melalaikan orang lain. Sabetan dan kilatan pedang di atas kepala yang tak henti-hentinya,menjadikan suhu memuncak. Kedua pasukan bertempur habis-habisan.

Saat perang usai, aku segera mencari si pemuda. Terus mencari di medan laga. Aku khawatir dia termasuk yang terbunuh. Aku berkeliling mengendarai kuda di sekitar kumpulan korban. Mayat demi mayat, sungguh wajah mereka tak dapat dikenali, saking banyaknya darah bersimbah dan debu menutupi.
Dimana sang pemuda ? Aku terus melanjutkan pencarian. Dan tiba-tiba aku mendengar suara lirih, ”Kaum muslimin, panggilkan pamanku Abu Qudamah kemari!”
Itu suaranya, teriakku dalam kalbu. Kucari sumber suara, ternyata benar, si pemuda. Berada di tengah-tengah kuda bergelimpangan.Wajahnya bersimbah darah dan tertutup debu. Hampir aku tak mengenalnya.

Aku segera mendatanginya. "Aku di sini! Aku di sini! Aku Abu Qudamah!" isakku tak kuasa menahan tangis. Aku sisingkan sebagian kainku dan mengusap darah yang menutupi wajah polosnya."Paman, demi Rabb ka'bah, aku telah meraih mimpiku. Akulah putra ibu pemilik rambut kepang itu. Aku telah berbakti padanya, ku kecup keningnya dan ku hapus debu dan darah yang terkadang mengalir di wajahnya," kenangnya. Sungguh aku benar-benar tak kuasa dengan kejadian ini.
"Kawan, janganlah kau lupakan pamanmu ini. Berilah dia syafa'at nanti di hari kiamat."
"Orang sepertimu tak kan pernah kulupakan.""Jangan!" serunya lagi saat kucoba mengusap wajahnya. "Jangan kau usap wajahku dengan kainmu. Kainku lebih berhak untuk itu. Biarkanlah darah ini mengalir hingga aku menemui Rabb-ku, paman.

Paman, lihatlah, bidadari yang pernah kuceritakan padamu ada di dekatku. Dia menunggu ruhku keluar. Dengarkanlah kata-katanya; sayang, bersegeralah. Aku rindu.Paman, demi Allah, tolong bawalah bajuku yang berlumuran darah ini untuk Ummi. Serahkanlah padanya, agar beliau tahu aku tak pernah menyia-nyiakan petuahnya. Juga agarbeliau tahu aku bukanlah pengecut melawan kaum kafir yang busuk itu. Sampaikanlah salam dariku dan katakan hadiahmu telah diterima Allah.Paman, saat berkunjung ke rumah nanti, kau akan bertemu adik perempuanku. Usianya sekitar sepuluh tahun. Jika aku datang, ia sangat gembira menyambutku. Dan jika aku pergi, ia paling tidak mau kutinggalkan.

Saat ku meninggalkannya kali ini, ia mengharapkanku cepat kembali. "Kak, cepat pulang, ya." Itulah kata-katanya yang masih terngiang di telingaku. Jika engkau bertemu dengannya, sampaikan salamku padanya dan katakan; Allah-lah yang akan menggantikan kakak sampai hari kiamat, " kata-katanya terus membuat air mataku meleleh. Menetes dan terus menetes membuat aliran sungai di pipi."Asyhadu alla ilaaha illalloh, wahdahu laa syarikalah, sungguh benar janji-Nya. Wa asyhadu anna muhammadarrosululloh. Inilah apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya dan nyatalah apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya," itulah kata-kata terakhirnya sebelum ruh berlepas dari jasadnya. Lalu aku mengkafaninya dan menguburkannya.Aku harus segera ke Recca, tekadku. Aku segera pergi ke Recca. Tak lain dan tak bukan tujuanku hanyalah ibu si pemuda.

Celakanya aku, aku belum mengetahui nama si pemuda dan dimana rumahnya. Aku berkelililing ke seluruh kota Recca. Setiap sudut, gang dan jalan ku telusuri. Dan akhirnya aku mendapatkan seorang gadis mungil. Wajahnya bersinar mirip si pemuda.

Ia melihat-lihat setiap orang yang berlalu di depannya. Tiap kali melihat orang baru datang dari bepergian, ia bertanya, “Paman, anda datang darimana?”
“Aku datang dari jihad,” kata lelaki itu.
“Kalau begitu kakakku ada bersamamu?” tanyanya
“Aku tak kenal, siapa kakakmu.” kata lelaki itu sambil berlalu.

Lalu lewatlah orang kedua dan tanyanya, “Paman, anda datang dari mana?”
“Aku datang dari jihad,” jawabnya.
“Kakakku ada bersamamu?”, tanya gadis itu.
“Aku tak kenal, siapa kakakmu.” jawabnya sambil berlalu.

Gadis itu pun tak bisa menahan rindu kepada sang kakak. Sambil terisak-isak, dia berkata,"mengapa mereka semua kembali dan kakakku tak kunjung kembali?”
Aku iba kepadanya. Ku coba menghampiri tanpa membawa ekspresi kesedihan.
"Adik kecil, bilang sama Ummi, Abu Qudamah datang."
Mendengar suaraku, sang ibu keluar."Assalamu'alaiki," salamku."Wa'alaikum salam," jawabnya.
"Engkau ingin memberiku kabar gembira atau berbela sungkawa?" lanjutnya.
"Maksud, ibu ?"
"Jika putraku datang dengan selamat, berarti engkau berbela sungkawa. Jika dia mati syahid, berarti engkau kemari membawa kabar gembira," terangnya."Bergembiralah. Allah telah menerima hadiahmu."
Ia pun menangis terharu.
"Benarkah?"
"Iya.
"Benar-benar ia tak kuasa menahan tangis."Alhamdulillah.Segala puji milik Allah yang telah menjadikannya tabunganku di hari kiamat," pujinya kepada Zat Yang Maha Kuasa.

Para sahabat Abu Qudamah mendengarkan kisahnya dengan penuh kekaguman."Lalu gadis kecil itu bagaimana?" tanya salah seorang dari mereka."Dia mendekat kepadaku. Dan kukatakan padanya, "Kakakmu menitipkan salam padamu dan berkata; Dik, Allah-lah yang menggantikanku sampai hari kiamat nanti". Tiba-tiba dia menangis sekencang-kencangnya. Wajahnya pucat. Terus menangis hingga tak sadarkan diri. Dan setelah itu nyawanya tiada.

Sang ibu mendekapnya dan menahan sabar atas semua musibah yang menimpanya.Aku benar-benar terharu melihat kejadian ini. Aku serahkan padanya sekantong uang, berharap bisa mengurangi bebannya.Sang ibu pun melepas kepergianku. Aku meninggalkan mereka dengan kalbu yang penuh kekaguman, ketabahan sang ibu, sifat ksatria sang pemuda dan cinta gadis kecil itu kepada kakaknya...(SELESAI)
----------------------------------------------------------------

Ya Rohman Ya Rohiim Kabulkanlah seuntai do'a kami. Memang terasa berat meniti jalan jannah-Mu. Syahwat yang selalu menyambar, Syubhat yang terus menghantam, setan yang tak pernah menyerah dan nafsu jahat yang senantiasa memberontak. Sedangkan kalbu ini lemah, ya Rabb.Kalaulah bukan karena-Mu, tidaklah kami ini berislam. Tidak pula mengerjakan sholat, tidak pula bersedekah.Teguhkanlah kaki kami di atas jalan-Mu ini !
--------------------------------------------------

📝Diterjemahkan dengan beberapa editing tanpa merubah tujuan dan makna dari Kitab 'Uluwwul Himmah indan Nisaa', 212-217.

Lihat juga:
1. Masyari'ul Asywaqi ila Mashori'il Usysyaqi: 1/285-290.2.

Sifatush Shofwah: 2/369-3703.

Tarikh Islam: 1/214-215
--------------------------------------------------
Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum.

📂📂📂 Di kutip dari: Postingan abu Tsabit di Majmu'ah WIC ( warta ikhwah cikarang)

____________
📚 WA TIC
(Tholibul Ilmi Cikarang)

Selasa, 12 Mei 2015

 PETAKA FUTUR (KEJENUHAN)


Bismillah,
Berikut adalah beberapa potongan dari sesi Tanya-Jawab...
PETAKA FUTUR(KEJENUHAN)

Ahad 29 Jumadil Akhir 1436H
Masjid Baiturrohim, Bedegan, Sekarputih, Kec. Widodaren, Ngawi, JaTim
Al-Ustadz Muhammad Afifuddin as-Sidawi hafizhahullah
Ikhwan Hilang dari Ta'lim kerana Masalah Peribadi

https://app.box.com/s/t5a42wfvrb5gfrauj1ifc4gs1fwme89j
Bermudah-mudahan Bergaulan dengan Maftun(Orang yang Terkena Fitnah)

https://app.box.com/s/txrc66o12aowjsv64l8ccnd8sth4gfbn

Menyikapi Ikhwan yang Condong kepada MLM

https://app.box.com/s/kd8e655uyp1frsf3hmb3f0qgukuq1g0n

Ikhwan Salafi

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia


***
1. MAJALENGKA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
Tema: Abi, Umi Dirimu Yang Kami Tiru (Pengaruh Keshalihan Orang Tua Didalam Sebuah Keluarga)
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***

2. PURWOKERTO

Bersama:  Al Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Bahaya Media Sosial Terhadap Anak
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
3. PURBALINGGA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Rijal, Lc حفظه الله
Tema: Pendidikan Anak-anak Kita (Ta’lim Ummahat)
Pertemuan ke 1 ~ Download Audio di Sini
Pertemuan ke 2 ~ Download Audio di Sini
***
4. SEMARANG

Bersama:  Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: Kesabaran Menuntut ‘Ilmu ~ Download Audio di Sini
***
5. SAMARINDA
Bersama:  Al Ustadz Abu Mu’awiyah Askari حفظه الله
Tema: Marhaban ya Ramadhan ~ Download Audio di Sini
***
6. BANTUL
Bersama:  Al Ustadz Qomar Su’aidi حفظه الله
Tema: Menjalin Ikhuwah Menyongsong Ilmu dan Ulama ~ Download Audio di Sini
***
7. SUKABUMI

Bersama:  Al Ustadz Usamah Faishol Mahri حفظه الله
Tema: Fitnah Sururiyyah, Halabiyyah Pemecah Belah Umat
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
===
 Sumber: Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan

Rabu, 06 Mei 2015

INILAH KONDISI MUHAMMAD AL-IMAM AR-RAIMI AL-MA’BARI


Apakah setelah bukti-bukti ini semua, kalian masih akan membela, membantah, tetap fanatik, dan berpihak padanya??Saudaraku yang tercinta, JANGANLAH KAMU FANATIK pada pribadi-pribadi tertentu.
Membantah seseorang yang salah dalam masalah aqidah atau manhaj adalah termasuk manhaj para salaf yang mulia nan banyak kebaikannya,
-semoga Allah meridhoi mereka -

Alhamdulillah, di sisi kita ada para ulama kibar dan para masyayikh yang memiliki keutamaan dan mulia, mereka mencukupi kita dan menjadikan kita tidak butuh lagi terhadap orang-orang yang di-jarh, para pengacau, dan orang-orang yang sudah ditahdzir.

Siapakah sebenarnya si pemilik nama ini:
yaitu “Muhammad al-Imam bin Abdillah ar-Raimiy (al-Imam)” Pengasuh Markiz Ma’bar – Dzammar?

Kumpulan Arsip kesesatan-kesesatan dan kesalahan-kesalahan “Muhammad bin Abdillah al-Imam” dan
bantahan-bantahan, serta
tahdzir para ulama kibar terhadapnya.

Muhammad al-Imam” menanda-tangani dan memberi stempel atas Watsiqah yang zhalim perjanjian dengan orang-orang Hautsi yang jelek lagi jahat, yang di dalamnya terdapat berbagai KESESATAN, KEKUFURAN, dan KEJAHATAN.

Gambar “al-Watsiqah” yang zhalim
http://koo.re/YAUVe

Di antara bencana yang ada di dalam “al-Watsiqah” itu:

1. Dia mengatakan bahwa orang-orang Hautsi Rafidah (yang notabene manhajnya kufur, zindiq, sesat dan rusak, orang yang menginjak-injak al-Quran dengan kakinya, dan mengkafirkan para shahabat) adalah “saudara kami, kita adalah sesama muslimin.”
Wal’iyyadzu billah.

2. Membolehkan kebebasan berfikir (berpendapat), yang para ulama dan para imam telah sepakat atas kufurnya “kebebasan berfikir (berpendapat)”.

Dengarkanlah khutbah Id yang disampaikan oleh “Muhammad al-Imam”, yang di dalam khutbah itu terdapat BERBAGAI BENCANA dan KESESATAN.

Dan al-Imam ini menyatakan dalam khutbah itu:

“Bahwasanya watsiqoh itu sudah benar dan tidak ada seorangpun yang bia  memaksaku”.

Itu diucapkan pada
tanggal  1 Syawwal 1435 H,

dari situs resminya di google:
http://www.sh-emam.com/show_sound.php?id=10774

Muhammad al-Imam tahu bahwa para ulama Islam yang kibar TELAH MEMBANTAH DIA dan AL-WATSIQAH yang zhalim itu,
namu sikap SOMBONG, TERLENA,  SOK BERILMU,  dan TIDAK MAU MENERIMA KEBENARAN, serta sanjungan para pengikutnya membuatnya mengatakan seperti itu.

Dengarkanlah ketika Muhammad al-Imam mengatakan tentang Rafidhah yang jahat dan jelek:

“Kami tidak menghalalkan darah dan harta mereka”.

http://cutt.us/erJXs

Perhatikanlah ketika Muhammad al-Imam mengatakan dalam sebuah selebaran kecil miliknya yang tersebar, tentang “Persatuan Yaman” :
“Bahwasanya itu adalah salah satu hak di antara hak-hak Allah yang wajib ditunaikan oleh hamba-hambaNya”.

http://cutt.us/ZFMnE
http://cutt.us/meUO

Dengarkanlah ketika Muhammad al-Imam mengatakan tentang orang yang menyerukan untuk memisahkan diri :

“Siapa yang menyerukan kepada kami agar memisahkan diri,  maka dia seperti orang yang mengajak kami kepada kekufuran.”

Kemudian dia menganggap apa yang tersebar darinya adalah termasuk kedustaan.

http://cutt.us/gs9nB

Dengarkan ketika Muhammad al-Imam meremehkan kitab-kitab bantahan karya al-‘Allamah asy-Syaikh al-Walid Rabi’ hafizhahullah, dan karya al-‘Allamah al-Muhaddits al-Albani rahimahullah.
Lalu dia mencoba menghindar, bersembunyi, dan berputar-putar dari menjawab, lalu mengatakan:
“Hendaknya kalian menuntut ilmu, jangan menyibukkan diri dengan ini, dan… dan… dst.

Ucapannya para mumayyi’ (orang yang tidak tegas) dan orang yang suka menggembosi.

http://cutt.us/O4ry

Asy-Syaikh al-‘Allamah al-Walid Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali hafizhahullahu ta’ala berkata:

“Orang yang tidak mengenal kitab-kitab bantahan walaupun dia menghafal banyak ilmu, namun sesungguhnya dia, baarokallaahu fiik, DALAM KONDISI GONCANG/BINGUNG.”

http://koo.re/nShqT
…………………………

Dengarkan suara Muhammad al-Imam ketika ia mengatakan,

“Bahwasanya front-front pertempuran yang ditegakkan sekarang ini, sesungguhnya di belakang pertempuran itu ada agen-agen rahasia atau musuh-musuh, dan di sana ada makar tersembunyi.”

Dia juga mengatakan:

“Bahwa front-front yang ada dalam peperangan Afghanistan, di belakangnya ada musuh-musuh. Dan musuh-musuh itu memanfaatkan perang ini untuk membasmi anak-anak kita dan memecah-belah mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan”

http://koo.re/MbdB7

……………………………………

1. Yang pertama, Tahu kamu bahwa Muhammad al-Imam mencela siapa? Dia mencela :
▪ al-‘Allamah asy-Syaikh al-Walid al-Imam Rabi’,
▪ al-‘Allamah al-Walid ‘Ubaid,
▪ Samahatul ‘Allamah al-Walid  Abdul Muhsin al’Abbad, dan
▪ Ma’alii asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih al-Luhaidan,
karena merekalah yang memfatwakan untuk berjihad melawan orang-orang Hautsi di Yaman pada hari-hari ini dengan membentuk front-front untuk melawannya.

2. Yang kedua, apakah kamu tahu, wahai Muhammad al-Imam, siapa yang memfatwakan untuk berjihad di Afghanistan? Para imam pada zaman yang sekarang ini, yaitu:
▪ Samahah al-Imam al-Walid al-‘Allamah Ibnu Baz,
▪ Samahah al-‘Allamah al-Utsaimin,
▪ Samahah al-‘Allamah al-Albani, dan
▪ Samahatul al-‘Allamah Muqbil al-Wadi’ii.
Berarti Muhammad al-Imam mencela mereka.

Muhammad al-Imam mengatakan, “bahwa disana ada makar tersembunyi”, yaitu kondisi dia ini secara eksplisit menyatakan, bahwa “Aku lebih memahami Waqi’yang terjadi, karena di sana ada makar tersembunyi yang tidak difahami/diketahui oleh para ulama kibar”,
dan ini adalah tuduhan-tuduhan Ikhwanul Muflisin kepada para ulama kibar bahwa mereka tidak memahami Waqi (realita) yang terjadi.

Kembalilah pada tautan (link) tadi dan dengarkanlah!

Dengarkan suara Muhammad al-Imam yang secara terang-terangan di khutbah Jum’at, dia MENCELA PEMERINTAH kaum muslimin dan bahwasanya mereka adalam pemerintah yang menaati orang-orang kafir dan undang-undang mereka
(Muhammad al-Imam mengucapkannya dengan suara yang tinggi dan keras).

http://koo.re/6phzK

Ini adalah hasutan dan penyebutan aib-aib pemerintah secara terang-terangan.
Tindakan ini MENYELISIHI manhaj para salafus shalih.

Dari shahabat Abud Darda’ radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata:

أول نفاق المرء : طعنه على إمامه
“Awal munculnya sifat nifak pada seseorang adalah : (ketika) dia mencela pemimpinnya”
Diriwayatkan oleh al-Baihaqy di dalam Syu’abul Iman : 9406

al-Imam al-Humaam al-Barbahari rahimahullah:

“Jika kamu melihat ada seseorang mendoakan kejelekan pada penguasa maka ketahuilah bahwa DIA adalah PENGIKUT HAWA NAFSU! “.

Dinukil dari kitab [ Syarh as-Sunnah ].

al-Imam Muwaffiqud Diin, Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :

“Termasuk Sunnah adalah mendengar dan taat kepada para pemimpin kaum muslimin dan para pemerintah mukminin, baik yang adil maupun yang jahat”.

Kitab Lum’atul I’tiqad

Perhatikanlah syubhat yang Muhammad al-Imam membantahnya dalam kitabnya “al-Bayan li Iidhahi maa ‘Alaihi Jami’ah al-Iiman”,

Muhammad al-Imam menyebut az-Zindaani (tokoh IM di Yaman, pent) di dalamnya, dan dia mengatakan tentangnya sebagai
“al-Walid (Sang Ayah) asy-Syaikh Abdul Majid az-Zindany”

Namun Muhammad al-Imam terus berkelit dan berputar-putar dengan jawaban yang panjang untuk menjawab syubhat, dan dia tidak mengucapkan dengan jelas, menyatakan sesat, atau menentang az-Zindany sedikitpun.

1. Foto sampul kitab
http://cutt.us/kTQ96

2. Foto pada halaman 126, yang terdapat ucapannya “al-Walid…”
http://cutt/tCE2z

3. Foto halaman 127 dan 128, dan dia tidak menyatakan az-Zindany sesat.
http://cutt.us/m4cmO

4. Foto halaman 129 dan 130, dan dia tidak menyatakan az-Zindany sesat.
http://cutt.us/KwkK

5. Akhir jawaban, halaman 131, dan dia tidak menyatakan az-Zindany sesat.
http://cutt.us/PC5Z7

Dengarkan suara Muhammad al-Imam yang mengatakan:

إنه لم يعايش الحوثي حتى يكفره أو يحكم عليه بالكفر
“bahwasanya dia tidak hidup bersama Hautsi, hingga dia bisa mengkafirkan atau menghukumi dia dengan kafir.”

http://cutt.us/uN1d7

Wal’iyadzu billah…
Apakah harus engkau hidup di tengah-tengah Hutsi hingga engkau tahu kekufurannya? Bukankah seseorang itu bisa menjadi kafir gara-gara suatu kalimat atau dengan satu perbuatan?!

……………………

Dengarkan suara Muhammad al-Imam yang mengatakan :

إنه لن يقاتل إلا مع نبي
“bahwa ia tidak akan berperang kecuali bersama seorang Nabi”

http://cutt.us/2iXh

Wal’iyadzu billah…
Bukankah Rasul terakhir adalah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam?!
Tidakkah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa akan datang suatu zaman kaum muslimin memerangi orang-orang kafir?
Apakah kamu wahai al-Imam tidak akan berperang??!
Apakah peperangan Syaikhul Islam melawan bangsa Tartar adalah perang yang batil, karena itu adalah perang tanpa disertai seorang rasul? Apakah peperangan Abu Bakr ash-Shiddiq melawan orang-orang yang murtad juga batil, karena itu adalah perang tanpa disertai seorang rasul?
A’uudzu billah…

……………………

Bantahan para ulama kibar yang kokoh keilmuannya:

1. Bantahan al-‘Allamah asy-Syaikh al-Imam Rabi’ bin Hadii Umair al-Madkhali hafizhahullah

2. Bantahan asy-Syaikh al-‘Allamah al-Walid ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiry hafizhahullah

3. Bantahan asy-Syaikh al-‘Allamah DR. ‘Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah

Download disini:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146036

4. Bantahan Ma’aliy asy-Syaikh al-‘Allamah al-Walid Shalih bin Muhammad al-Luhaidan hafizhahullah

terhadap Muhammad al-Imam yang mengatakan: “Sesungguhnya Rafidhah itu, kami tidak menghalalkan darah dan harta mereka.”
http://cutt.us/HC9fB

5. Bantahan Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah
YouTube – http://m.youtube.com/watch?v=iRnljCmgfWE

Bantahan al-‘Allamah al-Walid ‘Ubaid bin ‘Abdillah al-Jabiry hafizhahullah

terhadap ucapan yang sesat “Bahwasanya kami tidak berperang kecuali bersama seorang nabi”.
http://koo.re/zidiQ

Bantahan dan peringatan bagi orang yang berdalil dengan tazkiyah al-‘Allamah al-Wadi’i untuk al-Imam dan yang selainnya.

Pertanyaan :
“Ada orang yang telah Anda tazkiyah dan telah Anda bolehkan untuk berdakwah, maka bagaimanakah tindakan kami atas tazkiyah tersebut jika ternyata telah kondisi orang tersebut berbeda dengan kondisinya yang dulu?”

Asy-Syaikh al-‘Allamah al-Imam al-Humam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah menjawab:

“Jika telah berubah kondisinya, maka aku cabut kembali tazkiyahnya atau ijazahnya, dan sungguh aku melakukannya.
Sebagian manusia, jika telah berubah kondisinya maka aku cabut kembali tazkiyahnya.”

Untuk mendengar fatwa beliau dalam bentuk suara, silakan download:
http://www.muqbel.net/files/fatwa/muqbel-fatwa2181.mp3

Peringatan

al-‘Allamah asy-Syaikh DR Shalih bin Fauzan aalu Fauzan hafizhahullah wa ro’ah berpesan:

“Jika terjadi pertentangan antara jarh dan ta’dil, maka JARH LEBIH DIDAHULUKAN terhadap ta’dil (pujian, tazkiyah).”

Situs ar-Robbaniyyuun al-‘Ilmiyyah
http://www.alrbanyon.com/vb/showthread.php?t=18318

al-Imam ash-Shan’ani berkata:

“Tapi orang yang men-jarh lebih didahulukan (kritikannya) meskipun banyak yang memberi ta’dil (pujian)”.
Dari kitab “Subulus Salam: 1/117

al-‘Allamah al-Imam az-Zarkasyi berkata:
“Yang benar adalah mendahulukan jarh berdasarkan alasan yang telah kami sebutkan, yaitu karena mendahulukan jarh itu tiada lain adalah tindakan untuk menyertakan tambahan yang tersembunyi (tidak diketahui) oleh orang yang menta’dil. Dan hal itu ada meskipun jumlah pihak yang menta’dil lebih banyak, kurang,  atau sama dengannya (pihak yang men-jarh)
Maka kalau ada satu orang yang men-jarh dan ada 100 orang yang men-ta’dil-nya maka TETAP didahulukan ucapan seorang yang men-jarh itu karena alasan tersebut.”

Dari kitab an-Nukat:3/263

Waliduna al’Allamah asy-Syaikh Rabi’ al-Madkhali hafizhahullah mengatakan:

“Para ulama tidaklah menuntut bukti atas kebenaran suatu jarh kecuali tatkala terjadi pertentangan dari seorang yang berilmu tentang jarh dan ta’dil.
Karena hukum asal yang berlaku di kalangan mereka adalah MENERIMA jarh tersebut dari para ulama yang terpercaya lagi mencukupi, tanpa menuntut adanya bukti.”

Dari kitab: “al-Halaby yudammiru nafsahu bil jahl wal ‘inad wal kadzib”, halaqoh kedua.

Apakah dipersyaratkan adanya nasehat sebelum tahdzir?

Jawaban asy-Syaikh al-‘Allamah Dr. ‘Abdullah bin Abdirrahim al-Bukhari hafizhahullah

di situs Sahab as-Salafiyyah:
www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=119220

Tahdzir asy-Syaikh al-‘Allamah al-Walid ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah

terhadap Muhammad al-Imam dan bahwasanya dia adalah MUBTADI’,  SESAT,  dan IKHWANI

Youtube: http://m.youtube.com/watch?v=JKTz-wNqTK8

Tahdzir kedua al-‘Allamah asy-Syaikh al-Walid ‘Ubaid bin Abdillah al-Jabiri hafizhahullah

terhadap Muhammad al-Imam, dan bahwasanya dia adalah SESAT lagi MENYESATKAN.
http://koo.re/Fkj3N

Sikap al-‘Allamah asy-Syaikh al-Imam Rabi’ bin Hadii Umairi al-Madkhaliyhafizhahullah

terhadap vonis bid’ah dari al-‘Allamah Ubaid terhadap al-Imam yang dinukilkan oleh murid beliau yang berakhlaq bagus:

Fadhilatus Syaikh al-Mifdhal Abu Ziyad Khalid Baqais as-Su’udiy hafizhahullah
http://koo.re/w9UA1

Telah tiba saat untuk mengucapkan kebenaran

Bantahan terhadap al-Imam dan membongkar kekeliruan pada masa lalu dan tertutupi yang ada padanya, dengan judul
“al-Waqofaat li al-Imam wa al-Bura’i”

karya Fadhilatu asy-Syaikh al-Mifdhal Ali al-Hudzaify al-Yamaniy hafizhahullah

 Format PDF

Download langsung disini:
http://goo.gl/2p1pnM
atau
http://goo.gl/BHKSgx

Nasehat dari Fadhilatu asy-Syaikh ‘Abdullah bin Shalfiq azh-Zhafiri hafizhahullah

Beliau berkata:
“Hendaknya kalian berpegang dengan apa yang dikatakan oleh para ulama”.

http://cutt.us/vn9qV

▪ Tahdzir Fadhilatu asy-Syaikh al-Khaluq Abul Hasan ‘Ali ar-Ramly al-Urduny hafizhahullah

Beliau berkata:

“Aku tidak memperkenankan menyebarkan apa yang terkait dengannya di grup saya atau membelanya. Dan wajib bagi para masyayikh Yaman, menolong Muhammad al-Imam itu sendiri, yaitu dengan cara MENGINGKARINYA dan bersikap keras padanya agar dia rujuk dari kebatilannya. Bukan malah memujinya, saling berkunjung dengannya, menguatkannya di atas kebatilannya, dan memberikan berbagai udzur untuknya”.

1. http://cutt.us/mDtA4

2. http://cutt.us/sZNj3

Nasehat dari Fadhilatu asy-Syaikh al-Khaluq Ghaziy bin Mubarak al-‘Armani as-Su’udi hafizhahullah

Beliau berkata:

“Muhammad al-Imam adalah orang yang di-jarh dengan jarh yang mufassar (rinci) dan telah nampak darinya beberapa perkara yang menunjukkan kerusakan manhajnya dan kejelekan thoriqohnya (cara dakwahnya)”.

http://cutt.us/H3anx

Fadhilatu asy-Syaikh al-Khaluq Badr bin Muhammad al-Badr al-‘Anazy hafizhahullah wa ro’ah

“Nasehat kepada para admin grup dan ikhwah salafiyyin yang budiman, hendaknya mereka tidak menukil pernyataan orang-orang yang telah di-jarh dan majhul karena ini adalah penipuan kepada ummat”.

http://goo.gl/5tzfXS

Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Salah seorang di antara kalian jangan taqlid kepada seseorang,  kalau orang itu beriman maka dia beriman, kalau kafir maka dia kafir.  Kalau kamu harus bertauladan maka bertauladanlah kepada orang yang sudah mati.  Karena orang yang masih hidup tidak aman dari fitnah.”
ath-Thabarani 8764

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,
” Barangsiapa mencintai syaikh yang menyelisihi syari’at,  maka dia bersamanya. Kalau sang syaikh tersebut dimasukkan neraka,  maka dia pun bersamanya.”
Majmu al-Fatawa 18/315

TAMMAT,  alhamdulillah
••••••••••••••••••••
Majmu’ah Manhajul Anbiya

Senin, 04 Mei 2015

Berikut ini Link Audio Rekaman Kajian yang di adakan di beberapa tempat di Indonesia dan di luar negri


***
1. SAUDI ARABIA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy حفظه الله
Tema: Kala Jiwa Gundah Gulana ~ Download Audio di Sini

***
2. BALIKPAPAN

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Umar as Sewed حفظه الله
~ Tausiyah Ba’da Maghrib (Malam Sabtu) ~ Download Audio di Sini
Tema: ~ Bahaya Radikalisme ISIS & Syi’ah Terhadap Agama dan Negara
~ Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 3 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 4 (TJ) ~ Download Audio di Sini
*
Bersama:  Al Ustadz Abul Yaman Akbar حفظه الله
~ Tiga Perkara Pokok-Pokok Kemaksiatan ~ Download Audio di Sini
***
3. LAMPUNG

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Ihsan Klaten حفظه الله
Tema: ~ Ibadah Bersama Pemerintah
~ Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
4. BALI

Bersama:  Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar حفظه الله
Tema: ~ Bahaya ISIS & Radikalisme Terhadap Islam dan Negara
~ Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini
***
5. SURABAYA

Bersama:  Al Ustadz Muhammad Irfan حفظه الله
Tema: ~ Mendidik Anak untuk Mencintai Ulama dan Penguasa ~ Download Audio di Sini
***
6. BATAM

Bersama: Al Ustadz Abu Bakr Al-Jakarty حفظه الله
Khutbah jumat-keutamaan shalat berjama’ah ~ Download Audio di Sini
~Bahaya ISIS & radikalisme bagi islam & negara ~ Download Audio di Sini
~ Tragedi berdarah agama syiah ~ Download Audio di Sini
~ Kajian Ummahat ~ Download Audio di Sini
Tema: ~ Aqidah Alwasitiyyah
Sesi 1 – Aqidah Alwasitiyyah ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 – Aqidah Alwasitiyyah ~ Download Audio di Sini
Sesi 3 – Aqidah Alwasitiyyah ~ Download Audio di Sini
Sesi 4 (audio Terpotong) – Aqidah Alwasitiyyah ~ Download Audio di Sini
***
7. WONOGIRI
Bersama: Al Ustadz Abdurrahman Lombok  حفظه الله
Tema: ~ Huru-hara Hari Kiamat
~ Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
~ Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
***
8. BANYUMAS
Bersama: Al Ustadz Muhammad Rijal, Lc  حفظه الله
Tema: ~ Membangun Kemesraan Antara Orang Tua Dan Lembaga Pendidikan
~ Sesi 1 ~ Download Audio di Sini  atau Download Audio di Sini
~ Sesi 2 ~ Download Audio di Sini  atau Download Audio di Sini
~ Sesi 3 (TJ) ~ Download Audio di Sini  atau Download Audio di Sini
***
9. CILEUNGSI
Bersama: Al Ustadz Ayip Syafruddin حفظه الله
Tema: ~ Faedah Indah Hadits Jibril
Sesi 1 ~ Download Audio di Sini
Sesi 2 ~ Download Audio di Sini
Nasehat Untuk Aba wa Ummahat ~ Download Audio di Sini
*
Bersama: Al Ustadz Amr bin Suroif حفظه الله
Tema: ~ Nasehat Indah Untuk Kaum Muslimin ~ Download Audio di Sini
===
 Sumber : Whatsapp Admin Radio dan berbagai sumber lainnya. Jazaahumullahu Khairaan