Kamis, 28 Mei 2015

JADWAL DAN TATA TERTIB Daurah Asy-Syariah ke-11


 



 Pengantar Daurah Asy-Syariah ke-11



Menangkal Radikalisme Dengan Pemahaman Salaf
Wajah kaum muslimin telah tercoreng. Akibat perbuatan segelintir orang, kaum muslimin menanggung derita. Syiar-syiar keislaman yang semestinya bisa disajikan kepada segenap umat, malah dijadikan sebagai identifikasi penganut radikal. Jenggot, jubah, kopiah identik dengan penganut Islam garis keras. Sebagian umat langsung menjaga jarak bila dihadapkan dengan fenomena tersebut. Belum lagi bila dihadapannya berdiri sosok seorang muslimah berhijab dan bercadar. Tak sedikit yang langsung antipati.

Propaganda anti-Islam telah begitu tajam. Mengiris setiap sendi umat seakan tak tersisa lagi bagian umat yang bisa berpikir bijak. Tak sedikit dari kaum Muslimin yang teracuni propaganda menyesatkan  sehingga bersikap antipati pada syiar-syiar keislaman yang jelas bersumber dari Alquran dan Assunnah. Sebagai seorang muslim, semestinya menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang muslim. Namun, akibat perbuatan segelintir orang, wajah seorang muslim yang tegas taat menampakkan keislamannya dicap sebagai muslim radikal.
Dampak lain dari propaganda menyesatkan, yaitu tidak tersuguhkan kehadapan umat wajah Islam nan lembut dan penuh rahmah. Sisi ajaran Islam yang memerintahkan untuk bersikap lemah lembut, bertutur santun, dan menampakkan akhlak mulia lainnya seakan terkubur.

Maka, melalui Daurah Ilmiyah Asy-Syariah  ke-11 ini diharapkan tergali nilai-nilai Islam sebenarnya. Nilai-nilai yang telah diwariskan dari para salafu ash-shalih kepada umat sekarang ini. Sehingga pemahaman Islam yang benar bisa mewarnai kehidupan manusia dewasa ini.

Sudah menjadi kewajiban seorang muslim untuk berpegang teguh dengan ajaran agamanya. Sikap teguh dalam menjalankan Islam tidaklah identik dengan terminologi radikalisme dewasa ini. Kokoh dalam memegang prinsip berislam merupakan hak yang dijamin negara.

Sehingga bagi seorang muslim tidak sepantutnya untuk lemah menampilkan jati diri keislamannya.

Termasuk dalam dakwah. Islam tidak mengajarkan cara-cara kekerasan membabibuta.  Radikalisme yang dipertontonkan dewasa ini, yang seakan mengenakan baju Islam, sebenarnya tidak selaras dengan Islam itu sendiri. Islam lebih mengedepankan sikap rahmah dan lemah lembut.

 Allah Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka karena rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, niscaya mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karenanya, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila dirimu telah membulatkan tekad, hendaknya bertawakal kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (Ali Imran:159).

Gerakan ISIS, Syiah, Khawarij, Ikhwanul muslimin dan kelompok-kelompok ekstrim lainnya merupakan gerakan sesat yang membahayakan umat. Gerakan radikal Hutsi di Yaman, yang berusaha menggulingkan kekuasaan dan membantai kaum Muslimin, adalah contoh faktual dewasa ini dari sebuah gerakan yang didasari pemahaman Syiah. Di Suriah, demikian pula. Kaum Muslimin menjadi obyek pembantaian tak berkesudahan dari kelompok Syiah.

Inilah wajah radikalisme yang bakal mengancam kehidupan umat. Karenanya, kami terpanggil untuk menata kehidupan ini sehingga benar-benar didasari pemahaman Islam yang benar, yang telah diajarkan dan dicontohkan oleh salafu ash-shalih. Seraya terus menyadarkan umat dari bahaya gerakan radikal seperti ISIS, Khawarij, Syiah dan lainnya.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberi kekokohan dalam taat kepada-Nya. Serta memohon keselamatan dari pemahaman sesat dan menyesatkan.

Tata Tertib Peserta Daurah Asy-Syariah ke-11

UMUM
  1. Setiap peserta wajib mendaftarkan diri kepada panitia yang dikoordinir oleh ketua kafilah (rombongan)
  2. Peserta dauroh wajib menjaga keamanan, ketertiban dan mentaati peraturan-peraturan yang ada.
  3. Peserta dauroh wajib menjaga kebersihan di dalam maupun di luar masjid baik sebelum acara dimulai maupun setelah selesai acara.
  4. Peserta dauroh wajib untuk memelihara dan menjaga perlengkapan dan fasilitas masjid selama kegiatan berlangsung.
  5. Peserta dilarang merusak atau membuat coretan pada fasilitas dan sarana masjid.
  6. Setiap peserta harus menempatkan tas dan barang bawaan yang lainnya ditempat yang telah ditentukan (tenda-tenda depan masjid) dan menjaga barangnya sendiri dengan membuat jadwal  shift di antara peserta satu tenda.
  7. Peserta dilarang membawa senjata bentuk apapun, alat-alat musik, dan barang-barang berbahaya/terlarang lainnya.
  8. Peserta yang membawa kendaraan wajib memarkir kendaraannya dengan rapi di tempat yang telah ditentukan.
  9. Peserta yang membawa barang dagangan, hanya diperbolehkan menggelar dagangan di tempat yang telah ditentukan panitia.
  10. Dilarang merokok di lingkungan masjid tempat berlangsungnya kegiatan.
  11. KARENA LAHAN PARKIR YANG TERBATAS [LAPANGAN TIDAK BISA DIGUNAKAN] PESERTA DAUROH DIHIMBAU DATANG BEROMBONGAN MEMAKAI BUS
  12. PESERTA DAUROH YANG MEMAKAI KENDARAAN (BUS/MOBIL) DIHIMBAU UNTUK TIDAK MEMARKIR ATAU MENURUNKAN PENUMPANG DI JALAN SEBELAH UTARA MASJID. PENUMPANG DIANJURKAN TURUN DI TIMUR PEREMPATAN KLODRAN, DAN KENDARAAN DIPARKIR DI TEMPAT YANG DISEDIAKAN OLEH PANITIA

MAJELIS
  1. Setiap peserta wajib menjaga adab-adab majelis ilmu dan senantiasa mengikhlaskan niatnya semata-mata untuk mencari ridho Allah Subhanahu Wata`ala.
  2. Peserta dauroh mengikuti acara sesuai jadwal yang ditentukan panitia.
  3. Dilarang membuat gaduh dan mengganggu jalannya Dauroh Ilmiyyah.
  4. Bagi yang membawa handphone (HP) dan alat komunikasi lainnya harap dimatikan ketika majelis ilmu sedang berlangsung.
  5. Peserta hanya diperbolehkan merekam dauroh di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.
  6. Dilarang membawa anak-anak kecil dalam majelis.

KONSUMSI
  1. Panitia dauroh tidak menyediakan konsumsi untuk peserta dauroh.
  2. Panitia hanya membantu mengarahkan dan menunjukkan tempat makan.
  3. Peserta dilarang membuang sampah di ruangan masjid dan di lingkungan masjid, serta wajib membuang sampah di tempat yang telah disediakan oleh panitia.

KAMAR MANDI/ WC
  1. Karena keterbatasan kamar mandi/WC maka peserta wajib antri dalam menggunakan kamar mandi/WC tersebut.
  2. Setiap peserta wajib menjaga kebersihan kamar mandi dan WC
  3. Peserta hanya diperbolehkan mandi di kamar mandi yang telah disediakan panitia, dan setiap peserta tidak boleh mandi di WC karena akan menyebabkan WC rusak.
  4. Setiap peserta wajib menghemat penggunaan air.

MENGINAP
  1. Peserta diperkenankan menginap di Masjid Agung Bantul.
  2. Setiap peserta wajib menjaga ketertiban dan kerapian masjid ketika menginap.
  3. Tempat yang dianjurkan untuk menginap adalah bagian serambi masjid, setelah penuh baru di tempat lain yang masih kosong.
  4. Selama peserta tidur, wajib menjaga barang-barangnya sendiri, panitia tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang peserta.

KELUAR LOKASI
  1. Peserta yang hendak keluar dari lokasi dauroh wajib lapor kepada panitia/petugas keamanan.
  2. Selama peserta di luar lokasi daurah, wajib menjaga adab-adab dan sopan-santun.
  3. Peserta yang keluar lokasi wajib kembali jika keperluannya telah selesai.
 Jadwal Ceramah Masyaikh
  • 05:30 – 06:30 Tausiyah dari Asatidzah
  • 09:00 – 10:00 Pembukaan Daurah Masyaikh
  • 10:15 – 11:30 Sesi 1 Daurah Masyaikh
  • 16:00 – 17:30 Sesi 2 Daurah Masyaikh
  • 19:30 – 21:00 Sesi 3 Daurah Masyaikh 
 http://daurah.asysyariah.com