Rabu, 16 Desember 2015

PENTINGNYA TAHDZIR (PERINGATAN KERAS) WALAUPUN MASALAH KESEHATAN.


Ditulis Oleh al Ustadz Amr Bin Suroif :

Tersebarnya Herbal herbal BKO (bahan kimia Obat )
di tengah masyarakat sekarang ini sangatlah berbahaya terhadap kesehatan.

HERBAL yang di campurkan bahan kimia akan menipu mayarakat, sehingga menyangka ini baik untuk kesehatan , padahal kerusakannya lebih besar.
Akan merusak organ tubuh lainnya. Seperti oedema, ginjal, jantung dan organ tubuh lainnya.

Sehingga bagi kaum muslimin agar berhati hati dari herbal yang di campurkan bahan kimia.

Di dalam masalah kesehatan saja harus berhati hati.
Terlebih lagi masalah Agama. Yang masalah nya adalah sangatlah besar di sisi Allah azzawajalla.

Taruhannya adalah antara SURGA atau NERAKA.

Janganlah tertipu dengan HERBAL yang di campurkan racun. Demikian pula, janganlah tertipu dengan ahlulbid'ah yang membacakan ayat ayat Allah azzawajalla di campurkan syubhat2, kebid'ahan sehingga tersamarkan di kalangan kaum muslimin.

Bertanyalah kepada ahlinya di dalam setiap permasalahan.
Allah azzawajalla berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِيۤ إِلَيْهِمْ فَٱسْأَلُواْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنْتُم لاَ تَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS An-Nahl:43)

Asy Syaikh Zaid Al-Madkhali rahimahullah
Berkata :

"Suatu fenomena yang jelas dan terang dari para salaf dan ‘ulama yang mengikuti mereka, yaitu benar-benar para penuntut ilmu di setiap tempat dan zaman sangat membutuhkan untuk mengetahui kitab-kitab rudud (bantahan) terhadap ahlul ahwa’ dan ahlul bid’ah, juga untuk mengenal kitab-kitab al-Jarh wa at-Ta’dil.

Agar mereka waspada tidak tertipu dengan orang-orang majruhin (yang telah dijarh/dicela/dicerca oleh para ‘ulama), dan agar mereka selamat dari kejelekan para ahlul bid’ah. Berikutnya, agar mereka menjadi para penjaga aqidah yang selamat, dan para pembela Sunnah Shahihah yang lurus."

 Al-Ajwibah as-Sadidah ‘an al-As’ilah ar-Rasyidah II/324-325

Allahu'alam bishowab