Senin, 08 September 2014

Tanggapan Terhadap Tahdziran Asy-Syaikh Utsman As-Salimy





Tanggapan Terhadap Tahdziran Asy-Syaikh Utsman As-Salimy

الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:

Sebagian ikhwah memberitahu saya tentang rekaman (suara) saudara kami, asy Syaikh Utsman as-Salimi, yang di dalamnya dia mentahdzir dari salah seorang ikhwah Indonesia yang utama, yaitu al-akh Luqman Baabduh.

Ada seseorang yang majhul dari Indonesia, menghubungi asy-Syaikh Utsman as-Salimi. Dia kemudian mentahdzir dari al akh Luqman dan ceramah-ceramahnya. (Hal itu) bersamaan dengan asy Syaikh Utsman--dalam rekaman tersebut--mencela sekelompok orang yang pekerjaannya  hanya mencerca masyayikh (dakwah) salafiyah, dengan anggapan bahwa diri mereka adalah orang yang bermanhaj, mementingkan tashfiyah dan tarbiyah, sebatas sangkaan mereka. Demikian dia (asy-Syaikh Utsman) katakan.

Saya katakan: Saudara kami Luqman merupakan salah seorang ikhwah yang utama dan termasuk orang yang terdepan dalam hal dakwah di Indonesia. (Dia tinggal) di kota Jember. Dia memiliki dakwah yang baik, mengampu sebuah pesantren salafi bersama saudara2nya, Ruwaifi dan lainnya. Di sisinya ada banyak penuntut ilmu, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum.

Dia (al Ustadz Luqman Ba'abduh) ditazkiyah oleh asy Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali, asy-Syaikh Ubaid al Jabiri, dan masyayikh yang lain. Wallahu ta'ala a'lam.

Semoga Allah melimpahkan shalawat, salam, dan keberkahan kepada hamba dan Rasul-Nya.

Abu Ammar Ali al-Khudzaifi. Dzulqa'dah 1435 H.

Syaikh Hani bin Buraik hafizhahullah berkata,

 "Luqman dan para ikhwah asatidzah yang bersamanya, yang merupakan para murid masyaikh Kibar dan para alumnus Universitas Islam (Madinah), mereka telah DITAZKIYAH (DIREKOMENDASI) oleh asy-Syaikh Rabi' dan para masyaikh lainnya yang diperhitungkan (mu'tabar) di kalangan Ahlus Sunnah.

Demikian pula Daurah Tahunan mereka (yang diselenggarakan oleh ust. Luqman dan para asatidzah yang bersamanya, pen) dan ma'had-ma'had  Salafiyyah yang mereka asuh, senantiasa terhubung dengan para masyaikh Sunnah yang tidak tercemari dengan kotoran apapun (yakni benar-benar bersih dan murni manhajnya, pen), dengan izin Allah.

Para asatidzah tersebut tidak ada hubungan apapun dengan orang-orang yang tidak jelas dan lembek manhajnya, apalagi dengan para hizbiyyin turasiyin.
Para asatidzah tersebut benar-benar merupakan duri pada leher-leher mereka, hanya milik Allah sajalah segala puji dan anugerah.
~~~~~~~~~~~~~~
Cuplikan dari kaset "SIRAMAN MENYEJUKKAN HATI, JAWABAN ATAS TAHDZIR ASY-SYAIKH UTSMAN AS-SALIMI"

https://www.dropbox.com/s/ord284j1a5mr1mr/Hani_jawab_utsman-Part%201.mp3?dl=0



WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia