Selasa, 04 Agustus 2015

JANGAN TERTIPU SEMATA-MATA DENGAN PUJIAN ULAMA KEPADA SESEORANG



Kemudian, wahai siapa saja yang merasa kenyang dengan tazkiyah ulama untuknya
dan siapapun yang berupaya melindungi pujaan hatinya setelah disingkap makar tipudayanya oleh Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah, karena memang dia terkenal banyak melakukan kedustaan dan memecah belah Salafiyun dan melancarkan tikaman makar dari belakang.

Berikut ini hadiah untukmu wahai Dzulqarnain dan pembebek fanatikmu berupa tanya-jawab dari dua ulama di masa ini sebagai bantahan bagi orang-orang bodoh yang tertipu atau berusaha menipu orang lain dengan tazkiyah semacam ini.

 Asy-Syaikh Muhammad bin Hady hafizhahullah (bertanya) :

“Apa yang kita lakukan terhadap orang yang membawa tazkiyah sebagian ulama karena berbaik sangka kepadanya, atau karena dia menulis sebuah makalah yang membantah salah seorang ahli bid’ah.

Hanya saja perbuatannya TIDAK SESUAI dengan tazkiyah ini berupa kedustaan, mencela Salafiyun dan menyerang mereka dengan kata-kata yang buruk, bahkan berdusta kepada sebagian ulama dan seterusnya.
Maka apa yang harus dilakukan terhadap orang yang seperti ini keadaannya?”


Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah Al-Jabiry hafizhahullah (menjawab):

أقول علماء أهل السنة وأئمتها لا ينزل عليهم وحي من السماء، بل يزكون من يزكون لما أظهره من السنة والذب عنها وعن أهلها ونشر الكتب فيها والرد على المخالفين بناء على هذا يزكونه حسبما أظهر..

❗“Saya katakan: para ulama Ahlus Sunnah dan para imam mereka tidak mendapatkan wahyu yang turun dari langit, bahkan mereka hanya sebatas mentazkiyah pihak yang mereka tazkiyah berdasarkan As-Sunnah YANG DIA TAMPAKKAN, membelanya dan membela orang-orang yang berpegang teguh dengannya, menyebarkan kitab-kitab As-Sunnah serta membantah orang-orang yang menyelisihi kebenaran. Berdasarkan INILAH mereka mentazkiyahnya SEBATAS APA YANG DIA NAMPAKKAN
.
فإذا إنحرف عن ذلك وتنكر لأهل السنة ووالى أهل البدع ونافح عنهم، فإنهم يعاملونه بما يستحقه في ذلك، هذا ليس غريبا الشافعي رحمه الله كان يزكي إبراهيم بن محمد بن أبي يحي ويقول حدثني الثقة ، والعلماء غيره جرّحوه. 

❎Jadi, jika dia menyimpang, bersikap buruk terhadap Ahlus Sunnah, berloyalitas kepada ahli bid’ah serta membela mereka, maka Ahlus Sunnah pun akan menyikapinya DENGAN CARA yang sesuai terhadapnya. Ini bukan hal yang aneh.
Asy-Syafi’iy rahimahullah dahulu mentazkiyah Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya dan beliau mengatakan: “Telah menceritakan kepadaku orang yang terpercaya.” Namun para ulama selain beliau menjarhnya. 

سئل الإمام مالك رحمه الله عن إبراهيم هذا فقال قيل ثقة هو قال ولا في دينه فتزكية الشافعي رحمه الله لم تضر الشافعي إمام عندنا عند جميع من عرف قدره من أهل الإسلام والسنة ولكنها لم تنفع إبراهيم بن أبي يحي ؛ لأن العلماء جرّحوه نعم..

Al-Imam Malik rahimahullah ditanya tentang Ibrahim ini: “Apakah dia
 terpercaya?” Beliau menjawab: “Tidak, demikian juga agamanya
Jadi tazkiyah Asy-Syafi’iy rahimahullah tidak merugikan beliau. Asy-Syafi’iy adalah seorang imam menurut kita dan menurut siapa saja dari ummat Islam dan Ahlus Sunnah yang mengetahui keutamaan beliau. Hanya saja tazkiyah beliau tidak ada gunanya bagi Ibrahim bin Abi Yahya, karena para ulama menjarhnya, (Ya, demikian).

والقــــاعدة من علـــــم حجــــة عــــلى من لــــــم يعلـــــــم.

❗Dan kaedah yang diterapkan dalam hal ini adalah bahwa siapa saja yang mengetahui maka dia MERUPAKAN HUJJAH atas pihak lain yang tidak mengetahui.”
                                         
__________________
  مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد

 Wa Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net