Jumat, 06 Juni 2014

(Sebuah Renungan)


BERSEMANGAT UNTUK MEMPELAJARI AGAMA YANG HAQ


Al-Ustadz Abu Nasiim Mukhtar bin Rifa’i hafizhohullah

๐ŸŒฑ Saudaraku Salafy!

Ada sebuah kitab yang sering dipakai oleh para penuntut ilmu hadits
untuk memudahkan mereka di dalam mentakhrij sebuah hadits dan
mengetahui ulama siapa yang mengeluarkan dan meriwayatkan hadits Nabi.

Kitab tersebut bernama:  Mu’jam Mufahros Li al-Faadzi Haditsin Nabiyi
Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (Kamus yang menjelaskan lafadz-2 Hadits
Nabi)

Siapa yang menyusun kitab tersebut… ? Ternyata yang menyusun kitab
tersebut adalah sebuah tim para profesor dari orang-orang Belanda dan
sebagai staf ahli penasehatnya Snock Hourgonje.

๐ŸŒฑ๐Ÿ‡Saudaraku Salafy!

Tujuan apa mereka menyusun kitab tersebut…..? Mereka menyusunnya untuk
memudahkan mereka mengetahui dan meneliti hadits-hadits Nabi dalam
rangka menghancurkan Islam!
Mereka mengumpulkan  Mu’jam Mufahros bukan hal yang mudah dan dengan
waktu yang singkat, mereka harus membuka Kutubus Sittah (Kitab-2
hadits yang enam: Shahih Bukhori, Muslim, Abu Daud, AnNasai, Tirmidzi,
dan Ibnu Majah).

Mereka begitu perhatian dengan hadits-2 Nabi

Pertanyaan:
Siapakah sebenarnya yang berhak meneliti dan bersemangat untuk
mempelajari hadits-hadits Nabi?

๐ŸŒฑ๐Ÿ‡ Saudaraku Salafy!

Ada ikhwan kita (di daerah Jawa) yang menasehati pak dhe nya untuk
berhenti merokok, ikhwan itu berkata: “berhenti merokok pak dhe,
karena rokok itu haram!”, Si pak dhe tidak menjawab terus ikhwan
tersebut diberi tulisan arab gundul dan disuruh membacanya, dan ikhwan
tersebut diam tidak bisa membacanya!

Ternyata pak dhe ini pintar membaca kitab arab gundul karena si pak
dhe mempelajari mulai dari kitab dasar bahasa arab jurumiyah,
mutamimah, alfiyah dst…dan berujar: “baca arab gundul gini aja belum
bisa! Mau menasehati berhenti merokok, rokok itu haram…!
ikhwan tersebut hanya diam tidak bisa menjawab…

๐ŸŒฑSaudaraku Salafy!

Pertanyaan:
Siapakah yang seharusnya bersemangat untuk mempelajari bahasa Arob…?

Ada seorang ikhwan yang berbincang dengan temannya tentang bid’ahnya
memperingati acara “Nuzulul Qur’an”, ternyata perbincangan mereka
terdengar oleh seorang Imam masjid (eN yU) dan berujar: “Saya tantang
kamu untuk membaca al-Qur’an dengan tajwid yang benar!”. Si ikhwan
diam tidak bisa menjawab, karena ikhwan tersebut ini belum lancar
membaca al-Qur’an, masih “grag-greg(masih belum lancar) “dalam
membaca.

๐ŸŒฑ๐Ÿ‡ Saudaraku Salafy!

Pertanyaan:
Siapakah sebenarnya yang harus bersemangat dalam mempelajari ilmu
tajwid dan bacaan al-Qur’an dengan baik?

Silahkan dijawab oleh masing-masing (mohon jangan ada yang
tersinggung) nasehat untuk diri saya pribadi (pertama) dan untuk kita
semua..

✏ Dikutip dari:
Tausiyah Ba’dash Shubh muhadhoroh Samarinda dengan sedikit perubahan dari kami
WA – TIS